Asosiasi Psikiater Amerika menyurati Asosiasi Psikiater Indonesia terkait LGBT

Renée Binder M.D. Presiden Asosiasi Psikiater Amerika

Pada tanggal 9 Maret 2016, Presiden Asosiasi Psikiater Amerika –American Psychiatric Association (APA), Renée Binder, M.D, dan Direktur Medis dan CEO APA, Saul M. Levin, M.D., M.P.A. menandatangani surat yang mereka layangkan kepada Asosiasi Psikiater Indonesia (IPA) untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka terkait homoseksualitas. IPA belum lama ini menklasifikasikan homoseksualitas sebagai gangguan kejiwaan, sebuah label yang salah yang sebenarnya sudah dibantah oleh banyak bukti-bukti penelitian ilmiah.

Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan orientasi seksual (heteroseksual, homoseksual dan lainya) sebagai pilihan.

Berdasarkan bukti ilmiah yang terakhir, memang menunjukkan bahwa orientasi seksual,  ekspresi gender dan identitas gender terjadi secara alami, dan tidak mempunyai ancaman terhadap masyarakat di mana orientasi seksual, ekpresi dan identitas gender tersebut diterima sebagai hal yang normal yang merupakan variasi seksualitas manusia.

Ada pendapat yang kuat yang menyatakan bahwa ada komponen biologis yang kuat terkait orientasi seksual yang mana ini bisa dipengaruhi oleh interaksi gen, hormon dan faktor lingkungan. Jadi intinya, tidak ada bukti-bukti ilmiah yang mengatakan bahwa orientasi seksual baik itu heteroseksual, homoseksual dan lainnya sebagai sebuah pilihan.

Usaha untuk mengubah orientasi seksual melalui “Terapi Konversi” bisa membahayakan. Resiko yang ditimbulkan dari terapi tersebut diantaranya, depresi, keinginan bunuh diri, kecemasan, mengurung diri dari masyarakat dan berkurangnya keinginan untuk berhubungan intim. Karena alasan ini, APA dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) tidak mengategorikan LGBT sebagai sebuah gangguan.

Setelah meninjau kembali bukti-bukti ilmiah, pada tahun 1973 APA memutuskan bahwa homoseksualitas bukan gangguan kejiwaan dan menghilangkannya dari DSM. Sejak saat itu APA sudah menyatakan bahwa tidak ada basis rasional, ilmiah dan lain sebagainya untuk mendrikriminasi atau menghukum LGBT. APA juga menyatakan bahwa konversi dan terapi reparatif hanya akan berujung pada sebuah tindakan perawatan paksa dan mempunyai potensi kekerasan terhadap individu LGBT.

Dalam surat yang ditulis Dr. Binder dan Saul M. Levin tersebut  berisi daftar sejumlah penelitian yang mendukung dan menegaskan pernyataan APA terkait isu-isu diatas. Asosiasi Psikiater Dunia  –The World Psychiatric Association (WPA) juga mengeluarkan pernyataan serupa yang menyatakan bahwa mereka menegaskan kembali bahwa tidak ada bukti bahwa orientasi seksual adalah pilihan dan bisa diubah. Berdasarkan fakta ini, serta banyaknya bukti ilmiah yang mendukung, APA dengan penuh hormat berharap bahwa anggota-anggota IPA akan menimbang kembali keputusan mereka.

Sebelumnya pada tanggal 2 Maret 2016, British Psychological Society (BPS) juga melakukan hal serupa. Mereka menyatakan bahwa keputusan IPA yang mengategorikan Homoskesualitas sebagai gangguan jiwa adalah salah.

Baca juga : British Psychological Society mengecam Asosiasi Psikiater Indonesia yang menyatakan LGBT sebagai penyakit jiwa

Sebenarnya juga sudah jelas bahwa dalam  Buku Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III yang diterbitkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1993, menyatakan bahwa  Homoseksual (Gay dan Lesbian) dan Biseksual TIDAK TERMASUK GANGGUAN JIWA.

