274212_1111598324_7316283_q

HIV RAPID TESTING DI INDONESIA

Rapid tes telah digunakan di Indonesia sejak tahun 2004. Saat ini HIV Rapid Tes di gunakan di berbagai layanan di Klinik, Puskesmas dan rumah sakit dalam bentuk layanan VCT, ANC dan PMTCT, PITC, mobile klinik serta untuk survey yang dilakukan misal nya oleh depatemen kesehatan ( IBBS) maupun universitas.

Saya sendiri telah menjalani VCT, dengan Rapid tes tahun 2005. Rapid tes membuat tes HIV hanya butuh waktu yang singkat , lebih murah dan efektif. Di dahului oleh konseling, kemudian pengambilan sampel darah sebanyak 2,5 cc lewat vena , menunggu selama 15 menit dilanjutkan dengan konseling akhir untuk mengetahui status HIV. Hanya membutuhkan satu jam hasil tes langsung di ketahui. Konselor memberitahu bahwa tes di lakukan dengan rapid tes.

Tes HIV dilakukan dengan serial tes. Jika hasil pengujian pertama negatif, maka tes di nyatakan selesai. Jika hasil awal Positif, maka pengujian akan di lanjutkan untuk komfirmasi. Hasil pengujian negatif atau positif, pengujian akan tetap dilanjutkan untuk komfirmasi ke dua. Jika tiga pengujian mempunyai hasil positif maka berarti tes HIV mempunyai kesimpulan positif. Jika dua positif dan satu negatif berarti kesimpulan adalah determinan. Kesimpulan determinan akan perlu pengujian kembali dalam 3 bulan ke depan.

Untuk menjamin bahwa pelayanan rapid tes memang tepat, ada badan pengawas yang memastikan bahwa prosedur testing telah dilakukan dengan benar. Badan pengawas terdapat untuk layanan di tempat misal nya puskesmas dan rumah sakit, juga tersedia untuk layanan rapid testing di klinik mobile. Departemen Kesehatan RI melakukan pengujian untuk semua tes HIV yang dilakukan di Indonesia termasuk rapid testing.

Selalu ada evaluasi yang terstandar baik sebelum digunakan, maupun setelah disetujui untuk digunakan. evaluasi dilakukan pada setiap jangka waktu tertentu. Biasanya sekali setahun. Untuk diagnosis positif dalam rapid testing di beberapa layanan rumah sakit dilakukan tes konfirmasi lewat EIA/ELISA based testing. Misalnya di RSCM Jakarta. Menurutku Konfirmasi ini tidak dibutuhkan karena Rapid Testing telah teruji. Dan pengalaman ku dan teman-teman di Positif Rainbow juga membuktikan tes konfirmasi ini hanya mengahabiskan waktu dan biaya. Semua teman-teman yang pernah melakukan tes konfirmasi dengan EIA based testing hasil nya sama tetapi mereka harus membayar lebih mahal untuk itu.

Di Indonesia , tes HIV termasuk Rapid tes selalu di dahului oleh konseling. Konseling bisa dilakukan oleh konselor yang terlatih dan bisa juga oleh dokter-dokter di rumah sakit dalam program PITC. Saat ini konselor yang terlatih telah tersedia di layanan tes HIV di seluruh Indonesia. Petugas-petugas untuk melakukan Rapid tes, mulai dari konselor, petugas laboratorium , dokter dan manager kasus telah dilatih sehubungan dengan rapid testing. Petugas-petugas ini menjadi ujung tombak untuk memberi informasi kepada klien saat mereka melakukan tes. Sehingga klien menjadi termotivasi untuk tes dan mempunyai keyakinan yang besar untuk hasilnya benar.

Petugas-petugas yang dilatih juga akan dimonitoring untuk memastikan kualitas pekerjaan mereka. Monitoring dilakukan oleh pemimpin di tempat layanan misalnya dokter diklinik, program manager di Komunitas, bahkan dinas kesehatan juga melakukan monitoring secara periodik, agar hasil rapid testing mempunyai standar kualitas yang baik. Semua tempat layanan ( sites) yang melakukan pencatatan untuk rapid testing yang dilakukan dan melaporkan hasil kerja mereka ke dinas kesehatan setempat. Dinas kesehatan mengumpulkan data, dan akan membuat laporan dalam skala wilayah dan Nasional sehubungan dengan capaian tes HIV di Indonesia. Hanya saja untuk pemantauan atau monitoring terhadap kualitas tes HIV dilayanan yang dilakukan oleh negara masih belum belum terstandar baik dari sisi waktu monitoring ataupun kualitas secara periodik. Ke depan perlu penguatan untuk fungsi pengawasan dan monitoring.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s