Tips seputar Kondom

Kondom, adalah sarung yang terbuat dari lateks digunakan dalam berhubungan seks. Pada masa lalu tersedia kondom yang terbuat dari usus binatang dan linen. Kondom mempunyai banyak mamfaat, mulai dari mencegah kehamilan, memperlama ritme permainan, menambah sensasi saat berhubungan seksual sampai mencegah penularan penyakit. Akan sangat disayangkan jika kelalaian kita dalam menikmati hubungan seks menyebabkan terinfeksi penyakit menular seksual dan atau virus HIV. Untuk itu tips berikut ini bisa membuat kondom berfungsi maksimal

• Simpanlah kondom di tempat yang sejuk , kering dan jauh dari jangkauan anak-anak.
• Periksalah tanggal kadaluarsa pada bungkus kondom dan strip, jika sudah kadaluarsa berarti kondom sudah tidak layak pakai.
• Periksa Kondisi bungkus dan strip.
• Gunakan kondom baru setiap kali berhubungan Seks, baik vaginal/anal maupun oral
• Gunakan pelumas hanya yang berbahan dasar air. Pelumas yang berbahan minyak , seperti Hand body lotion cenderung akan merusak kondom.
• Diskusikan dengan pasangan kondom seperti apa yang akan digunakan. Karena saat ini tersedia berbagai macam jenis kondom, mulai dari bentuk, aroma dan rasa. Variasi bentuk kondom mulai dari yang memiliki rumbai, bulatan tasbih, bintik, bergerigi dan lainnya, akan menghasilkan sensasi dan kenikmatan yang berbeda.
• Buka kondom dengan hati-hati: lakukan dengan dua jari tangan, hindari memakai kuku atau benda tajam seperti gunting atau cutter.
• Kondom di pasang saat penis ereksi sempurna,
• Mulai dari bagian gulungan kondom dan pencet ujung kondom agar tidak ada sisa udara saat kondom terpasang. ( perhatikan posisi gulungan kondom setelah dibuka, untuk lebih detail bisa ditiup agar terlihat posisi gulungan karet berada ).
• Gosokan pelumas dibagian luar kondom , dan bagian anus ( Pria) atau vagina (bagi wanita) dan beri rangsangan terlebih dahulu .
• Penis siap bekerja .
• Jika penetrasi / bersenggama berlangsung lama dan hot, ganti kondom baru untuk mencegah kerusakan.
• Saat selesai pasangan yang di anal /dipenetrasi/bottom harus membukakan kondom yang terpasang dipenis pasangan nya.
• Lakukan perlahan dengan memegang gulungan karet, tarik perlahan ke ujung penis.
• Ikat ujung kondom, kemudian buang di tempat sampah khusus.
Selamat menikmati rekreasi dengan hubungan seksual yang sehat

Advertisements

17 Agustus 2010; identitas diri, heteronormativitas dan HIV di komunitas GWL

Jakarta , 17 agustus 2010 jam 00.01

Sisa hujan mengenangi jalan setapak yang diapit rumah-rumah bedeng sangat sederhana. aku dan Edo ( Voluenteer Positive Rainbow) meninggalkan perkampungan kumuh di Sudut perempatan jalan protokol Jakarta timur. Kami melakukan kunjungan ke rumah seorang Queer. Kesakitan yang disuarakan nya lewat facebook membuat edo dan aku berusaha menjenguknya.

Sang Queer , Danty ( nama samaran) mengalami pembengkakan kelenjer limpa. Lehernya membesar, tubuh panas dingin, badan mengurus dan mulai tumbuh jamur di beberapa bagian tubuhnya. Kami berdiskusi tentang pengobatan.Danty hanya pergi ke klinik kecil di pojok perkampungan. Aku melihat beberapa butir ciprofloxacin dan vitamin yang masih tersisa. Danty mengeluh tidak punya cukup uang untuk berobat ke rumah sakit dan puskesmas yang agak jauh dari rumah nya. Selama puasa ia tidak bekerja. Perusahaan catering yang mengajinya Rp. 650 000-, sebulan tutup. dua minggu lalu tivi dan handphone nya hilang ditilap sahabat sendiri. Tidak ada lagi barang berharga yang dia miliki.

