Lessons learned from case management and support group of MSM living with HIV in two sites in DKI Jakarta, Indonesia
Issues: Implementing the HIV case management and support group program have been started in 2 sites with hospital and community based care for MSM in DKI Jakarta. Case management and support group program have been developed from networking, referral system, quality of life and positive prevention in 2 sites and to complete the program for prevention and continue program. The case management and positive prevention program in important needs in DKI Jakarta which starting the program develop MSM support group and capacity building leader for MSM support group.
Description:
2 sites of HIV case management service and MSM support group in hospital and community based care have developed individual service with model “one umbrella” in VCT & STI service for MSM and CST become one package in TB-HIV program. They continue outreach MSM developing the minimum standard of VCT, case management and support group services is detailed through operational procedure in specific services. Quality control of case management and support group program has been done through monitoring visit and routine report of performance indicator case management and support group form.
Lessons learned: MSM who come or referred to come to VCT service will continuously have service needed from case management services, support group, stinging IO, adherence, and referral to ARV hospital. VCT and CST management to be effective under one umbrella services as early as possible PLWA (MSM) get the psychology services, health service and social services.
Recommendations: Implementing case management and support group of MSM in 2 sites in DKI Jakarta in Indonesia should be under one umbrella or have a clear referral system. The case management and support group program must be clear in the adaptation model and approach with the MSM community so it is easier to access the target group to services. Case management and support group are efficient strategic to support the quality of life, behavior change, networking, referral system, and positive prevention. Staff program need the opportunity to improve the capacity building through the related training. PLWA (MSM) will get easy access of services needed including able to involve as program implementer.
Saat Al Qur’an berkata tentang Hak-hak Perempuan
Sebelum datangnya Islam, perempuan secara umum tidak dianggap keberadaannya dalam banyak masyarakat di seluruh dunia. Sebenarnya, memerlukan waktu berabad-abad bagi wanita untuk memperoleh hak-hak yang setara dengan pria, setidaknya secara teori, jika bukan dalam praktik. Tapi perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan gender yang sepenuhnya belum berakhir.
Dalam perjuangan ini, banyak pihak yang menunjuk Islam sebagai salah satu penghalang terbesar bagi pemenuhan hak-hak perempuan. Tapi, jika kita mencarinya dalam Qur’an, tampaknya bukan itu masalahnya. Masalahnya terletak pada adat istiadat konservatif tradisional yang ada dalam masyarakat yang tidak menerapkan visi Qur’an tentang tingginya martabat perempuan.
Qur’an mengatakan: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan (tali rahim)” (Qur’an 4:1).
Ayat ini jelas menunjukkan bahwa pria dan wanita dalam Islam setara secara intrinsik – dalam peristiwa penciptaan – dan secara ekstrinsik dalam hubungan mereka satu sama lain maupun kewajiban-kewajiban mereka terhadap Tuhan. Malah, Qur’an seakan lebih meninggikan perempuan karena ia menyebutkan rahim di akhir ayat ini, tentu sebagai penghormatan atas peran mereka sebagai ibu.
Dalam dunia Arab pra-Islam, para orangtua kerap membunuh bayi perempuan mereka karena kelahiran seorang anak perempuan merupakan kesialan bagi keluarga itu. Qur’an mengutuk sikap ini dengan mengatakan bahwa mereka yang melakukannya: “Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu (Qur’an16:58-59).
Empatbelas abad setelah kedatangan Islam serta kemajuan, perkembangan, pendidikan dan pencerahan yang mengikutinya, kita masih bisa melihat stigma tentang anak perempuan ini di beberapa wilayah di dunia, seperti di Asia Selatan, misalnya. Dalam masyarakat di mana pria biasanya menafkahi seluruh keluarga, kelahiran seorang putra selalu dipandang lebih layak untuk dirayakan.
Meskipun pemberdayaan perempuan, yang disebabkan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik, telah mengubah struktur sosial, kita harus berbuat lebih banyak untuk menghormati kesetaraan gender yang diuraikan dalam Qur’an. Pernikahan paksa, pembunuhan untuk “kehormatan”, dan pengasosiasian perempuan dengan rumah oleh budaya, tradisi maupun norma-norma sosial tidak didukung oleh Islam.
Para pemimpin politik dan agama yang konservatif di beberapa masyarakat Muslim seperti di wilayah-wilayah kesukuan di Pakistan, harus menghormati pandangan Qur’an tentang status dan hak-hak wanita serta berusaha untuk membangunnya berdasarkan hal itu.
Islam memberikan hak-hak waris kepada wanita 12 abad sebelum hak itu diberikan kepada para wanita Eropa: “Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian pula dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang ditetapkan” (Qur’an 4:7).
Islam muncul pada masa dan pada masyarakat yang memperlakukan perempuan sebagai barang warisan. Sehingga merupakan sesuatu yang revolusioner bagi mereka untuk memiliki hak waris bagi diri mereka sendiri.
Dalam wacana Muslim, perdebatan mengenai hak-hak wanita, atau hak-hak untuk urusan itu, selalu dipahami dalam konteks hak dan kewajiban dari sudut pandang Islam. Untuk menghormati hak dan kewajiban ini dan untuk memahami peran kita dalam perkembangan masyarakat, kita harus mendidik diri sendiri. Pendidikan dan pengetahuan wajib hukumnya bagi pria dan wanita dalam Islam.
