Kiat Menulis Artikel Di Media Massa

Menulis opini (artikel) di media massa adalah pekerjaan yang mengasyikkan. Bukan sekadar karena uang (honor) yang akan kita terima atau kita akan dikenal oleh banyak orang karenanya. Lebih dari itu, kita juga telah berbagi ide (gagasan) tentang sebuah persoalan.
Dengan menulis opini, kita telah berbagi ilmu dengan para pembaca media yang bisa ribuan bahkan ratusan ribu jumlahnya. Karenanya, menulis opini sebenarnya merupakan wahana trasfer of knowledge yang sangat efektif, daripada seorang guru atau dosen yang mengajar di sebuah kelas, dengan paling banter 40 – 50 audiens saja.
Lalu, siapakah yang boleh menulis artikel dan persoalan apa saja yang bisa ditulis menjadi artikel (opini) ?
Artikel (opini) adalah pendapat atau gagasan pribadi seseorang yang disajikan dengan menggunakan bahasa populer (bukan ilmiah) di media massa. Banyak aspek yang bisa diangkat dalam sebuah artikel baik itu masalah sosial, politik, ekonomi, agama, budaya, teknologi, kesehatan dan sebagainya.

Bagaimana mengawalinya?
Kebanyakan orang cenderung kebingungan, bagaimana mengawali menulis artikel. Kebingungan itu terkadang berimbas pada rasa tidak percaya diri, takut atau khawatir tulisannya dianggap jelek, sehingga kebanyakan takut memulai dan tidak pernah melakukannya.
Untuk itu, mentalitas sangat harus dibangun. Rasa percaya diri harus ditumbuhkan. Membaca, diskusi, berlatih dan begitu seterusnya, niscaya kemampuan untuk menulis itu akan tumbuh dengan sendirinya. Menulis bukan lah bakat. Menulis juga bukan sekadar teori. Karenanya harus dipelajari dan diasah terus menerus.
Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan seseorang yang mau menulis opini? Teori yang lazim dikenal banyak orang, adalah :

A. menggali ide
kita mau menulis apa? Itu pertanyaan awal yang harus diajukan. Setelah ketemu, ada tema, maka cobalah analisis masalah (tema) yang akan kamu angkat dalam sebuah tulisan. Riset data. Diskusi lah dengan banyak orang. Sehingga analisis kamu terhadap tema itu benar – benar menjadi sebuah analisis kritis dan tajam, dengan tawaran solusi (problem solving) yang sangat brillian.

B. Membuat kerangka tulisan secara detail
membuat tulisan baik ilmiah maupun populer, sebenarnya sama saja. Pembukaan, isi (content) dan penutup. Kerangka dibuat adalah untuk memudahlan dan mensistematiskan tulisan agar runut dan enak dibaca.

C. Kumpulkan data dan refference (buku, majalah, koran, hasil penelitian dan lain sebagainya)
Data dan refference, berguna sekali untuk membangun analisis kita terhadap permasalahan yang akan kita tulis dan sebagai penguat analisis.

D. Mulailah Menulis
Terlalu banyak kita berteori. Sekarang, waktunya mulai menulis. Menulislah. Bebaskan pikiran anda untuk menganalisis masalah yang anda tulis. Sehingga, gagasan yang anda tawarkan nanti adalah gagasan original yang bermutu.

E. editing
Ini adalah proses yang harus dilakukan, untuk meneliti, apakah tulisan kita bagus atau nggak. Apakah sesuai dengan EYD? Atau, layak atau tidakkah tulisan yang kita buat itu, untuk dimuat di media massa?
Dalam mengedit tulisan, sebaiknya anda bisa mengajak kawan, senior, guru atau siapa saja yang bisa anda mintai komentar terhadap tulisan yang anda buat. Ajak mereka berdiskusi tentang tema tulisan anda. Dari situ, bisa dilihat, apa kekurangan dalam tulisan yang kita buat.

Yang harus diperhatikan

Ini juga teoritis. Tetapi barangkali ini masih penting bagi penulis pemula, agar mengetahui, bagaimana sih tulisan yang bagus?

· Aktual. Aktualitas harus kita perhatikan dalam menulis artikel. Bagi media massa, ini adalah “harga mati”. Karena permasalahan aktual lah yang membutuhkan banyak pemikiran untuk dicarikan solusinya. Lalu, bagaimana dengan permasalahan yang tidak aktual? Permasalahan yang tidak aktual itu suatu saat bisa menjadi aktual kembali, manakala ada momentum. Misalnya tema tentang RA. Kartini. Ini adalah wacana lama yang akan menjadi aktual kembali, ketika tanggal 21 April datang.

· Gunakan bahasa yang lugas. Jangan bertele-tele atau muter – muter. Karena selain membingungkan pembaca, tulisan itu akan menjadi kurang menarik karenanya.

· Kebaruan. Harus ada sesuatu yang baik itu data maupun pandangan (analisis) yang anda kemukakan. Jangan terlalu terhegemoni dengan memasukkan tokoh – tokoh besar dan pemikiranya dalam tulisan. Orisinalitas pemikiran justru akan diperhitungkan asal bagus, kritis, tajam, dan disertai solusi yang futuristik dan mencerdaskan.
· Kompetensi. Apakah anda orang yang berkompeten dalam menulis sebuah artikel? Kalau anda ahli agama, tentu tidak akan pernah dimuat jika menulis tentang kesehatan. Dan seterusnya …

Demikian. Serba teoritis. Penting sih … Namun harus diingat, teori bukanlah segala – galanya. Yang terpenting adalah bagaimana anda berlatih terus menerus. Praktek!

II. Tajuk (Editorial)
Sebenarnya antara tajuk dan opini nggak jauh berbeda. Sebagaimana opini, yang, aktualitas menjadi pertimbangan, Tajuk juga demikian. Bedanya adalah, kalau opini, semua orang bisa menulis. Sementara Tajuk (editorial), Pemimpin Redaksi lah yang berwenang dan mempunyai hak untuk menuliskannya. Karena Tajuk merupakan sikap redaksi terhadap masalah yang disorotinya.

III. Kolom
Kolom adalah tulisan sederhana tentang berbagai hal yang ada di sekitar kita. Tulisan ini biasanya menggunakan bahasa yang mudah dipahami, merakyat, kadang juga penuh canda.
Namun, menulis kolom tidaklah mudah. Karena ia harus peka terhadap lingkungan sosialnya. Apa saja bisa menjadi tulisan kolom. Banyaknya Anak – anak jalanan di sekitar Bangjo lalu lintas, di tangan Cak Nun akan menjadi kolom yang sangat analitis dan mengesankan. Dengan berbagai pandangan yang merakyat khas Kyai Kanjeng tentunya.
Banyaknya orang yang mengaji ke tempat seorang Habib di Kwitang Jakarta, di tangan Gus Dur, menjadi sebuah tulisan kolom yang menarik untuk dibaca. Lalu lalang Bus Kota, banyaknya pedagang dadakan, menjadi inspirasi tersendiri bagi Gus Dur untuk menuliskannya dalam sebuah kolom.
Nah, silakan anda menulis tentang apa saja di sekitar anda. Yakinlah bahwa anda bisa.

By posrainbow Posted in 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s