Miris perasaan ku ketika tahu Danty tidak memiliki kartu identitas. Tinggal di gubug, menyulitkan pengurusan kartu identitas. Perkampungan ini tidak legal, kumuh dan tidak memiliki izin menjadi tameng para petugas untuk engan melayani. Harus bayar RP 350.000-, belum termasuk uang tip untuk pejabat Rt, RW dan kelurahan yang meminta bagian. kalau tidak ingin KTP selesai perayaan agustusan tahun depan. Itu pun kalo selesai. Bagi danty, itu lebih setengah dari penghasilannya sebulan. KTP tidak lebih penting dari bayar uang sewa bedeng yang Rp.200.000-,. menjadi warga negara resmi, warga negara tercatat tidak lagi jadi kebutuhan Danty. Tercukupi makan saja di Ibu kota sudah cukup bagi nya. Danty, warga negara miskin, kelahiran bumi pertiwi, pribumi asli, dengan bahasa Jawa medog, dianggap tidak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini 17 agustusan 2010 loh, enam puluh lima tahun setelah UUD 45 menjamin bahwa pakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.Danty oh danty…….

Miris hati ku seperti rintik gerimis . Danty terbaring dengan bathin teriris. Sungguh tragis , tak ada pejuang yang tak kan tersenyum sinis. Ketika banyak pemimpin merayakan agustusan dengan wajah klimis, tersenyum manis. Danty ku, janganlah menangis…..

17 Agustus 2010 jam 13.00 WIB

Greg membuka album fhotonya. Dia bangga memperlihatkan fhoto-fhoto saat menjadi Atlit nasional salah satu cabang olahraga. Tubuh atletis dan wajah tampan adalah masa lalu nya. Greg, masih terlihat manis walau saat ini tubuh nya lebih sintal. ia tak suka aku bilang gendut. Beratnya 95 kg dengan tinggi 170 cm. Greg tinggal sendiri, pacar nya seorang pria yang disebut sebagai “lelaki” yang hanya datang saat membutuhkan nya atau istri nya sedang berhalangan. Greg merasa dirinya adalah wanita walau dalam keseharian tampil seperti lelaki “biasa”. Greg selalu melayani pacar nya dengan berperan sebagai perempuan dalam pakem tradisional yang harus menyiapkan makanan, pakaian, dan melayani kebutuhan seksual . greg sudah puas jika pacar nya puas. Senyum pacarnya saat kesenangan dilayani sudah membuatnya orgasme sendiri. Greg berpikir tidak berhak menuntut pelayanan yang setara dari sang pacar. Karena wanita dalam konsep Greg adalah pelayan yang harus “nrimo” perlakuan apapun. Beberapa kali Greg menangis padaku karena ditampar oleh pacar nya atau dipaksa membayar kekalahan di Meja Judi. Hubungan harus dibangun dalam relasi yang setara selalu ku pasak kuat di telinga Greg. Aku meyakinkannya tidak ada seorang pun yang berhak melakukan kekerasan dan penindasan dalam sebuah hubungan. konsep wanita adalah abdi pria yang melekat erat di keyakinan nya membuat kata-kata ku seperti memasak cadas yang padas. Ini 17 agustus 2010 loh, heteronormativitas masih mendarah daging dalam diri Greg yang homoseksual. Prinsip kesetaraan yang menjadi dasar dari kemerdekaan belum bisa dinikmati perempuan di Negeri ini. Jangankan Perempuan, wong yang hanya merasa perempuan saja, masih terhegemoni oleh konsep wanita sebagai abdi pria kok! Ada sisi lain dari kegagalan negara dan bangsa dalam mendidik dan memerdekakan semua jenis kelamin dan gender di negeri ini. Untuk orientasi seksual, tunggu dulu……..