Lagipula, pendidikanlah yang berperan sebagai katalis untuk perubahan. “Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran” (Qur’an 39: 9).
Ajaran Islam harus lebih diutamakan daripada adat dan budaya yang memiliki bias terhadap peran konstruktif perempuan dalam masyarakat Muslim. Bias ini ironisnya kadang-kadang diungkapkan atas nama agama yang justru telah memberikan wanita hak-hak yang jauh lebih besar daripada yang bisa diterima oleh struktur-struktur sosial itu. Segala upaya pemberdayaan yang senada dengan visi Qur’an, yang menjunjung tinggi status wanita di hadapan hukum, harus didukung sepenuhnya. Kepada mereka yang ingin menyangkal hak-hak wanita semacam itu, kami bertanya, “Apakah mereka tidak menghayati Al-Qur’an?” (Qur’an 4:82).
Managing HIV; Adherence to HIV Therapy
What is medication adherence?
Adherence means that you take all your medicines exactly as they are prescribed. That means you take them when and how they are supposed to be taken. For example, if a medicine needs to be taken every 6 hours, adhering to that regimen means that you really take the medicine at those time intervals and that you don’t miss any dose. Adherence also includes how you take your medicines. For example, some medicines must be taken on an empty stomach to be effective, while others need to be taken with food.
How you can prepare for this discussion
* List daily activities that may interfere with regimens
* Note if you have had trouble adhering to medication regimens in the past
* Note your eating and sleeping habits
Why is adherence to HIV medications important?
The current recommendation for the treatment of HIV disease is called HAART—highly, active, anti-retroviral therapy. HAART regimens combine three or more HIV drugs that need to be taken according to strict dosing schedules. Adherence is important because missing a dose can cause the levels of the HIV in your body (viral load) to increase. Also, when doses are skipped there may not be enough medication in the body to stop the virus, which may allow the virus to become immune to the medicine. This may make the HIV medicines you are currently taking, or even new medicines that you may need to take in the future, ineffective. These drug-resistant HIV strains are much more difficult to treat.
How you can prepare for this discussion
* List daily activities that may interfere with regimens
* Take a look at your work and travel schedules
* List all prescription, over-the-counter medications and dietary supplements you are taking <
* Note if you have had trouble taking medications in the past
Why do people have trouble sticking with their HIV drug regimens?
Adherence to HIV medications is a challenge. Some people with busy lifestyles simply forget to take them. Others may find it difficult to manage the pills that need to be taken at specific times of the day. In addition, since some medicines cannot be mixed with certain foods, alcohol or other medicines, adhering to some regimens can be very complicated. People who may otherwise feel well may not be able to cope with some of the medication side effects. Others feel that taking medicines when they feel well reminds them of having a disease that they would rather not think about. Your doctor will want to know if you have had trouble with complicated medicine regimens in the past.
How you can prepare for this discussion
* List all dietary preferences or restrictions
* Note how much alcohol you drink
* Make a note of your daily routines and habits
* List any side effects to medications you have experienced in the past
* List all prescription, over-the-counter medications and dietary supplements you are taking
What are some strategies to keep the HIV medication regimen in track?
People who are contemplating beginning therapy are sometimes encouraged to first practice taking candies or mints as if they were the exact medicines in their regimen to see how well they can manage the regimen. Once you have decided to start therapy it will be important to integrate the regimen into your lifestyle. Some of the following strategies can help you adhere to your medication regimen:
* Use daily medication organizers or pillboxes
* Use an alarm device or electronic PDA
* Keep a medication diary and checklist
* Keep an extra supply of medicines on hand
* Integrate the regimen into daily routines
* Utilize a support network
How you can prepare for this discussion
* Look for patterns in your daily schedule
* Note how well you were able to take other medications such as antibiotics
* Think about who in your life might be considered part of your support network
What can my doctor do to help?
Although some people learn to cope with complex regimens, others can find it too difficult. Discussing these issues with your doctor will help him/her recommend a regimen that is a better fit for you lifestyle. Certain combinations of medicines can be chosen over others and dosages can sometimes be adjusted. To avoid missing doses because you were unable to obtain your medication, you may want to ask about drug assistance programs in your area.
How you can prepare for this discussion
* Write down your questions and concerns and bring them to your doctor's visit
* Educate yourself about new treatment regimens
* List all prescription, over-the-counter medications and dietary supplements you are taking
* Assess your insurance coverage and financial resources
NAYLA: Saatnya Untuk Memilih
Nayla mengeser ujung jilbab putihnya melewati pundak, dengan jari lentiknya dibuhul kedua ujungnya. Panas masih terik, ketika dia buru-buru menaiki bendi untuk segera pulang. Hatinya galau mamang. Begitu banyak tanya yang seharusnya bisa dilontarkan, tetapi mulutnya seperti terkunci. Membisu dia sejak tahu rahasia apa yang diungkapkan Salman. Terlalu sulit hatinya menerima kenyataan, tak siap kehilangan dan merasa dipermainkan.
Galau mamang karano cinto. Harok habih baputiah mato. Di siko badan raso taniayo. yo taniayo, nan taniayo . Jikok jauh badan lah dakek. Katiko dakek kato talompek. Disitu hancua janji nan diikek.
( berkecamuk hati karena cinta, harapan habis putihlah mata. Di badan teraniaya. Ya teraniaya. Teraniaya. Jika dahulu jauh sekarang telah dekat. Ketika dekat dan bicara. Saat itu hancur janji yang diikat.)
