Manajemen Kasus

Pelayanan Manajemen kasus merupakan bagian integral dari pelayanan menyeluruh dan berkesinambungan dalam perawatan, dukungan dan pengobatan orang terinfeksi HIV (ODHIV). Manajer Kasus : Seseorang yang bertanggung jawab menyelesaikan kegiatan manajemen kasus, termasuk penilaian atas kebutuhan-kebutuhan, perencanaan layanan, implementasi rencana pelayanan, koordinasi layanan, monitoring dan tindak lanjut, konferensi kasus, intervensi krisis dan Terminasi kasus, pendokumentasian.

Selama proses manajemen kasus sejak awal intake sampai hubungan tindak lanjut, manajer kasus akan memainkan sejumlah peranan pemberi bantuan. Keseluruhan peran itu akan dilakukan dari asesmen dan intervensi proses pemberian bantuan —intervensi langsung dengan klien, intervensi organisasi/masyarakat, dan dalam konteks politik/budaya/social yang lebih luas. Setiap peran mengharuskan manajer kasus berfokus pada strategi pemecahan masalah yang berbeda, keterampilan yang tidak sama, dan basis konseptual yang berlainan.
Dukungan pribadi Langsung
Peran sebagai pemberi dukungan dimana adanya hubungan suportif yang baik dengan klien dan membuat mereka merasa memiliki harapan, merupakan salah satu fondasi untuk membantu klien. Salah satu cara untuk mengembangkan hubungan baik dengan klien yang resisten adalah dengan meningkatkan kemampuan manajer kasus berhubungan dengan orang lain: menunjukkan sikap empati, menyimak dengan aktif, memfokuskan; mengikhtisarkan (membuat ringkasan), menyusun tujuan, bernegosiasi, membuat kontrak, pemihakan, menawarkan “rasa hangat,” dan mampu menerima kemarahan dan balikan korektif. Tentu saja, hubungan baik dengan klien adalah sesuatu yang baik jika saja hal itu dapat diciptakan. Jika ada seseorang yang mendatangi seorang manajer kasus untuk meminta bantuan, maka prosesnya akan lebih menyenangkan jika orang itu menyukai si manajer kasus. Hal ini berlaku sama bagi pembantu dan yang dibantu. Manajer kasus akan jauh lebih menyenangi pekerjaannya jika memiliki hubungan yang baik dengan kliennya.

Intervensi Krisis
Seperti yang tersirat dari bunyinya, intervensi krisis merupakan strategi yang terbatas dan terfokus. Jika manajer kasus menyadari krisis yang dihadapi klien dalam kehidupan mereka, maka faktor waktu menjadi sangat penting. Jika krisis itu sangat mengancam klien sebelum rujukan yang tepat dapat ditemukan, maka tugas manajer kasus harus dengan cepat mengambil tindakan yang dapat mengurangi kadar ancaman itu bagi . Tanggung jawab manajer kasus adalah menilai kadar keseriusan situasi. Krisis itu bisa mencakup penyakit, hubungan dengan anggota keluarga, penggunaan obat-obatan, kematian mendadak anggota keluarga, dsb. Keterampilan melakukan asesmen dengan baik merupakan hal yang penting dalam intervensi krisis. Dari perspektif manajemen kasus, intervensi krisis dapat hanya berupa upaya memastikan bahwa sumber rujukan mengetahui krisis itu dan kemudian menanganinya dengan tepat, sampai dengan intervensi yang sifatnya komprehensif, di mana manajer kasus bertindak selaku pekerja utama (central worker). Dalam semua kasus adalah tanggung jawab manajer kasus untuk memastikan bahwa klien memperoleh dukungan yang dibutuhkan agar dapat mengendalikan situasi yang dihadapi.
Diperlukan sejumlah keterampilan jika manajer kasus memang bertindak selaku orang utama dalam penanggulangan krisis, seperti yang telah dikemukakan, manajer kasus harus dengan cepat mampu menakar berat ringannya potensi krisis dan waktu yang tersedia untuk menanggulanginya.

Perantara/Fasilitator
Setelah proses asesmen, peran manajer kasus yang umum adalah memfasilitasi proses pemberian bantuan melalui hubungan dengan lembaga-lembaga sosial, pemerintah, atau organisasi kemasyarakatan, orang-orang yang peduli lainnya. Hal ini paling sering diselesaikan melalui perujukan. Sekilas hal ini tampaknya seperti proses yang sangat sederhana. Melakukan rujukan yang baik berasumsi bahwa para manajer kasus mengetahui sumber rujukan dan terdapat kesesuaian yang tepat antara kebutuhan klien dan pemenuhan yang tersedia. Seorang manajer kasus tidak sekadar merujuk ke suatu tempat yang dianggap dapat menangani masalah, tetapi ke suatu tempat yang dipandang paling dapat memenuhi kebutuhan klien. Perujukan klien ke sumber yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya dapat memperbesar rasa putus asa dan berkurangnya rasa percaya terhadap sistem dukungan masyarakat. Perujukan yang ceroboh dan tidak tepat juga dapat merusak citra manajer kasus.
Sebagai perantara, manajer kasus perlu mengidentifikasi sumber-sumber layanan baik medis maupun layanan sosial lainnya yang tersedia di masyarakat sebagai layanan rujukan. Mengetahui bagaimana cara melakukan rujukan; apa persyaratannya; siapa yang perlu hubungi; siapa contact person untuk perujukan dalam sistem manajemen kasus di lembaga tersebut, isu seputar keuangan. Isu penting lainnya seputar keuangan: Apakah klien memperoleh dukungan dana dari dana publik, seperti asurasi kesehatan atau tunjangan kesehatan? Sejauhmana tanggung jawab klien secara pribadi dalam hal pembayaran yang diperlukan? Penting artinya komunikasi terbuka antara manajer kasus dan staf rujukan bagi keberlangsungan efektivitas sumber rujukan, membina persahabatan dengan orang-orang yang bekerja di lembaga-lembaga rujukan. Cara lain untuk menilai efektivitas tempat rujukan adalah menanyai klien tentang pengalaman mereka selama ditangani di tempat itu. Pelacakan “pengalaman klien” melalui lika-liku birokrasi organisasi merupakan cara terbaik untuk menilai sumber rujukan.