17 agustus 2010 jam 16.00 WIB

Marvel tahu dirinya terinfeksi HIV kemaren. dia menelpon ku saat masih dirumah Danty. Marvel semalaman tidak bisa tidur, karena terkejut dengan hasil tes VCT, dan petugas rumah sakit hanya menemuinya 5 menit untuk pemberitahuan hasil. berhubung hampir tengah malam, diskusi kita sepakati di Sebuah mall . Pertemuan kita berlangsung di ruangan kosong lantai 3, ruangan dua kali luas lapangan basket, dengan tulisan gede ” SPACE INI DISEWAKAN UNTUK COUNTER” .Hati ku berpikir, pembangunan ini sia-sia, lima tahun berdiri tidak ada yang menyewa. Mengapa harus mengusur banyak rumah hanya untuk membangun ruang yang tidak berguna?. Masyarakat seperti danty butuh rumah dari pada tempat belanja. Tapi lagi-lagi itu hanya dalam hati. Berteriak pun percuma. Pemerintah saat ini sudah tak punya telingga untuk mendengarkan sesiapa. lebih baik fokus untuk melanjutkan diskusi dengan Marvel. Marvel yang sedang binggung dan berada dalam dilema.

Marvel, bercerita tentang ketakutan nya. Hiv adalah kematian dalam pikirannya nya. Penyakit yang belum ada obatnya. Lara hati karena masa depan yang menjadi mengambang. Pernikahan yang akan segera menyebar undangan . petugas kesehatan yang sebelah mata memandang. Dia bercerita mengetahui no telp ku dari pencarian di Google, karena menurutnya susah untuk menemukan pelayanan yang berbasis gay dan biseksual yang terinfeksi di Kota metropolitan sebesar Jakarta. Dalam bathinku, apalagi didaerah!

Marvel menangis mengiba. Air mata nya tumpah. aku memandang dengan tatapan hampa. Berkali-kali kucoba tenangin dia. Hidup mu masih sangat lama. Rubahlah air mata dengan tertawa. Bercandalah bersama kami yang berlatar sama. Tidak perlu mengiba pada sesiapa. Kita bisa bangun komunitas dengan menyatukan gerak langkah dalam tarian indah. Marvel tersenyum, ia seperti berada dalam keluarga. Memeluk ku mesra, tapi langsung kubilang kalo aku sudah ada yang punya. Dia tertawa. Aku berharap kabut duka di wajah nya benar-benar sirna. Ini 17 agustus 2010 loh, harus punya semangat untuk mengubah. Lakukan hal yang kecil agar semua menjadi mudah. Mulailah dari yang terdekat agar tak salah kata. Komunitas kita harus diperjuangkan seperti keberanian melawan penjajah. Bangkitlah Marvel, lawan semua stigma, senyumi setiap yang mencela dan jika mampu hajar jika ada yang berani membeda. MERDEKA!

17 agustus 2010 jam 18.00 WIB

Aku datang bersamaan dengan adzan Magrib, dirumah Suna. Suna tinggal bertiga. Dia dengan Prada di lantai bawah dan kakak nya dilantai dua. Prada dan Suna kedua terinfeksi HIV, dan sedang menjalani terapi rumahan untuk flek di paru nya. ARV nya ditunda, sampai dua bulan kemudian. Terapi paru tidak bisa bersamaan dengan ARV karena cara kerja kedua obat yang bisa merusak fungsi hati. Ini kali kedua, aku bertemu secara langsung. Semalam Suna memecahkan piring di kepala nya. Rasa putus asa membuat nya ingin segera menyelesaikan urusan di Dunia. Dia merasa tak punya muka ketika HIV membuat nya tergolek lemah . Pertanyaan mengapa dia terinfeksi membuat derita semakin parah. Aku selalu mendorong nya untuk terbuka pada keluarga. Karena pendapatku keluarga adalah tempat terbaik untuk penyembuhannya. Keluarga adalah adalah tempat berlabuh yang setia menerima.