” Sulit Nayla, untuk menerima kenyataan ini. Aku sendiri butuh 12 tahun untuk bisa berdamai dengan diriku. Untuk memahami kalau aku berbeda dengan uda –uda ku. Untuk mengerti kalau Tuhan menciptakan aku mungkin dengan tujuan tertentu. Dan ihklasku untuk menjalani takdirku” Salman memainkan garpu di piring makanan yang masih tersisa separoh.
Nayla tetap diam membisu.
” Aku menyayangi mu dengan tulus. Dua kali pertemuan kita sebelumnya, aku mempersiapkan diri untuk bicara tentang keadaanku. Tapi egoku selalu berontak setiap kali Nayla bercerita dengan kebencian tentang duniaku” Salman menatap mata teduh di wajah Nayla yang keibuan.
Nayla hanya menatap diam, saat ombak laut painan menghempaskan diri ke pantai pasir putih. Sepasang camar masih bermain dibibir ombak. harapan nayla terbang melayang bersama kepak sayap nya.
” Aku memilih jujur agar kau bisa memilihku dengan alasan yang sempurna. Andai pun Nayla akhirnya memilih yang lebih baik dariku, ihklasku untuk bahagiamu dan aku masih tetap Abangmu”
Nayla diam, salman berbicara dengan muka pucat, terlihat kesungguhan di wajahnya. Terlalu sulit baginya saat akan berbicara tentang orientasi seks dan status HIV nya.. Rasa sayang pada Nayla yang telah menunggu nya selama 5 tahun membuatnya ingin terbuka. Bukankah kejujuran adalah puncak dari kasih sayang. Dan bukankah kejujuran awal yang baik untuk memulai hidup baru. Hidup dalam rumah dengan dinding kayu mahoni, di daerah persawahan Lunang nan permai, berlatar gunung kerinci ditemani dendang gemericik air sungai siang dan malam. Impian ini yang selalu ditulis Nayla dalam setiap suratnya selama ini dan Salman tak punya satu kosa kata pun untuk menyanggahnya.
Taratak, pasanyo sanjo. Urang Jalamu, pai mangaleh. Taragak hati indak basuo. Lah batamu makonyo cameh. ondeh tuan oiiii… buruak nyo badan. De tuan oiiii…..
( taratak, pasarnya senja. Orang Jalamu pergi jualan. Rindu hati ingin bertemu. Setelah bertemu menjadi cemas. Oh tuan… jeleknya nasib… oh tuan oi )
” Nay, aku tahu kesulitanmu untuk memahamiku. Aku tahu kondisi bathinmu, berpikirkanlah dengan tenang. Aku akan menunggu sampai kamu bisa mengambil keputusan. Ini akan jadi hari berat sebelum kepulanganku ke Jakarta. ” Salman menatap Nayla yang masih tertunduk tanpa bahasa. Dia berdiri dan pergi, saat bersamaan Nayla berdiri sambil membenahi Jilbab putih nya yang melayang dibelai angin pantai carocok nan permai.
Bandara Minangkabau dua hari kemudian
Salman siap berangkat ke Jakarta. Tangan menenteng sekardus oleh-oleh bermerk ” Puti Andam Dewi”, dipunggung tas ransel warna hitam seperti memberati langkahnya saat menaiki eskalator.Waktu nya untuk kembali ke Rantau. Mengumpulkan setiap mimpi lewat usaha keras.
Karatau madang di Hulu babuah babungo balun. Marantau bujang dahulu dirumah paguno balun (pantun yg melandasi semangat merantau org padang)
Sekeping hatinya masih tertinggal bersama Nayla. Dua hari Nayla tanpa kabar dan Salman tak ingin mempengaruhinya. Ihklas. Siap menerima apapun pilihan Nayla. Menjadi suami Nayla dengan kebohongan tidak lebih baik baginya dibanding dicampakan Nayla setelah kejujurannya.
Tiba-tiba Hp Salman berbunyi ” da, masihkah uda mencintai Nayla setelah kejadian kemaren? Nayla belum siap untuk berpisah dengan alasan apapun” Salman mencium Handphone dalam gengamannya. Setengah berlari dia menuju pesawat yang siap membawanya ke Jakarta.
Jakarta Rabu, 30 September jam 18.00.
Salman baru sampai di Kontrakannya. TV one menyiarkan berita tentang bencana gempa terjadi di Padang dan Padang Pariaman. Bergetar badan nya. Pikirannya kalut. Rencananya untuk menelpon Nayla buyar ketika semua nomor yang menuju Nayla hanya dijawab operator. Salman terduduk di sudut pintu kamarnya. Berita tentang Bencana padang merengut semangat hidupnya yang bergelora sejak menerima SMS dari Nayla.
