Lo homoseks juga ya? (Homoseksual bukan pilihan)

Satu sore seorang wanita teman kerjaku berkata, “Rel, homo itu kan orang yang memilih jalan yang berseberangan dengan jalan Tuhan.” ” ya, pantaslah mereka jika mendapatkan masalah dalam hidupnya”

Sedikit emosional aku mendebatnya. Menurutku Mba, baik Homoseks atau lesbian itu bukan pilihan, kebanyakan mereka dicipta dan diposisikan seperti itu. Tidak ada orang yang ingin dilahirkkan sebagai Homoseks. Rasa itu didatangkan bukan diminta atau dipilih. mereka tidak memilih untuk jadi seperti itu.
Dan karena itu bukan pilihan mereka jadi saya pikir Tuhan tidak akan berlaku diluar sifat Keadilan NYA.

“Jadi kamu pikir tuhan yang salah?”

Tidak, Tuhan mencipta dengan berbagai tujuan. jangan seorang Homoseks yang sejatinya manusia mahluk sempurna. Semut dan debu aja diciptakan dengan tujuan tertentu.

“Maksudnya?”

Tuhan menciptakan perbedaan dalam rangka manusia saling belajar dan saling mengenal. Dan yang terbaik adalah orang yang sukses dalam belajarnya dan bisa berbuat baik bagi manusia lainnya.

“Tapi bukankah manusia dikarunia akal untuk bisa merubah diri menjadi seperti yang diinginkan NYA?”

Ya, tuhan selalu ingin yang terbaik tapi bukan berarti heteroseks lebih baik dan mulia dari homoseks. Malah aku memandangnya yang terbaik di sisiNYA adalah yang bisa memberi banyak mamfaat bagi komunitasnya. siapa pun dia.

” Bagaimana dengan Kaum Luth dan Soddom? bukankah mereka dibinasakan Tuhan karena orientasi seksnya?”

Mba, mba…. Udah baca kitab suci Belum? Apakah pasti karena orientasi seksnya mereka dibinasakan? bukankah tuhan sudah membinasakan banyak umat sebelum dan sesudah mereka dan setahu saya tidak ada berita kalau kaum itu Homoseks juga seperti bangsa soddom dan gomorah.

“sekarang kan banyak Homoseks yang terjangkit penyakit kelamin bahkan HIV/AIDS atau malah jadi Psikopat, seperti Ryan sang penjagal?”

Pertanyaan nya adalah berapa banyak heteroseks yang mengalami kondisi yang sama dan melakukan kejahatan yang mungkin lebih sadis?
Homoseks tidak menjadi penyebab penyakit kelamin atau gangguan kejiwaan seseorang. yang menjadi penyebabnya adalah prilaku mereka yang tidak save dan sehat. Selagi mereka mau melindungi diri dengan kondom dalam melakukan hubungan seks dan mengendalikan diri dengan baik. aman.
Banyak kok mba homoseks yang berprestasi seperti kaum hetero. Mereka tidak berbeda….

” Loh semangat banget? Homo juga ya?”

Homo atau hetero sama saja kan mba?……

” Iya deh.. sama”…

he he he he he…..

Depok, jum’at minggu ketiga Juni 2009

Advertisements

TIPS Merencanakan Disclosure / Open Status orientasi seks

Disclosure atau buka status baik orientasi seks, penyakit atau hal lainnya yang bersifat pribadi adalah hak azazi setiap orang. Hanya pribadi bersangkutan yang boleh memberi tahu status orientasi seks seseorang kepada pihak lain apakah secara pribadi.

Masih terjadinya diskriminasi dan stigmatisasi menyebabkan komunitas gay / MSM banyak yang memilih menutup diri baik kepada keluarga, teman maupun masyarakat. Sementara di sisi lain lain ada kebutuhan untuk membuka status kepada pihak lain, dengan berbagai alasan, seperti untuk keperluan medis ( mis: saat periksa IMS ), alasan kenyamanan ( mis: dlm pertemanan ), alasan adanya kebutuhan ( mis: Butuh support dari keluarga ) ataupun banyak alasan lainnya.

Perlu dicermati beberapa hal agar proses Disclosure atau open status ini tidak berdampak buruk:

1. Pastikan dulu ada kebutuhan dalam diri bahwa anda memang perlu buka status.
2. Jika ada, Tentukan Siapa atau lembaga apa yang bisa membantu anda memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Analisa profile orang atau lembaga tersebut, pelajari beberapa kemungkinan jika mereka tahu bahwa anda Gay atau MSM.
4. Jika banyak nilai positivenya baru rencanakan Proses disclosure, termasuk masalah waktu, tempat, bagaimana caranya dan siapa yang perlu dilibatkan.
5. Minta bantuan case manager di komunitas, atau orang lain yg mungkin bisa membimbing anda dalam proses diclosure
6. Siapkan beberapa rencana antisipasi jika ada masalah atau tanggapan yang tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya.
7. lakukan disclosure dengan percaya diri dan hati-hati
8. Gunakan bahasa yang simple dan intonasi yang lembut.
9. Siapkan diri atas resiko terburuk. Kesiapan anda akan membantu untuk lancar selama proses berlangsung.

selamat mencoba…… Good luck guys…