Takdir ku?

cropped-10418354_844373198957965_7240848430755332390_n.jpgTakdir adalah ketika ketidakmapaman menghampiri ku/kepak ini patah tertahan/terjerembab dalam pelukan mu, menelusuri setiap jengkal tubuh ku/ menghitung setiap huruf yang membentuk untaian nama ku “herman varella sabir’/ramalan mu akan cinta ku/ sepertinya diri mu yang akan bertahta /mahluk indah, sekuat naga dan seagung biksu/ aku yakin itu kamu/saat malam di hotel sepulang menjelajah puncak tertinggi kota seoul/ aku, kamu telah satu/kita akan selalu satu/walau kau merintih ingin kan bahagian ku untuk mencapai langit/aku tak ingin selalu dibawah tubuh mu, rengek mu/biarkan aku mencapai langit dengan cara mu/bukan semua nya harus setara/itu perjuangan, rintih mu/ aku dan kamu telah mencapai mega, melampaui jalan panjang/saat tidak terpikir akan kesedirian di Kota mu / dan aku meratap sepi di sini/ menunggu enam purnama saat takdir menjemput ku/ pastikan, kata ku/ aku tidak mampu untuk pasti/ semua bisa berubah karena semesta yang berubah/kamu juga harus berubah/ jadi pengusaha adalah keagungan yang ditorehkan lewat garis melengkung di telapak tangan mu/ kamu kan bisa tetap membantu sesama jika takdir mu telah kau temui/tebal kumparan tangan mu, adalah pertanda /kamu akan melampaui hari ini/ aku merenung sambil memandang celoteh bibir mu/ bibir tipis mengucap setiap kata/dua garis merah itu membuat lukisan cinta di hati / kamu takdir ku /gumam ku mengaliri aliran darah di nadi /saat dingin menelusup lewat celah pendingin ruangan dan rintik hujan terlihat lewat kaca hotel/ Kita saling menghangatkan/aku, kamu satu.
Di saat musim hujan telah datang di kota ku/saat kita tak lagi bersama menyusuri tepian sungai dan berkejaran menuju pemberhentian Guang Buk Dong/saat musim panas negeri ginseng tak berbekas lagi disini/ kamu harus hati-hati dengan air/ takdir mu bisa jatuh jika elemen itu datang/ kesuksesan mu berbarengan dengan rapuh nya tubuh mu/kejatuhan karena air dan kebangkitan karena unsur api /jangan pakai nama terlalu panjang/ kamu tambahkan sendiri atau anugerah dari orang tua mu?/ nama yang panjang akan menyulitkan takdirmu/aku menyangkal mu/aku berhasil melewati banyak persoalan setelah kutambahkan nama lahir ku/kesakitan yang sangat telah lewat kataku/satu masa kamu akan kesulitan karena nama mu, tegas mu/aku ingatkan dengan cinta agar kamu waspada/ramalan ku dalam tujuan itu/aku tergugu/yakinkan aku kalau kamu selalu ada untuk ku/ bahkan saat masa kesulitan itu datang/research ku kan menghalangi ku menemui mu/tak ada masa untuk bersama/setidaknya untuk 2011/selepas januari di valentine days aku usahakan/kamu harus mampu sendiri/ sekarang aku sendiri/ tapi ku tak mau menyendiri/ku takut sepi
Saat ini ada takdir baru dalam hidup ku/mahluk indah, sekuat Naga dan seagung Biksu ternyata /takdir telah mempertemukanku dengan yang lainnya/bukankah di dunia ini ada tujuh sosok yang serupa/ mungkin dia salah satu nya/aku mulai meragui takdir ku untuk mu/sosok dalam ramalan mu itu menyeruak hari ku/ memijiti setiap titik kelelahan ku/mengingatkan saat raga ku harus ditransfusi energi baru/dia seperti kamu/indah dan kuat bagai naga/agung laksana biksu
Hari ini, saat rindu membuncah ingin menemui mu/Yakin ku akan ramalan mu atas takdir ku, seyakin penerimaan ku atas semua kejadian hari ini…..Takdir ada disini, dekat ….

Pondok Gede, 23 oktober 2015

saat gundah datang, dan kamu

tak kunjung kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s