Kakak nya turun tangga saat aku menyuap roti coklat dan kemudian meminum teh hangat yang disajikan Prada untuk berbuka. Karena dalam assestement sebelumnya ketakutan utama Suna adalah orientasi seks nya yang dianggap hina dan berdosa. Dia mengaku berasal dari keluarga yang beragama. Aku memulai diskusi dengan menjadikan diri ku terdakwa. Aku susah untuk mengaku berbeda. tapi demi kepentingan Suna tak apalah. Semua cara pantas dicoba. Kakak sunu terperangah ketika aku mengaku pekerja sosial dan berorientasi seksual berbeda. Aku gay, ingin membantu sesama.

Hampir sejam kami bertukar kata. Kakak Suna berusaha menghindar dari topik utama. Aku berusaha meyakinkan bahwa menerima Suna secara utuh, adalah pilihan bijaksana. Tak lupa ku tinggal lembaran foto copyan tentang homoseksual karangan Ibu Musdah Mulia beserta jurnal gandrung yang mengupas permasalahan yang sama. Harapan ku Agama seharusnya dipahami sebagai sesuatu yang mulia.Tuhan yang maha pencipta mustahil akan setuju dengan penghinaan dan pelabelan salah , berdosa terhadap ciptaan NYA yang paling sempurna. Karena manusia Disisi Nya adalah sama. Orientasi seksual, gender, jenis kelamin, status sosial,ekonomi, Ras, dan bangsa hanya dibedakan dalam tingkat Taqwa dalam artian pengakuan atas kekuasaan NYA. Ini 17 agustus 2010 loh, sudah seharus nya kita sebagai bangsa dewasa. Enam puluh lima tahun kita telah merdeka dari penjajah. Dan saat ini seharus nya kita juga terbebas dari dogma, norma dan peraturan yang meniadakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan saat ini adalah kebebasan dan kesetaraan bagi semua warga negara. Itu baru Indonesia yang MERDEKA.

K.H Husein Muhammad: Homoseksual Dalam Islam

Ourvoice berkesempatan mewawancarai K.H Husein Muhammad, pemimpin pondok pesantren Dar At-Tauhid Arjawinangun Cirebon, Jawa Barat. Beliau juga anggota Komisioner Komnas Perempuan 2009-2014. Selama ini beliau vocal dalam berbicara tentang kesetaraan gender. Dalam perbincangan yang kurang lebih 30 menit ini, K.H Husein mengungkapkan pendapatnya tentang homoseksual dikaitkan dengan kajian agama Islam. Berikut hasil wawancara Hartoyo dan Rikky (Ourvoice) dengan K.H Husein Muhammad.

Apa pandangan Kyai mengenai homoseksual?

“Sebelum berkomentar tentang homoseksual saya ingin menjelaskan dulu kalau ada pandangan yang mungkin tidak tersosialisasikan dengan baik atau belum tepat. Saya menilai banyak berpandangan bahwa homoseksual hampir sama dengan Sodom. Tapi selama saya mendengar dan mengikuti pertemuan-pertemuan tentang seksualitas ternyata homoseksual adalah orientasi seksual yang sejenis.

Menurut saya hasrat seksual itu adalah sesuatu yang alami. Secara umum memang orientasi seksual adalah heteroseksual. Tetapi ada fakta bahwa ada orang yang memiliki hasrat seksual sejenis, yaitu homoseksual. Karena itu hasrat seksual yang alami / given tidak bisa dilepaskan dari pribadi seseorang. Maka saya kira kita perlu menghargainya perbedaan itu. Kita tidak akan menganggapnya itu hubungan seks yang salah. Apalagi dianggap hubungan seks yang menyimpang. Saya kira istilahnya homoseksual itu tidak umum saja. Karena menyimpang itu berbedasekali dengan yang tidak umum.”

Bagaimana homoseksual dikaitkan dengan kajian agama?

“Saya menemukan bahwa “tidak ada pandangan keagamaan sejak masa klasik hingga saat ini yang mengapresiasi terhadap hubungan seks sejenis itu. Bahkan itulah yang muncul ditengah pikiran masyarakat secara umum di dunia Islam. Homoseksual sama dengan liwat. Perbuatan kaum Luth. Ketika disebut homoseksual maka asumsinya adalah Sodomi. Karena itu maka hukuman terhadap mereka dalam tafsir-tafsir maupun fiqih  itu sangat luar biasa beratnya. Bahkan konon justru lebih berat daripada hubungan perzinahan heteroseksual.”