Pemberdaya/Edukator/Mediator
Membuat klien secara berangsur-angsur bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang telah disepakati, meningkatkan rasa percaya diri (PD) klien adalah peran manajer kasus sebagai pemberdaya/memampukan (enabling). Penting bagi manajer kasus mengetahui kemampuan setiap klien untuk terlibat dalam proses itu dan dapat mendorong tingkat tanggung jawabnya secara bertahap. Beranjak dari melakukan untuk, ke melakukan dengan, sampai dengan klien melakukannya sendiri, berarti meningkatkan rasa PD klien. Penentuan saat yang tepat bagi klien untuk siap dan mampu melakukannya sendiri mengharuskan manajer kasus untuk dapat secara tepat menentukan tingkat kemajuan klien dalam tahapan proses pemberian bantuan.

Manajer kasus dapat berperan selaku guru/edukator yang memberi kesempatan belajar bagi klien. Semua kegiatan yang umumnya dilakukan dalam program manajemen kasus termasuk penyampaian informasi tentang HIV dan AIDS, pengobatannya, sumber daya masyarakat, penyakit mental, kesehatan, penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, serta obat-obatan dan alkohol. Melakukan diskusi kelompok dan permainan peran untuk membantu klien melakukan sesuatu yang dapat membantu mereka memanfaatkan sumber-sumber layanan pelayanan.

Ada saat dimana manajer kasus harus memainkan peran sebagai mediator dalam pertikaian yang terjadi di antara klien, antara klien dan lembaga pelayanan masyarakat, atau di antara pegawai lembaga pelayanan yang terlibat dengan klien. Ada perbedaan penting antara peran mediator dan peran advokasi. Seorang advokat jelas sekali melakukan pemihakan; sedangkan mediator berusaha tetap netral dan tidak memihak salah satu pihak. Jadi hal ini jelas sekali merupakan sesuatu yang agak rumit. Dalam mediasi, manajer kasus berusaha mendorong semua pihak untuk melibatkan diri dalam situasi yang sama atau memahami konflik yang dihadapi, dengan menyadari kepentingan setiap pihak. Tentu saja dalam kasus-kasus seperti ini manajer kasus harus dapat mencapai cara pemecahan konflik yang masuk akal. Sekalipun jika tujuan itu tidak tercapai, seorang mediator yang baik masih akan terus berusaha bertindak netral, sehingga dapat melakukan mediasi pada saat lain.

Advokat
Advokasi berarti bahwa manajer kasus bertindak untuk kepentingan klien yang tidak dapat atau tidak mau bertindak atas namanya sendiri. Sebenarnya, advokasi dapat terjadi jika klien dapat bertindak sendiri, tetapi itu tidak dilakukan karena manajer kasus akan dapat menanganinya lebih efektif. Ini dapat terjadi jika klien kurang mampu karena satu dan lain alasan—seperti klien anak, warga masayarakat penyandang cacat, lansia, atau mereka yang terganggu secara emosional dan fisik. Advokasi adalah jenis intervensi yang paling signifikan yang dapat dilakukan manajer kasus, utamanya jika sumber daya tidak memadai, tidak efisien, atau tidak ada.

Koordinator Pelayanan
Peran sebagai koordinator pelayanan dapat berkembang melalui beberapa cara, apakah secara formal atau tidak formal, bergantung pada seberapa rumit kemungkinan solusi bagi kasus klien yang dihadapi. Banyak program manajemen kasus yang dirancang dan mengharuskan manajer kasus menjadi koordinator pelayanan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, terdapat program manajemen kasus yang disebut Intensive Case Management (ICM), di mana manajer kasus bekerja dengan erat bersama klien selama empat sampai delapan minggu.

Peran Pelacakan/Tindak Lanjut
Peran tindak lanjut tidak hanya memerlukan waktu untuk melacak klien setelah berakhirnya manajemen kasus, tetapi juga kemauan organisasi untuk meneruskan upaya tindaklanjut tersebut. Betapapun sulitnya, upaya melacak bekas klien ada manfaatnya, hal yang baik untuk mengetahui bagaimana keadaan klien yang pernah dilayani, mengetahui seberapa baik hasil program manajemen kasus dan seberapa baik pula kinerja tenaga profesional lain dan sistem dukungan masyarakat. Peran ini merupakan bentuk lain dari evaluasi layanan

Tindak lanjut dalam manajemen kasus membutuhkan waktu, energi, dan dana. Peran ini bagi manajer kasus semakin lebih mengemuka ketika para profesional dan penyandang dana memahami pentingnya hal tersebut.

2 thoughts on “Manajemen Kasus

  1. kekek says:

    thanks ya ril…..infonya……seandainya semua paham….tentu ini tidak menjadi polemik….

    artikel yang menarik…..

  2. hermanvarella says:

    makasi mba kekek
    dah mampir ke Blog ku
    semoga saja bisa menjadi acuan dalam perdebatan tentang Peran manager kasus di Ranah CST bagi teman-teman ODHIV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s