Kamis , 1 Oktober jam 4 sore di bandara Soekarno hatta
Salman terlihat pucat, Kaos putih nya belum diganti sejak keberangkatanya ke Jakarta. Rambutnya yang biasa rapih terlihat kusut. Tak terlihat lagi langkah mantap dan senyum yang menemani wajah klimisnya. Ia ingin secepatnya melihat Jazad Nayla yang ditemukan di Gedung Bimbingan belajar GAMMA tempatnya mengajar. Ia ingin memeluk Nayla untuk mengucapkan terima kasih atas Cinta dan kasih yang mampu memahami kekurangannya. **********
Kenangan: Jejakku Masih Sempurna
Sepanjang jalan kenangan, lagu ini seolah mewakili perjalanan ku ke padang kali ini. Makan di Warung Etek Sinar, nasi yang di penuhi gulai, rendang, sambal plus annyang daun papaya muda dan kerupuk jengkol terasa lebih nikmat dan lebih pedas. Entah karena lidah ku yang mulai terbiasa dengan makanan di Jakarta yang lebih manis atau panas kota padang, keringat ku mengalir deras, tissue dari Id, menghapus keringat di wajah dan leherku. Kuliner berikutnya yang tak pernah terlewati adalah makan kapalo Ikan di Bungus, luar biasa.
Menyusuri pedestrian Di Sepanjang Batang Arau, dari gedung Bank Dagang Negara ( sekarang bank Mandiri ) sampai Jembatan Siti Nurbaya dan pantai padang yang eksotis mengingatku pada seseorang. Seseorang dengannya aku pernah meneguhkan komitmen untuk berani menghadapi setiap penghalang agar cinta yang dirasa Abadi. Aturan keluarga, Adat-istiadat bahkan agama sepertinya bukan sesuatu yang menakutkan.
“Aku siap untuk berhenti kerja dan kehilangan hak dalam keluarga”
Kata-kata Yos membuatku tersanjung dan merasa sangat berharga. ( Yos saat itu sbg manager penjualan lokal di Perush kayu keluarganya dan aku masih mahasiswa). Aku masih tetap bahagia walau setahun setelah malam itu ia menikah dengan pilihan orang tuanya. Aku bersyukur pernah mengenalnya. Aku gigit bagian terakhir dari jagung bakar, Debur ombak dan dinginnya angin malam pantai padang membuat ku segera berlalu. Takut ku emosi dapat merubah mood ku.
Next destination, Taman Budaya Padang, Walau sedang di lakukan renovasi besar-besaran, hampir di setiap bata dan genteng bekas yang berserakan aku menemukan serpihan kenangan saat Nicholay Von Tonslaman mengajari ku step-step dansa, Cha cha cha, Rumba, Tango, Sestorka dan tarantella de peppina…. Nicholay dengan sabar melenturkan kaki ku yang kaku. Aku ingat genggaman tangannya di jariku yang kadang sedikit keras.
“ Aku tak menyangka kamu bisa tampil sebagus tadi”
Kalimat yang dibisikan di telinggaku saat pementasan perdanaku membius dan membuat aku yakin kalo dansa bahagian dari hidupku sampai saat ini.
Melewati Gang sempit samping kantor Pos Besar Kota padang. Bagian kegilaan ku yang lain yang masih terekam jelas dalam benakku. Begitu banyak gairah yang tertumpah bersama desiran bayu di daun pohon Waru dan sudut sempit warung-warung fhoto copy. Setiap sudutnya masih sama, tempatku pernah menuangkan segenap sakit hati dan kecewa terkhianati lewat gairah muda yang panas dan nyeleneh. Saat itu hampir setiap malam menjadi malam jahanam. Seolah tidur ku tidak akan pulas kalo tidak mampir walau sekejap. Desakan untuk segera menyelesaikan Skripsi dan pekerjaan di KAP Gaffar Salim dan Rekan akhirnya bisa membunuh kegilaan ku. Mataku tertegun saat seseorang menepuk pundakku.
“da, bilo datang? Dima Kini? Lah berapa anak?”
Ku mencoba mengingatnya. Oh ya, bukankah Dia yang dulu meringkuk kesakitan di pojok kaki pohon waru tua. Dia yang dahulu menjadi pelampiasanku. Ternyata saat ini memiliki 3 anak. Walau mengaku tidak bahagia dengan pernikahannya karena merasa pernikahan hanya kewajiban untuk keluarga dan status sosial di masyarakat, aku yakin waktu bisa merubah banyak hal. Kisah dia yang meringkuk kesakitan itu membuatku semakin yakin ku harus terbuka dengan Id tentang kehidupanku, masa lalu dan kini ku. Ku semakin teguh, kejujuran modal awal dalam pernikahan, dan jika Id tidak bisa menerima keadaan ku, paling tidak aku telah jujur dan keputusannya akan ku terima dengan ihklas.
Bulan separoh masih sembunyi di balik awan, dan daun pohon waru masih mendendangkan nyanyian malam. Beberapa pensil ( istilah utk tren baru PPS padang ) berputar di depanku dengan Mio nya, ku langkahkan kaki kembali ke Hotel. Walau tanpa menumpahkan gairah nakal ku, ku yakin ku bisa tidur pulas dan ketemu ID sesudah sarapan pagi.
Padang, 22 September 2009.
ADHERENCE HIV; kepatuhan Terapi ARV pasien HIV positif atau ODHA
PENGERTIAN KEPATUHAN BEROBAT
Taat pada instruksi/ aturan minum obat:
–Dosis
–Cara
–Waktu minum obat
–Periode
KEPATUHAN BEROBAT PENTING
Ketidak patuhan berobat pada ART:
mengakibatkan
*Supresi/penekanan virus tidak sempurna
*Pengrusakan sistem imun berlanjut – hitung sel CD4 turun
*Penyakit berlanjut
*Munculnya strain (jenis) virus yang resisten
*Pilihan pengobatan masa mendatang terbatas
*Biaya meningkat bagi individu maupun program ARV
KEBERHASILAN PENGOBATAN
Tujuan ART:
Supresi virus (sampai tingkat tidak terdeteksi)
Pengobatan berhasil bila:
Tingkat kepatuhan > 95%
Kegagalan berobat meningkat tajam dengan menurunnya tingkat kepatuhan
Mengapa Kepatuhan sulit?