Bagaimana kajian sejarah Luth terhadap homoseksual?

“Nyatanya bahwa cinta sejenis itu banyak ditemukan dalam sejarah manusia dimanapun. Pada masa Nabi sendiri, ada laki-laki yang berpenampilan dan berprilaku sepertiperempuan, terus mencintai sesama jenis apalagi di kerajaan-kerajaan didinasti-dinasti sejak awal Islam, cerita seperti itu banyak sekali. Tetapi yangtidak menonjolnya adalah disana ada Khasim-Khasim, mereka adalah laki-laki yang dikebiri untuk kepentingan itu.”

Lalu bagaimana pandangan K.H. Husein terhadap orientasi seksual yang given?

“Saya kirakalau dasarnya adalah orientasi seksual yang given/alami. Saya kira itu harusdihormati. Berbeda dengan orang yang karena kepentingan tertentu sepertimencari uang dari hubungan homoseksual bukan karena cinta.  Dan saya kira di banyak tempat itu adahubungan sejenis itu. Ada manusia yang mempunyai orientasi yang berbeda dengan dominannya. Jadi padasuatu saat bisa saja saya senang dengan laki-laki. Tapi itu bisa sesaat, nantibisa hilang lagi. Misalnya budaya mairil di pesantren. Budaya mairil tidak melakukan sodomi jadi hanya melakukan hubungan sex di paha dan juga melakukan sayang-sayangan seperti pacaran. Kemana-mana bersama bahkan ada yang memposisikan sebagai laki-laki mendampingi yang lain. Di pesantren hubungan seperti itu ketahu banyak orang, teman-teman dikalangan pesantren juga tahukalau ada mairilan.”

Apa yang harus dilakukan oleh tokoh agama dalam memandang kelompok homoseksual?

“Saya kiramemang harus ada pengetahuan awal bagi tokoh agama untuk memahami bahwa didunia ini ada kelamin jenis ketiga, ada orientasi seksual yang berbeda sebagai sesuatu yang nyata. Jadi kalau pengetahuan dasar ini tidak dipahami, maka selalu akan muncul sikap tidak empati bahkan cenderung menyalahkan dan seterusnya. Saya kira, minimal tidak menstigmastisasi terlebih dahulu.

Maka harus diberikan pandangan tentang realitas itu sendiri bagi tokoh agama. Saya terus terang belum ada keberanian yang cukup untuk secara vokal terlibat didalam komunitas itu. Meskipun beberapa kali ada teman-teman yang meminta saya,tetapi karena ada hal lain saya menolaknya. Saya sebenarnya cukup vokal untuk beberapa isu tetapi dalam kaitan relasi perempuan dan lak-laki bukan pada homoseksual. Saya sering mengatakan andai  ini direalisasikan, maka seluruh dari bangunan gagasan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan ini akan “hancur”. Saya kira di dalam dunia Islam sendiri tokoh-tokoh yang vokal dalam berbicara kesetaraan antara laki-laki dan perempuan belum berani berbicara secara terbuka soal homoseksual”

Bagaimana aturan fiqih tentang sholat soal homoseksual ini?

“Saya kiraorientasi seksual itu banyak sekali, tetapi itu dipahami secara kabur. Jadi adaistilah Khunsa yaitu  orang yang memilik idua alat kelamin,alat kelamin pria dan alat kelamin perempuan. Yang dipermasalahkan banyak pihak (ulama) adalah mukhonnas, yaitu laki-laki yang berprilaku seperti perempuan. Sedangkan yang disebutkan di fiqih-fiqih adalah khunza tadi. Sedangkan Khunza dalam aturan sholat di posisikan sebelum perempuan.  Artinya kalau urutannya,laki-laki dulu kemudian anak-anak, kemudian khunza, lalu perempuan.Jadi sebenarnya dalam Islam khunza sudah diakui.”

Apa ada kasus yang Kyai temui soal khunza ini?

