Gender dan seksualitas Di Manjam ( sebuah hipotesis awal

Www.manjam.com merupakan situs pertemanan gay dan transgender di dunia maya. Saat ini, ada 48.484 pengguna yang berdomisili di Indonesia dan 28.478 menampilkan profil lengkap dengan photo (data 7 Juli 2010). Hal yang menarik adalah adanya karakter spesifik yang muncul dalam menampilkan data pribadi pengguna, tidak hanya data verbal dan photo yang menggambarkan tentang identitas gender dan seksualitas.

Photo dan data profil yang ada di Manjam, sebagai simbol yang menggambarkan identitas, dengan menggunakan teori representasi, data dan photo tersebut merepresentasikan tidak hanya identitas kelamin, gender, orientasi seksual, tetapi juga apa yang diinginkan dari pasangan, baik secara fisik, gender, seksualitas, dan lebih jauh perilaku seksual. Sang pengguna ingin menyampaikan pesan-pesan tertentu lewat photo dan data profil-nya kepada pengguna lain. Tujuannya: mendapatkan pesan (checking messages), mendapatkan pekerjaan (looking work), mencari akomodasi (looking accommodation), pertemanan (looking for friend), pertemuan langsung (looking to meet now), chatting (looking for chat), dan pertemuan nanti (looking for meet later).

Berbeda dengan situs pertemanan seperti Facebook dan Friendster yang terhegemoni oleh konstruksi sosial, sehingga malu-malu saat bicara gender dan seksualitas. Masih ada konstruksi salah dan benar, seperti yang diutarakan Gayle Rubin. Ketika konteks salah dan benar tersebut disublimasi secara subjektif ke dalam nilai-nilai individu, maka kebebasan pengguna menjadi terampas dalam mengekspresikan seksualitasnya. Pengalaman Roman di Jakarta misalnya, saat mengganti profil-nya dengan gambar telanjang dirinya. Beberapa teman di Facebook memprotes dan menganggapnya sebagai sesuatu yang salah, tidak pantas, tidak bermoral. Roman tidak bergeming karena merasa berhak mengekspresikan seksualitasnya. Tetapi apa yang terjadi, esok hari, Fecebook-nya diblokir operator dengan alasan pornografi. Dalam konteks ini, terjadi relasi kuasa yang tidak seimbang antara pemegang otoritas dengan pengguna. Pengguna tidak lagi mempunyai otoritas atas photo tubuhnya dalam dominasi kapitalis bernama Facebook.

Tidak jauh berbeda, Friendster dibangun dalam konstruksi heteronormativitas. Sehingga tidak tersedia ruang yang cukup bagi pengguna untuk bicara tentang gender dan seksualitas. Friendster hanya mengenal dua gender, yaitu male dan female. Meminjam istilah bahwa media mungkin adalah pemain terbaik dalam “aestetisasi” (aesthetation) (Du Gay, 1997) atau biasa disebut dengan “kulturalisasi” maka seksualitas dan identitas global yang meliputi proses-proses di mana image, tanda bahasa, dan representasi simbolik digunakan secara luas untuk produksi kebenaran tertentu (KGS V, 1 Juli 2010).

Manjam sepertinya berusaha lepas dari discourse-discourse global dan berusaha membangun discourse baru yang lebih maju ketika bicara gender dan seksualitas. Pengguna mempunyai ruang yang lebar untuk memenuhi profil dengan identitas gender dan seksualitasnya. Konstruksi gender yang dibangun adalah female, male, transgender male to female atau female to male.. Konstruksi gender yang dibangun sengaja melepaskan diri dari hegemoni heteronormativitas dan konstruksi sosial yang ada dalam masyarakat global.

Eksplorasi seksualitas sangat luas di Manjam. Eksplorasi atas tubuh: dengan memberikan keleluasaan untuk meng-upload photo, mulai dari wajah sampai penis, dari kepala sampai anus. Eksplorasi atas orientasi seksual: Manjam tidak hanya mengakomodir orientasi seksual, seperti heteroseksual, biseksual, dan homoseksual, tetapi juga orientasi seksual kepada binatang, eksibisionisme dan lainnya. Photo-photo menyajikan perspektif baru tentang tubuh tanpa terikat pada konstruksi sosial yang ada di dunia nyata. Penikmatan seksual menjadi sesuatu yang sah, apapun bentuknya. Anal seks, oral seks, masturbation, rimming, bondage, body contack, massage, kissing, petting dan lain-lain tidak lagi menjadi sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Ada konsep keterbukaan dalam usaha mencapai kepuasan yang coba digali dan dibicarakan dengan calon pasangan. Pilihan alat-alat bantu dalam mencapai kepuasan seksual pun tidak lagi menjadi sesuatu yang diungkap malu-malu. Semua ditawarkan dengan berbagai pilihan, mulai dari licra, kulit, pecut, seragam dan lain sebagainya. Bahkan ukuran penis menjadi sesuatu yang penting untuk dipromosikan. Ketika seksualitas menjadi sesuatu yang menarik untuk ditulis di profil dan diobrolin lewat dunia maya, maka kopi darat bisa jadi ajang pembuktian atas pencapaian orgasme yang luar biasa.

Pengguna Manjam berasal dari 120 negara, melintasi batas samudera dan benua. Sepertinya sesuatu yang luar biasa menelisik pola interaksi dari individu yang mempunyai latar belakang berbeda dalam sebuah ruang komunikasi publik yang secara terbuka bicara tentang gender dan seksualitas.

Manjam sebagai media mempunyai pemaknaan yang cair, tidak statis, dinamis, dan selalu berubah. Apa yang diinginkan penyampai pesan bisa dimaknai secara berbeda oleh pengguna yang berbeda. Sturch Hall mengemukakan bahwa pemaknaan bersifat cair dan sangat tergantung pada discourse. Dan discourse/wacana/diskursus adalah sesuatu yang terikat dengan hal lainnya. Tidak ada satu discourse yang berdiri sendiri. Discourse saling terkait dengan budaya, ekonomi, pendidikan, dan ada batasan waktu dan kewilayahan (Spatial Scale, Faucault,1965). Discourse yang dimiliki pengguna dari daerah, kota, dan negara yang berbeda tentu menghasilkan pemaknaan yang berbeda. Dalam konteks gay di Indonesia, sangat menarik untuk menelaah apakah keragaman gender dan seksualitas yang ada di Manjam juga merepresentasikan kehidupan mereka? Bagaimana hegemoni heteronormativitas pada diri mereka mampu direduksi dalam mengidentifikasi diri di Manjam? Dan apakah ada simbol-simbol seksual tertentu yang ada di profil pengguna lain berpengaruh kepada mereka dalam memulai sebuah hubungan? Atau mampukah mereka bicara terbuka tentang gender dan seksualitasnya untuk memenuhi semua ruang yang telah disediakan Manjam?

14 comments on “Gender dan seksualitas Di Manjam ( sebuah hipotesis awal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s