Bentuk-Bentuk ketidak patuhan
1.Tidak minum satu dosis dari obat yang diberikan
2.Tidak minum beberapa dosis dari satu atau beberapa obat
3.Tidak minum obat beberapa hari
4.Tidak mematuhi waktu antara minum obat
5.Tidak mematuhi aturan berkaitan dengan makanan atau konsumsi cairan
Faktor memengaruhi kepatuhan
Kepatuhan adalah proses dinamis
Banyak faktor mempengaruhi kepatuhan
Kehamilan & Pasca persalinan
Hambatan potensial:
Mual pagi hari dan gangguan pencernaan, ditambah dengan mual akibat ARV
Kekhawatiran bahwa ARV berpengaruh buruk bagi janin
Perubahan fisik pada masa pasca persalinan ditambah dengan stres dan tuntutan mengasuh bayi baru lahir
Bayi & Anak-anak
Dosis bayi dan anak
Perlu pengawasan orang dewasa
Kemauan bayi/anak untuk minum obat yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau efek samping (mis. Muntah)
Isu membuka status pada anak
Isu psikologis pada orang tua (mis. Rasa bersalah)
ELEMEN KUNCI KEPATUHAN (1)
Agar klien bisa patuh, diperlukan:
Pengetahuan
Penyakit HIV, Jumlah CD4
Pengobatan dan efek samping
Sikap
Keyakinan dan persepsi positif
Kemampuan diri dan komitmen
Pelaksanaan dan sistem dukungan
Membuka status, sahabat, keluarga
ELEMEN KUNCI KEPATUHAN (2)
Identifikasi dan menangani hambatan
- Integrasi pengobatan kedalam kegiatan sehari-hari klien
- Mendorong partisipasi keluarga
- Menyediakan alat bantu untuk mengingatkan minum obat
-Alat bantu dan Strategi untuk meningkatkan kepatuhan
-Kotak pil standar atau buatan sendiri
-Catatan harian obat
-Modifikasi DOT/DAART
-Alat elektronik
-Sistem insentif
-Sistem buddies - Monitoring Kepatuhan
-Laporan harian
-Penghitungan Pil
-Catatan farmasis
- Tim Kepatuhan yang multidisiplin
Hal tertentu dari Konseling kepatuhan perlu diulang oleh berbagai petugas yang terlibat dalam perawatan klien. - Dianjurkan untuk meminta dukungan dari anggota keluarga, dan teman sejauh memungkinkan
- Seringkali dokter, perawat atau farmasis bukan meruakan provider yang paling tepat untuk memberikan konseling kepatuhan yang mendalam.
- Tim kepatuhan multidisiplin
Tehnik mengatasi hambatan-hambatan dalam kepatuhan
- BAHAS HAMBATAN YANG TELAH DIIDENTIFIKASI
tinjau hambatan yang anda diskusikan.buat ringkasan untuk pasien dan tanyakan hal lain
“Apakah ada hal lain yang sebelumnya tidak dipetimbangkan?” - BAHAS KEMUNGKINAN MENGATASI HAMBATAM
- Tinjau ulang kemajuan pasien dalam perubahan atau pemecahan masalah menyangkut hambatan yang potensial mis penggunaan obat dan alkohol.
- Alat bantu dan Strategi Peningkatkan kepatuhan
Kotak pil (beli/buat sendiri)
Catatan harian obat
Modifikasi DOT/DAART
Alat elektronik
Sistem insentif
Sistem buddies - HAMBATAN POTENSIAL KEPATUHAN
IDENTIFIKASI HAMBATAN POTENSIAL KEPATUHAN
3 SUMBER UTAMA HAMBATAN:
Hambatan terkait pribadi pasien
Pemahaman
Motivasi
Logistk dan dukungan
Hambatan pada pelayanan kesehatan
Petugas
Hambatan struktur
Hambatan rejimen obat
Beban obat dan rejimen kompleks
Efek samping
1. Hambatan terkait pribadi pasien
a. Hambatan dalam pemahaman
Kesulitan komunikasi
Hambatan bahasa
Kesulitan membaca
Kurangnya pengetahuan atau keyakinan yang keliru tentang HIV
Kurangnya pemahaman atau kepercayaan pada efektivitas ART
1. Hambatan terkait pribadi pasien
b. Hambatan motivasi dan mengingat
Sifat pelupa
Depresi atau penyakit psikiatri
Pengguna alkohol aktif
Pengguna narkoba
Ketidak mampuan menentukan tujuan jangka panjang
1. Hambatan terkait pribadi pasien
c. Hambatan dukungan dan logistik
Ketidaknyamanan membuka status HIV
Kurangnya dukungan sosial
Kesulitan kondisi hidup
Situasi hidup tidak stabil
Kesulitan logistik
2. Hambatan terkait sistem pelayanan kesehatan
Sikap Petugas kesehatan yang negatif atau menghakimi
Hambatan struktur/administratif
3. Hambatan terkait rejimen pengobatan
Rejimen yang kompleks
Dosis yang sering
Beban jumlah obat
Restriksi atau persyaratan makanan
Efek samping - PEMAHAMAN ART
- Diskusi tentang ART menggunakan flip chart dan alat lain dan follow up juga akan diperlukan
Dosis
Makanan dan asupan cairan
Penyimpanan obat - BAHAS HAMBATAN YANG TELAH DIIDENTIFIKASI
tinjau hambatan yang anda diskusikan dan tanyakan hal lain
“Apakah ada hal lain yang sebelumnya tidak dipetimbangkan?” - BAHAS KEMUNGKINAN MENGATASI HAMBATAM
- Tinjau ulang kemajuan kasus dalam perubahan atau pemecahan masalah menyangkut hambatan yang potensial mis penggunaan obat dan alkohol.