Baca juga : Dr. Fidiansyah diminta meminta maaf atas pernyataannya yang mengatakan homoseksualitas adalah gangguan jiwa

Berikut surat resmi APA

apa 1

apa 2

apa 3

 

Atau bisa diunduh di sini : APA-denounces-IPA-LGBT-classification

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia

8 Maret 2016
Dr Tun Kurniasih Bastaman
Asosiasi Psikiatri Indonesia
Jl Prof Latumenten 1
Jelambar, Grogol Petamburan
JAKARTA 11460
Via info@pdskji.org dan tunbastaman@yahoo.com

Untuk Dr Tun Kurniasih Bastaman:
Kami menulis atas nama American Psychiatric Association untuk mengungkapkan keprihatinan kami atas pernyataan Asosiasi Psikiatri Indonesia baru baru ini yang mengklasifikasikan homoseksualitas sebagai gangguan mental serta pernyataan bahwa individu tersebut dapat disembuhkan dengan “perawatan yang tepat.” Berita menyampaikan bahwa IPA (Indonesian Psychiatric Association – Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia) mengatakan: “Orang-orang dengan homoseksualitas dan biseksualitas dapat dikategorikan sebagai orang-orang dengan masalah mental, “dan bahwa orang-orang tersebut menderita “masalah fisik, mental dan sosial, masalah pertumbuhan dan perkembangan, dan / atau masalah kualitas hidup, yang memicu adanya risiko pengalaman gangguan mental”. Kami juga memahami bahwa Anda telah membuat klaim serupa tentang individu transgender

Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan kembali posisi Anda, karena penelitian ilmiah yang terbaru dan terbaik menunjukkan bahwa orientasi seksual dan ekspresi gender yang berbeda terjadi secara alami dan belum terbukti menimbulkan kerugian bagi masyarakat di mana mereka diterima sebagai varian normal seksualitas manusia. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk mengubah orientasi individu – yang disebut “terapi konversi” atau “terapi reparatif” – bisa berbahaya, dan terkait dengan depresi, bunuh diri, kecemasan, isolasi sosial dan penurunan kapasitas keintiman.

Untuk alasan tersebut, APA Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) tidak mengklarifikasi kan individu lesbian, gay, biseksual atau transgender terganggu secara intrinsik.

Kami dengan penuh hormat menunjuk bahwa individu dalam PDSKJI yang menyebabkan perubahan dalam klasifikasi telah salah mengerti pentingnya penemuan ilmiah terkini, yang menunjukkan bahwa banyak faktor, termasuk baik biologis ataupun lingkungan, memainkan peran dalam membentuk orientasi seksual dan identitas gender. Secara singkat, orientasi seseorang bukanlah sebuah pilihan.

Ada bukti yang kuat bahwa genetiik berperan dalam menentukan seksualitas seseorang. Mustanksi, dkk, menulis dalam Annual Review of Sex Research : “Riset genetik menggunakan metodologi studi keluarga dan kembar telah menghasilkan bukti konsisten bahwa gen mempengaruhi orientasi seksual.” Kesimpulan ini dicapai setelah tinjauan komprehensif dari riset yang berhubungan sepanjang periode 10 tahun yang berakhir pada tahun 2002. Studi ini dan studi lainnya menunjukkan bahwa gen memang memainkan peran, meski tidak harus selalu peran satu-satunya, dalam menentukan orientasi seksual. Dan sebagaimana sifat (trait) yang ditentukan oleh genetis, hal ini (orientasi seksual) memiliki lebih dari satu gen yang turut berperan serta.

Sebuah studi Finlandia melibatkan 3,261 kembar Finlandia berumur 34-43 tahun, diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior pada tahun 2007 menunjukkan bahwa “analisis genetik kuantitatif menunjukkan bahwa variasi dalam perilaku gender atipikal dan orientasi seksual dewasa memiliki bagian yang disebabkan oleh genetik, dengan sisanya dijelaskan oleh efek lingkungan yang tidak terbagi.” Penulis mengutip dari studi di Belanda mengenai perilaku gender atipikal pada kembar umur 7- dan 10 dan orientasi seksual yang terbentuk kemudian hari, dimana riset ini menemukan bahwa faktor genetik terhitung berperan sekitar 70% variansi dalam perilaku gender atipikal untuk laki-laki dan perempuan, dan fenomena ini secara substansial berhubungan dengan homoseksualitas.