“Saya kira tersembunyi sekali ya. Kemungkinan itu ada tetapi tidak pernah terlihat kepada publik. Dan kalaupun muncul maka segera dilakukan proses pemisahan jenis kelamin. Saya kira selama ini banyak yang melakukan praktek seperti itu.”

Di akhir wawancara K.H Husein Muhammad mengungkapkan bahwa seharusnya negara melindung isemua warganya. Harus dipahami bahwa negara didirikan untuk melindungi semua warga negaranya apapun latar belakang sosial dan latar belakang kehidupanpribadinya. Yang terpenting fungsi negara memberi ruang bagi semua orang.”

Sumber: http://www.ourvoice.com

Antibodi yang baru ditemukan membunuh sampai 91% dari jenis HIV

Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: poz.com Tgl. laporan: 9 Juli 2010

Ilmuwan pemerintah AS telah menemukan tiga antibodi baru yang potensial, salah satu di antaranya dapat menetralisir sampai 91% dari seluruh jenis HIV. Penemuan-penemuan ini dipublikasikan secara online pada 8 Juli 2010 dalam jurnal Science dan dilaporkan oleh The Wall Street Journal. Meskipun pada ilmuwan mengakui bahwa temuan mereka merupakan langkah ke depan yang penuh harapan, mereka mengingatkan bahwa hal tersebut akan memerlukan banyak waktu dan usaha sebelum mereka dapat diterjemahkan ke dalam sesuatu yang akan mencegah atau mengobati infeksi HIV.

Antibodi adalah elemen kunci dalam sistem kekebalan tubuh yang kita gunakan untuk mempertahankan diri dari bakteri dan virus. Antibodi membunuh mikroba ini secara langsung atau menandai penyerang asing untuk penghancuran oleh sel kekebalan tubuh lainnya. Sayangnya, permukaan luar HIV sangat mudah berubah oleh antibodi tersebut – yang dapat menetralisir hanya beberapa jenis – gagal untuk memeriksanya. Hal ini telah membuat rancangan vaksin, yang bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi, sangat menyulitkan.

Setelah serangkaian kegagalan dalam ilmu vaksin, peneliti telah berubah dalam beberapa tahun terakhir untuk mencari antibodi yang menetralkan, yang dapat membunuh beberapa jenis HIV. Beberapa antibodi telah diidentifikasi, tetapi tak ada satupun yang mampu menetralisir lebih dari 40% dari jenis HIV, dan semuanya cukup sulit bagi tubuh untuk memproduksi secara alami.

Wall Street Journal melaporkan bahwa, “Antibodi baru telah ditemukan pada sel seorang gay Afrika-Amerika yang berusia 60 tahun, yang dikenal dalam literatur ilmiah sebagai Donor 45, yang tubuhnya membuat antibodi secara alami. Peneliti menyaring 25 juta dari selnya untuk menemukan 12 yang menghasilkan antibodi tersebut.”

Belum jelas apakah atau bagaimana antibodi baru ini dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati HIV. Para peneliti akan fokus pada beberapa kemungkinan. Salah satu pendekatan mencakup memberikan antibodi secara langsung kepada orang-orang, khususnya dalam kasus untuk mencegah penularan dari ibu kepada bayinya. Pendekatan lain berkisar dari membangun vaksin tradisional, sampai mengembangkan terapi gen.

Apapun strategi yang paling menjanjikan, akan membutuhkan waktu untuk membuat vaksin tersebut menjadi tersedia. Gary Nabel, MD, PhD – salah satu pemimpin dari studi dan direktur Vaccine Research Center di Institute of Allergy and Infectious Diseases di Bethesda, Maryland – mengatakan pada jurnal, “Kami akan berada di sini untuk sementara sebelum keuntungan apa pun akan terlihat.