- Alat bantu dan Strategi Peningkatkan kepatuhan
Kotak pil (beli/buat sendiri)
Catatan harian obat
Modifikasi DOT/DAART
Alat elektronik
Sistem insentif
Sistem buddies - REJIMEN PENGOBATAN
Tinjau ulang rejimen dan ikuti rencana secara rinci:
rejimen pengobatan
efek samping dan bagaimana mengatasinya
Diskusikan hanya efek samping yang sering muncul sebelumnya
Menyediakan obat untuk antisipasi efek samping spt anti nausea.
rencana Follow-up
strategi kepatuhan
sistem kontak
Tujuan pasien mencapai kepatuhan
PENILAIAN KESIAPAN UNTUK PENGOBATAN
KRITERIA:
Pengetahuan cukup
Komitmen pengobatan jangka panjang
Sudah ada strategi dan alat bantu untuk mengatasi hambatan yang telah diidentifikasi
LANGKAH SELANJUTNYA
Konselor memperkenalkan klien tentang
pengobatan ARV dan berkoordinasi dengan MK
untuk kesiapan. - Peran MK :
Diskusi kesiapan pasien dengan dokter
Rujuk pasien ke apotik untuk menerima ART
Diskusi metode memonitor kepatuhan mis. agenda obat
Membantu mengidentifikasi jenis hambatan
Mencari strategi dan alat bantu yang tepat
Mencari orang terdekat yang bisa mendukung - Monitoring Kepatuhan
Laporan harian
Penghitungan Pil
Catatan farmasis - DUKUNGAN BERKESINAMBUNGAN
- Hambatan berubah sesuai waktu
- Faktor yang multipel mempengaruhi kepatuhan pada suatu waktu
Perubahan kepatuhan pada suatu waktu perlu diantisipasi dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang dapat mendukung kepatuhan, seperti PMO, case manager yang melakukan assestmen terus-menerus terhadap kebutuhan ODHA, para stakeholder yang terlibat dalam pelayanan dan penyediaan ARV, disamping si ODHAnya sendiri yang menjadi kunci dalam pengobatan.
Lo homoseks juga ya? (Homoseksual bukan pilihan)
Satu sore seorang wanita teman kerjaku berkata, “Rel, homo itu kan orang yang memilih jalan yang berseberangan dengan jalan Tuhan.” ” ya, pantaslah mereka jika mendapatkan masalah dalam hidupnya”
Sedikit emosional aku mendebatnya. Menurutku Mba, baik Homoseks atau lesbian itu bukan pilihan, kebanyakan mereka dicipta dan diposisikan seperti itu. Tidak ada orang yang ingin dilahirkkan sebagai Homoseks. Rasa itu didatangkan bukan diminta atau dipilih. mereka tidak memilih untuk jadi seperti itu.
Dan karena itu bukan pilihan mereka jadi saya pikir Tuhan tidak akan berlaku diluar sifat Keadilan NYA.
“Jadi kamu pikir tuhan yang salah?”
Tidak, Tuhan mencipta dengan berbagai tujuan. jangan seorang Homoseks yang sejatinya manusia mahluk sempurna. Semut dan debu aja diciptakan dengan tujuan tertentu.
“Maksudnya?”
Tuhan menciptakan perbedaan dalam rangka manusia saling belajar dan saling mengenal. Dan yang terbaik adalah orang yang sukses dalam belajarnya dan bisa berbuat baik bagi manusia lainnya.
“Tapi bukankah manusia dikarunia akal untuk bisa merubah diri menjadi seperti yang diinginkan NYA?”
Ya, tuhan selalu ingin yang terbaik tapi bukan berarti heteroseks lebih baik dan mulia dari homoseks. Malah aku memandangnya yang terbaik di sisiNYA adalah yang bisa memberi banyak mamfaat bagi komunitasnya. siapa pun dia.
” Bagaimana dengan Kaum Luth dan Soddom? bukankah mereka dibinasakan Tuhan karena orientasi seksnya?”
Mba, mba…. Udah baca kitab suci Belum? Apakah pasti karena orientasi seksnya mereka dibinasakan? bukankah tuhan sudah membinasakan banyak umat sebelum dan sesudah mereka dan setahu saya tidak ada berita kalau kaum itu Homoseks juga seperti bangsa soddom dan gomorah.
“sekarang kan banyak Homoseks yang terjangkit penyakit kelamin bahkan HIV/AIDS atau malah jadi Psikopat, seperti Ryan sang penjagal?”
Pertanyaan nya adalah berapa banyak heteroseks yang mengalami kondisi yang sama dan melakukan kejahatan yang mungkin lebih sadis?