Ada bukti lainnya bahwa, sepanjang masa perkembangan janin, pemaparan terhadap jenis hormon tertentu dapat memainkan peran. Sebuah tinjauan pada tahun 2011 yang dilakukan oleh peneliti Belgia, Jacques Balthazart dan diterbitkan di jurnal Endocrinology menyimpulkan bahwa “rerata subjek homoseksual dulunya terpapar dengan kondisi endokrin atipikal sepanjang perkembangan,” dan bahwa “perubahan endokrin yang signifikan sepanjang masa embrio seringkali menghasilkan meningkatnya homoseksualitas”

Sebagai tambahan, faktor genetik dan hormonal secara umum berinteraksi dengan faktor lingkungan yang tidak dapat ditentukan, meskipun demikian faktor pola asuh yang ataupun pemaparan terhadap individu gay tidak menyebabkan homoseksualitas. Jumlah opini dalam komunitas ilmiah yang ada kebanyakan adalah hadirnya komponen biologis yang kuat untuk orientasi seksual dan bahwa faktor genetik, hormonal dan lingkungan berinteraksi untuk mempengaruhi orientasi individu. Tidak ada bukti ilmu yang menyatakan baik homoseksualitas ataupun heteroseksualitas adalah pilihan kehendak bebas.

Rice, dkk mencatat pada artikel tahun 2012 mereka bahwa “Studi prapuber dan kembar menunjukkan bahwa homoseksualitas memiliki unsur pewarisan dalam kedua jenis kelamin,” namun pemaparan masa janin (atau kekurangan pemaparan) dari hormon androgen yang bersifat memaskulinkan sepanjang tahap paling aawal dari perkembangan embrio memiliki hubungan yang kuat dengan orientasi seksual pada kedua jenis kelamin. Embrio perempuan yang terpapar tingkat androgen di atas rerata akan memiliki kecenderungan untuk menjadi perempuan gay, sebagaimana kekurangan pemaparan androgen dari rerata di janin laki-laki menghasilkan homoseksualitas.

Dalam artikel 2011 oleh Bao dan Swaab menjelaskan bahwa fenomena dari ketertarikan seksual yang berjalan memunculkan kondisi fisiologis tertentu pada seseorang dikarenakan diferensiasi seksual seseorang muncul belakangan di masa perkembangan janin daripada pembentukan alat kelamin, Sebagai hasilnya, feminisasi otak dapat terjadi pada janin laki-laki, disebabkan oleh pemaparan hormonal jauh sesudah menetapnya gender laki-laki.

Penting untuk mengakui bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa percobaan untuk mengubah orientasi seksual seseorang pernah berhasil, bahkan ketika subjek tulus ingin mengubah (orientasinya).

Pada tahun 1973, berdasarkan review penelitian ilmiah, American Psychiatric Association menetapkan bahwa homoseksualitas bukan merupakan gangguan mental dan dihapus dari DSM. Ini adalah posisi APA, yang mengungkapkan bahwa tidak ada dasar rasional, ilmiah atau lainnya, untuk menghukum atau mendiskriminasi orang-orang LGBT.

Dengan segala hormat untuk Anda dan orang-orang Indonesia, kami menyarankan bahwa pengklasifikasian homoseksualitas dan ekspresi gender sebagai gangguan intrinsik hanya akan menyebabkan pemaksaan “perawatan” dan kekerasan terhadap orang-orang yang tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan tidak bisa mengubah siapa mereka.

Kami berharap bahwa dengan menyediakan Anda data ilmiah tambahan di atas akan memberikan informasi terkait keputusan Anda. Kami mendorong Anda untuk mempertimbangkan bukti yang terkandung dan untuk mempertimbangkan kembali keputusan Anda. Kami siap untuk menjawab setiap pertanyaan yang mungkin Anda miliki.

Hormat kami,
Renée Binder, MD
President CEO

Saul Levin, MD, MPA
Medical Director

Terjemahan dikutip dari Sdr Ferene Debineva

Kasus HIV Tenaga Kerja Migran Di Taiwan

Saya beberapa minggu lalu dihubungi oleh satu orang sahabat dari Taiwan, yang mengetahui nomor kontakku lewat website ini. Dia mengaku baru saja tes HIV dan hasil nya positif. Nada kuatir, ketakutan dan tangisan terdengar lewat suara nya.

