Slide26

Obat HIV AIDS telah Di Jual Bebas di Indonesia?

Berdasarkan data yang diungkapkan oleh P2PL ( Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan)  Kementrian Kesehatan Republik indonesia dari bulan Januari sampai Juni 2012 mencapai 9.883 orang sedangkan untuk AIDS adalah 2.224 orang dan orang positif HIV dan AIDS yang meninggal sebanyak 5.623. Setiap hari selama 2012 lebih dari 54 kasus infeksi HIV baru , 12 orang  memasuki fase AIDS, dan 30 orang ODHA   meninggal dunia. Angka yang cukup fantastis. silahkan baca juga data IBBS 2011  http://www.positiverainbow.com/slide1/.

Pengobatan untuk pasien selama ini dilakukan di Rumah sakit pemerintah terutama di Tingkat propinsi dan beberapa kota kabupaten. Obat di berikan secara gratis ( bersubsidi) dengan persyaratan CD4 dibawah 350 dpl. Ketersedian obat ( ARV /Anti Retro Viral) saat ini merupakan harapan hidup banyak ODHA di Indonesia. Obat di dapat dengan hanya mambayar biaya pendaftaran di Rumah Sakit-rumah Sakit Pemerintah. Di banyak Rumah sakit pelayanan ARV membutuhkan waktu 5-6 jam mulai dari pendaftaran sampai arv bisa dibawah pulang. Hal ini menjadi masalah serius bagi ODHA yang bekerja di sektor formal dengan jam kerja normal. Marc, seorang sahabat positive Rainbow ketakutan dipecat dari kantornya, karena selalu libur sehari  setiap bulan. Beberapa kali ia terpaksa minta bantuan teman lainnya untuk mengambil obat. Belum lagi persyaratan seperti harus melampirkan KTP setiap mengabil obat, pelayanan yang tidak ramah dan lain-lain. Teman lainnya di Positive Rainbow sebut saja Mando berkomentar “ Kadang saya berpikir untuk stop obat saja, karena melihat pandangan jijik dan kata-kata ketus petugas Farmasi , saya merasa diperlakukan seperti sampah”. Mando saat ini berobat di RSUD Duren Sawit Jakarta timur. Pelayanan yang tidak bersahabat membuatnya diri nya malas untuk datang mengambil obat.

Truvada dan Viread, Angin Segar atau malapetaka?

Informasi  tentang disetujuinya Kimia Farma sebagai Distributor lagi  ( KF juga distibutor tunggal utk ARV bersubsidi) untuk obat bermerek dagang VIREAD® (tenofovir disoproxil fumarate) untuk lengkapnya silahkan ku njungi :  www.gilead.com/pdf/viread_pi.pdf dan Truvada (tdf +FTC)( link:www.truvada.com) yang dijual bebas mulai bulan November 2012 . Informasi ini ditanggapi beragam oleh beberapa Komunitas orang positive dan pengiat HIV di Tanah Air   . Seorang pasien sebut saja namanya “Andy” berkomentar ” sepertinya rumah sakit tidak memiliki databased pasien nya,atau mereka menjual KTP ODHA ( pasien HIV)  untuk mendapatkan pendanaan?”, Belum lagi, pengambilan obat harus dilakukan di tanggal yang telah ditetapkan atau sesudah nya. Hal ini tentu saja sangat memberatkan bagi para ODHA, terutama bagi mereka yang bekerja kantoran.

. ” ini sepertinya bagus, saya lebih baik membayar daripada harus bolos sehari dalam sebulan” Marcel ( bukan nama sebenarnya) berkomentar tentang ARV non subsidi .

Tanggapan para aktifis HIV

Para aktivis HIV di Indonesia berkomentar beragam terkait penjualan ARV secara bebas ini, mulai menkuatirkan tentang ARV bersubsidi yang akan segera berkurang karena Kimia Farma sebagai Distributor tunggal berkemungkinan akan mendapatkan margin yang jauh lebih besar dengan ARV non subsidi yang di Jual bebas, bagaimana membedakan ODHA yang miskin dan berhak untuk ARV bersubsidi dengan yang tidak ( Aditya Wardana, Indonesia AIDS Coalition), sampai keraguan tentang pengawasan terhadap kepatuhan terapi yang bisa menyebabkan resistensi ( kekebalan Virus HIV terhadap obat)

Prof. D.N. Wirawan secara bijaksana menghimbau agar semua Community Based Organization dapat memantau hal tersebut, sehingga hal-hal yang tidak sejalan dengan pemenuhan kebutuhan ODHA terkait pengobatan dapat dilaporkan  dan diadvokasi sesegera mungkin.

Semoga.

4 comments on “Obat HIV AIDS telah Di Jual Bebas di Indonesia?

  1. Pingback: Obat HIV AIDS telah Di Jual Bebas di Indonesia? | O P S I – Network

  2. Kehebatan jamu herbal ini adalah menyembuhkan segala penyakit berat dengan cepat seperti diabetes, kanker, jantung, ginjal dll, ternyata kehebatan lainnya adalah

    Sembuh total dari penyakit hiv aids dari reaktif menjadi non reaktif, berkat jamu herbal sriaji yang terbuat dari akar2an di hutan dan ramuan tanaman obat di jawa. terbukti telah menyembuhkan 100 orang lebih penderita hiv aids. diberitakan di berbagai media massa seperti berita metro tv, radar bojonegoro, dll. info lengkap kunjungi http://www.jamuherbalsriaji.blogspot.com

    (layanan konsultasi sampai sembuh)
    Tampilkan lebih sedikit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s