Homoseks tidak menjadi penyebab penyakit kelamin atau gangguan kejiwaan seseorang. yang menjadi penyebabnya adalah prilaku mereka yang tidak save dan sehat. Selagi mereka mau melindungi diri dengan kondom dalam melakukan hubungan seks dan mengendalikan diri dengan baik. aman.
Banyak kok mba homoseks yang berprestasi seperti kaum hetero. Mereka tidak berbeda….
” Loh semangat banget? Homo juga ya?”
Homo atau hetero sama saja kan mba?……
” Iya deh.. sama”…
he he he he he…..
Depok, jum’at minggu ketiga Juni 2009
TIPS Merencanakan Disclosure / Open Status orientasi seks
Disclosure atau buka status orientasi seks adalah hak azazi setiap orang. Hanya pribadi yang bersangkutan yang boleh memberi tahu status orientasi seks seseorang kepada pihak lain apakah secara pribadi atau lembaga.
Masih terjadinya diskriminasi dan stigmatisasi menyebabkan komunitas gay / MSM banyak yang memilih menutup diri baik kepada keluarga, teman maupun masyarakat. Sementara di sisi lain lain ada kebutuhan untuk membuka status kepada pihak lain, dengan berbagai alasan, seperti untuk keperluan medis ( mis: saat periksa IMS ), alasan kenyamanan ( mis: dlm pertemanan ), alasan adanya kebutuhan ( mis: Butuh support dari keluarga ) ataupun banyak alasan lainnya.
Perlu dicermati beberapa hal agar proses Disclosure atau open status ini tidak berdampak buruk:
1. Pastikan dulu ada kebutuhan dalam diri bahwa anda memang perlu buka status.
2. Jika ada, Tentukan Siapa atau lembaga apa yang bisa membantu anda memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Analisa profile orang atau lembaga tersebut, pelajari beberapa kemungkinan jika mereka tahu bahwa anda Gay atau MSM.
4. Jika banyak nilai positivenya baru rencanakan Proses disclosure, termasuk masalah waktu, tempat, bagaimana caranya dan siapa yang perlu dilibatkan.
5. Minta bantuan case manager di komunitas, atau orang lain yg mungkin bisa membimbing anda dalam proses diclosure
6. Siapkan beberapa rencana antisipasi jika ada masalah atau tanggapan yang tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya.
7. lakukan disclosure dengan percaya diri dan hati-hati
8. Gunakan bahasa yang simple dan intonasi yang lembut.
9. Siapkan diri atas resiko terburuk. Kesiapan anda akan membantu untuk lancar selama proses berlangsung.
selamat mencoba…… Good luck guys…
Tulisan tentang Cinta
Cinta itu kembali membangunkanku
menghapus mimpi yang mengayun lembut
ku tersadar ketika cinta pergi mengikuti pelangi saat siang panas memanggang bumi.
“Cinta itu harus dengan kesabaran Alf, kesabaran akan menbawanya kembali padamu.”
Kutatap wajah ragu Alf, saat dia bercerita tentang kekasihnya yang mengembara dari satu ranjang ke ranjang lain.
“Butuh waktu untuk mengubahnya menjadi kekasih yang setia. kasih dia waktu dan layani dia dengan cinta mu”. Ku duduk disamping Alf sambilnya menawarkanya segelas teh rosela.
” iya sih aku mencintai dia secara utuh termasuk virus yang ada di tubuhnya tapi aku tak pernah bisa terima jika ada orang ketiga “.
Alf menatap langit kamar saat semua mimpi indahnya mengembara bersama sang kekasih. Liburan ke kampung, tinggal bersama dan bisa membangun yayasan untuk anak-anak yang siang malam tiduran di pertigaan lampu merah.
” Bagiku dia adalah panglima yang bisa menyemangati hidupku, membuatku mengangkat semua beban hidup dengan mudah. walau dia tiap malam menyakitiku lewat percintaan yang tak sempurna karena kecapekan dari ranjang di kamar sebelah”.
Alf mengangkat bahunya saat meninggalkanku sedang termangu membayangi tulusnya cinta.
Saat itu langit cerah di atas jakarta…. debu menyinkir menyilahkan Alf pulang dengan perasaan lega.
” Raj, bantuin aku ya, she is an angel. Aku mencintainya dan serius ingin menikahinya. Hanya dia yang mampu membuatku nyaman. Alya bisa terima aku dan hanya dia yang selalu ingat jadwalku minum obat keparat ini. Dua kali sehari selama 10 bulan raj, dia membuatku tersadar aku masih layak untuk di cintai”
And begitu bersinar ketika bercerita tentang alya. Baginya Alya bagai Malaikat berjubah putih yang membawa tongkat keberuntungan. Alya telah berhasil menaikan CD4 nya menjadi 204 . Setahun lalu And hanya mampu terbaring mengigau, mengoceh tak karuan atau malah ngomong jorok ke suster-suster rumah sakit. Alya datang membantu memenej kembali hidup And. Alya si manajer kasus berhati lembut itu akhirnya membuatnya jatuh cinta.
” bagusan mana ya?, kalo Arry , chubby banget, tinggi, hitam manis dan senyumnya itu raj, ku mimpiin dia dari sejak mapras di Gajah mada. Tapi ku ragu, dia kan kerja di entertain. secara banyak cewek-cewek cantik tiap hari di sekelilingnya. Arry masih ingat aku ngak sih raj? jangan-jangan dia pangling. ” Tapi raj hari ini dia gabung di Fb ku.. senaaaaaaaang banget.