Artikel asli: Newly Discovered Antibody Kills Up to 91 Percent of HIV Strains

Edit terakhir: 7 Agustus 2010

Manajemen Kasus HIV di Indonesia

Manajemen Kasus

Manjemen kasus (Case mangement) adalah salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Pekerja sosial. Lahir lewat rumah-rumah imigran ( settlement houses) di Amerika serikat awal abad ke -18. Selanjutnya pendekatan ini juga dilakukan untuk kelompok-kelompok lainnya dalam masyarakat seperti; Masyarakat miskin, penyandang gangguan kesehatan jiwa, cacat fisik dan manusia usia lanjut. Dan tahun 1990, lewat kasus Ryan White ( Ryan White Care act), seorang anak yang terinfeksi HIV mulai lah pendekatan Manajemen kasus dilakukan untuk memastikan Orang yang terinfeksi HIV ( ODHIV) mendapatkan pelayanan yang terkoordinir dan berkelanjutan. ( Fleishman,1998).

Manajemen Kasus dapat dijabarkan sebagai; penggelolaan secara terkoordinasi semua sistim pemberi jasa perawatan guna memenuhi kebutuhan klien atau kelompok klien tertentu. ( Fleisher dan Hendrickson,2002). Di Tataran pelaksananaan pelayanan masih ada perbedaan paradigma perawatan dan siapa yang bertanggungjawab melakukan tugas ini sehingga sulit untuk menjabarkan yang menyeluruh tentang disiplin ini. Tapi disisi lain ada kesamaan persepsi tentang fungsi nya.

Managemen kasus untuk orang dengan HIV dan AIDS memiliki tantangan yang tidak sedikit. Mulai tantangan Psiko-sosial, keuangan, pengunaan narkoba dan atau alkhohol ( substance), penyakit kronis, kemiskinan, dan Diskriminasi ( Fleisher dan Hendrickson, 2002).

Manajemen Kasus  HIV Di Indonesia

Untuk pekerja sosial di Indonesia sebenarnya istilah managemen kasus bukanlah sesuatu yang asing. Pendekatan ini sudah dilakukan dalam penangganan populasi khusus, seperti anak-anak dengan penglihatan rendah, penyandang cacat dan gangguan kesehatan jiwa.

Secara konsep dan praktek manajemen kasus HIV  dikenalkan di Komunitas kesehatan Indonesia Oktober 2001 oleh seorang Pekerja Sosial profesional yang saat itu bekerja di Family Health international (FHI). Perkenalan ini dilanjutkan dengan diskusi dengan pekerja sosial dari STISIP Widuri. Dengan bantuan Tehknis dari FHI, dibuat lah pilot project  manajemen kasus untuk HIV. Pada awalnya terjadi sedikit tumpang tindih peran antara manager kasus dan konselor VCT ( Volountary counseling and testing / tes HIV yang dilakukan dengan konseling dan sukarela), karena melihat adanya beberapa fungsi yang mirip.

Tahun 2002, Manajer kasus HIV diperkenalkan dan masuk dalam strategi kesehatan Nasional Indonesia untuk Pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan HIV dan AIDS. Beberapa proyek penting penanggualangan HIV dan AIDS kemudian mulai diterapkan di Komunitas penguna Napsa suntik ( Penasun), komunitas Waria, komunitas gay, biseksual dan lelaki seks dengan lelaki lainnya serta perempuan pekerja seks.

Para manager kasus menjadi salah satu yang penting dalam Tim Pelayanan terpadu untuk perawatan, dukungan dan pengobatan ( Care support and Treatment/ CST) HIV. Tim CST di suatu layanan terdiri dari; Dokter spesialis, dokter umum, perawat, Konselor VCT, dan Manajer kasus. Untuk memperkuat kinerja nya sejak tahun 2004, Departemen Kesehatan Republik Indonesia memfasilitasi beberapa pelatihan CST dalam bentuk kursus secara paralel.

Pelatihan meliputi pelatihan untuk pelatih ( Training of Trainer) dan petugas manajemen kasus yang disebut manager kasus. Pelatihan dilakukan secara periodik dari berbagai wilayah di Indonesia.

