Konseling Disclosure pada Pasien TB MDR


Latar Belakang

A, seorang wanita berusia 19 tahun terinfeksi TB MDR dan menjalani pengobatan di RSU Persahabatan DKI Jakarta. A telah menjalani pengobatan selama 7 bulan dan telah dinyatakan konversi dan kultur negatif . A merasa sedih karena selalu menghindar berbicara tentang pengobatan yang tengah dijalani dengan pasangan. Karena stigma yang sangat kuat yang dia rasakan selama ini. Perasaan ketakutan diputusin sang pacar, alasan cinta yang sangat dalam membuat nya binggung dan  sulit tidur. Support yang didapat dari orang tua menjadi tidak lengkap, karena hubungan nya dengan pacar yang kurang mulus membuat nya jadi malas berobat dan sedih.

Kegiatan

Social worker mengadakan konseling disclosure dengan A. Dimulai dengan konseling disclosure awal dengan melakukan serangkaian pilihan cara membuka status, serta apa reaksi yang mungkin dari pasangan nya.  A memutuskan pembukaan status,  akan didahului dengan pertemuan dan diskusi tentang TB MDR dengan pasangan nya baru dilanjutkan kemudian social worker berbicara tentang apa yang di alami A.

Hasil

A menjadi lebih lega dan lebih bersemangat melanjutkan pengobatan dengan dukungan penuh dari pasangan. A lebih bersemangat dan berharap bisa secepatnya menyelesaikan pengobatan, dan hubungan dengan pasangan menjadi lebih hangat.

Aspek pembelajaran

Dukungan dari orang-orang terdekat, keluarga, pacar, sahabat bagi seorang remaja akan mampu membuatnya semakin patuh dan bersemangat menjalani pengobatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s