bulan redup di kepala lelaki

bulan redup di kepala lelaki

bulan redup dikepala lelaki

telentang ia memandang bintang pari

langit malam sepertiga akhir, sunyi menemani

melayang asa dalam hembusan bayu di dingin pagi

seorang lelaki termenung, ditemani bulan dan kepak gagak dalam sunyi

pikirannya menembus awan, akankah sepi esok hari?

Lepas sudah takdir membelai sanggul ronce melati

Sungguh tak ingin untuk mengingkari janji kasih

Seorang lelaki menangis , bulan mengiba pada pagi

tatap hati nan dipagari mimpi mimpi

dibuang janji bersama cincin di jemari

dia berlari tak ingin menghalangi cahaya pagi

bulan redup di kepala lelaki

rindu dipendam bersama tanya kekasih hati

tak ingin untuk mengungkap kenyataan tentang diri

dia ingin menhadapinya sendiri

pondok gede 12 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s