Miskonsepsi seputar managemen kasus

Informasi masih seputar manajemen kasus  HIV bagi para petugas kesehatan, khususnya pemerintah, pada awalnya diterima dengan reaksi  penolakan dan keraguan. Kesalahpahaman pertama adalah anggapan bahwa manajemen kasus merupakan alat medis dan hanya dokter yang berwenang di bidang tersebut. Padahal kenyataannya manajer kasus bukan menanggani masalah medis. Ia menanggani masalah Psiko sosial dan membantu klien untuk bisa mengakses kebutuhan akan medis  dan membantu pasien untuk paham dan menjalani petunjuk petugas medis.

Kedua, istilah manajer kasus memberi gambar dan kesan “ karyawan manjerial dengan pakaian dasi” atau pengobyekan ODHIV sebagai “sebuah kasus”. Adlaha lebih tepat manajemen kasus HIV dipromosikan sebagai pendekatan sistematis yang memberdayakan ODHIV supaya kesehatan, kebutuhan dapat dicapai dalam proses yang sensitif terhadap kebutuhan individu klien. Dalam artian terjaga kerahasian klien, dilakukan secara profesional dan berkelanjutan dengan ouput akhir kemandirian .

Hingga saat ini telah dilatih lebih dari 1000 orang tenaga kesehatan dan staff Lembaga swadaya Masyarakat dalam manajemen kasus HIV.

Kesinambungan Manajemen kasus HIV

Kesinambungan manajemen Kasus HIV di Indonesia merupakan kekwatiran yang sungguh nyata. Pihak kemetrian Sosial sudah memfasilitasi untuk mengembangkan program pelatihan, diberikan kurikulum pelatihan yang baku (standar) dan menelurkan Manajer kasus HIV yang cakap di Bidangnya. Sekelompok pekerja sosial mendirikan Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarha ( Yayasan Layak) dengan tujuan utama memebrikan pelayanan manajemen kasus HIV kepada ODHIV di DKI jakarta . Sampai saat ini mereka telah mendampingi sebanyak 1874 orang yang terinfeksi HIV.

Titik awal ODHIV masuk ke layanan Manajemen kasus adalah lewat jalur perawatan kesehatan formal. Rumah sakit, poliklinik, puskesmas dan lain-lain tergantung pada tenaga manejer kasus yang tersedia dan saat ini masih terbatas hanya didanai oleh lembaga asing. Malah dengan berakhirnya program dari FHI sejak Pebruari 2010, layanan manajemen kasus seperti mati suri. Beberapa manajer kasus masih bekerja dengan prinsip kesukarelawanan dalam membantu ODHIV.  Masalah kesinambungan Manajemen Kasus HIV baru bisa diatasi jika Manager kasus HIV menjadi pegawai fasilitas layanan kesehatan yang juga menerima gaji.

Meningkatnya jumlah anggota rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang terinfeksi HIV di Indonesia merupakan masalah yang mengkuatirkan. Manajemen kasus HIV dengan penghuni penjara yang terinfeksi HIV sebelum meraka bebas menjadi sangat penting, dan menyiapkan mereka yang akan kembali ke keluarga dan masyarakat pun menjadi tak kalah penting. Khususnya dalam upaya mengurangi resiko untuk menularkan ke anggota lainnya di Penjara dan keluarga saat mereka pulang. Manajemen kasus untuk penghuni penjara merupakan kelompok yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut serta perhatian khusus di Indonesia.

Pembentukan Ikatan Manajer Kasus Indonesia (IMKI) sebagai Wadah dan jaringan bagi Manajer kasus HIV di Indonesia juga sudah di Inisiasi setahun yang lalu, sampai saat ini belum jelas hasilnya. sementara di lapangan semakin banyak manejer kasus yang sudah mulai menyingkir dari panggung kerelawanan. ketika idealisme para manajer kasus berhadapan dengan kebutuhan pokok, makan, tempat tinggal, pemenuhan kebutuhan keluarga dan lainnya. idealisme itu seperti membentur karang terjal. beberapa patah arang dan lari meninggalkan pelayanan terhadap ODHIV.

Sekarang setelah sepuluh tahun pengalaman manajeman kasus HIV di Indonesia, masih banyak yang harus dicapai dalam upaya membantu mereka yang hidup dengan HIV dan AIDS.