“
“Tapi raj, Dady tipeku banget, kebapakan, kalem, lulusan tehnik pula. lo tau kan? aku kan suka yang tipikal orang-orang kampung gitu. …. ordinary people deh pokoknya.”
” Bagusnya aku jatuh cinta ama siapa sih raj?”
Gina terus berceloteh tentang dua cowok gebetannya. Jus alpukat dan sepiring pisang goreng bakar telah berpindah tempat. Melewati bibir sexy gina, masuk lewat lorong sempit kerongkongan dan diaduk dalam lambung mungil gina. Dia tersedak ketika suapan ketiga nyangkut di pertigaan tengorokan. Aku tersenyum. Gina sahabat terbaik ku sedang jatuh cinta.
Siang di halte jalan sudirman
Ku buka Inbok ponsel ku, beberapa sms masuk berbarengan
Alf :” Raj, kamu bener. Guntur memutuskan untuk pindah ke desa dan hidup bersamaku”
Alya :” Raj, bantuin jelasin ke And, hatiku bilang ngak. hubungan kita hanya hubungan Profesional. Tolongin ya Raj aku ngak mau And terluka dan sakaw lagi”
Gina: ” Lo tahu ngak raj, siapa yang mengirimiku bunga hari ini? Itu tuh Ayi teman sekantor ku. Gila ya… ternyata dia menyukaiku. Coba dari dulu. “
Ku terpaku melihat SMS dari beib, kekasihku.
“Terima kasih untuk semua kebaikanmu selama ini. Kamu membuatku binggung. bener-bener membuatku binggung. kamu seolah-olah hidup di dunia mu sendiri, dengan semua teori-teori dan pekerjaanmu. Aku hanya punya cinta . aku hanya ingin hidup simple, sederhana bersama mu. it’s complicated for me. sorry.”
Ku baca lagi sms dari Beib, pilu, sedih dan marah bercampur aduk.
” Kalo memang itu yang terbaik menurutmu aku cuma bisa bilang makasih untuk dua tahun nan indah bersamamu”
Ku baca sekali lagi dan Ku kirim SMS terakhirku. Kubuang HP di got pinggir jalan. ku pandang mobil, motor dan pejalan kaki yang berlalu lalang. Debu langit jakarta menemani langkah untuk pulang ke rumah. ku ingin tidur, biar bangun pagi dengan sempurna.
Case management for people living with HIV/AIDS At LAYAK Foundation
Case management for people living with HIV/AIDS
Medical case management helps people living with HIV and AIDS find and connect to services they need to improve their health and the quality of their lives. Our case managers help individuals get primary medical care and medications, adhere to treatment plans, and access supportive services such as housing, transportation, food, mental health counseling. Services are completely voluntary and free for DKI Jakarta and near by residents living with HIV/AIDS.
Case managers can help you
* Apply for AIDS prescription drug programs to help pay for HIV medications.
* Apply for programs that help pay health insurance premiums and medication co-pays.
* Apply for Social Security benefits.
* Obtain an HIV-knowledgeable physician.
* Access food resources.
* Identify housing options.
* Connect to community resources.
* Attend a six-week Living Well with Chronic Conditions workshop.
* Access an adherence support program.
* Learn about safer sex and how to protect yourself and your partners.
* Help notify any of your partners that may be at risk for HIV.
Housing options
The HIV/AIDS Case Management Program provides rental assistance to clients who are homeless or at risk of being homeless. A limited number of transitional housing spaces are available for 6 to 12 months. Clients are required to actively participate in services, work regularly with a housing case manager, and engage in medical care.
medical care and medications, adhere to treatment plans, and access supportive services such as housing, transportation, food, mental health counseling. Services are compl
Hiv
Case management
Case management for people living with HIV/AIDS
Medical case management helps people living with HIV and AIDS find and connect to services they need to improve their health and the quality of their lives. Our case managers help individuals get primary etely voluntary and free for DKI Jakarta residents living with HIV/AIDS.
Case managers can help you
* Apply for AIDS prescription drug programs to help pay for HIV medications.
* Apply for programs that help pay health insurance premiums and medication co-pays.
* Apply for Social Security benefits.
* Obtain an HIV-knowledgeable physician.
* Access food resources.
* Identify housing options.
* Connect to community resources.
* Attend a six-week Living Well with Chronic Conditions workshop.
* Access an adherence support program.
* Learn about safer sex and how to protect yourself and your partners.
* Help notify any of your partners that may be at risk for HIV.
Housing options
The HIV/AIDS Case Management Program provides rental assistance to clients who are homeless or at risk of being homeless. A limited number of transitional housing spaces are available for 6 to 12 months. Clients are required to actively participate in services, work regularly with a housing case manager, and engage in medical care.
Contact us
If you are interested in becoming a client or would like more information, please contact LAYAK FOUNDATION at (021) 70837421 0r 7774735 to schedule an appointment. Office hours are Monday through Friday from 8 pm. to 16 p.m.
-
Arsip
- Februari 2010 (1)
- November 2009 (1)
- Oktober 2009 (3)
- Juli 2009 (1)
- Juni 2009 (2)
- Mei 2009 (1)
- April 2009 (2)
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (2)
- Januari 2009 (6)
- Desember 2008 (9)
- November 2008 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