Saya terpaku mendengar ceritanya. Berusaha memahami apa yang sedang dialami, sambil dejavu dengan pengalaman ku sendiri. sebut saja Ganar, sahabat itu. Dia melanjutkan ceritanya, bahwa Lau Kung Tzi ( Kantor Departemen Tenaga Kerja Taiwan) memintanya untuk segera pulang ke Indonesia alias di PHK.  Agensi yang memberangkatkan tidak melakukan apa-apa. Walaupun hanya sepotong informasi tentang layanan bagi Orang terinfeksi HIV di Indonesia. Dia meminta waktu untuk mempersiapkan semuanya.  Lewat Website, akhirnya mempertemukannya dengan saya.

Bagi Tenaga kerja migran, ketika dia terinfeksi HIV ada  ketakutan mendasar :

1. Ketakutan akan infeksi HIV sendiri, sebagai penyakit yang belum bisa disembuhkan

2. Ketakutan kehilangan sumber mata Pencaharian karena alasan di PHK. Kebanyakan tenaga Kerja migran merupakan tulang punggung keluarga. ada beban berat sebagai orang yang menghidupi keluarga.

3. Kehilangan masa depan. Bagi Ganar, Infeksi HIV telah membuatnya kehilangan mimpinya; ingin membelikan rumah buat orang tua, membiayai pendidikan ponakan dan mandiri secara finansial.

4. Ketakutan menghadapi pertanyaan keluarga terkait resiko infeksi.  Bagi ganar, dia kesulitan menjelaskan  resiko infeksi, Orientasi seksual yang dia miliki

Ketiga ketakutan ini membuatnya hampir setiap hari menghubungiku. Ganar termasuk yang terpelajar, sehingga bisa mencari bantuan dengan mencari informasi dan bantuan lewat internet. Paling tidak dia bisa mendapatkan dukungan, seperti saat ini, dia mendapatkan dukungan dari Positive rainbow. Menurut Informasi yang dia terima dari seseorang petugas pendampingnya di Taiwan sana, sebelumnya ada 7 TKI lain yang langsung di pulangkan tanpa diberikan informasi terkait layanan pengobatan dan dukungan terhadap Odha di Indonesia.  Kantor Dagang Ekonomi Republik Indonesia di Taiwan, ternyata belum melakukan apa apa terkait issue ini. Akan bagaimana kah Nasib para Pahlawan devisa kita di rantau sana, saat tak ada perlindungan dan pendampingan dari Negara???

Bom Waktu Itu Bernama HIV AIDS

Dalam sebuah rumah berdinding semen dan berkamar tiga di Sorong, Papua Barat, impian Angelina pun perlahan memudar. Dulu ia pernah bercita-cita untuk menjadi seorang polisi wanita “karena saya melihat mereka membantu dan melindungi orang.”

Namun sudah lama impian itu sirna. Pada Juni 2002, suaminya yang bekerja sebagai ahli mekanik meninggal. Enam bulan kemudian bayi perempuan pertamanya pun juga meninggal. Baru pada bulan Oktober ia tahu penyebabnya. Belum juga hilang kesedihannya, perempuan 21 tahun itu diberitahu bahwa ia terinfeksi HIV. Kemungkinan besar suaminya terjangkit virus itu dari pekerja seks.

Angelina hanya salah satu korban yang polos dan  tidak tahu menahu tentang HIV di Indonesia. Ia hanya orang biasa yang bahkan tidak pernah melakukan tindakan beresiko tetapi tertular oleh orang yang berkelakuan tidak baik. Tentu saja banyak perhatian tercurah pada penyebaran HIV/AIDS di antara kelompok-kelompok yang beresiko. Tapi UNICEF justru memfokuskan pada anak muda dalam upayanya mencegah penularan virus ke masyarakat luas.

Sebagian besar anak muda Indonesia tidak tahu mengenai HIV/AIDS dan penyebarannya. Hanya sedikit yang mendapat informasi yang tepat tentang penyakit itu. Dalam satu penelitian, hanya satu dari tiga pelajar sekolah menengah atas di Jakarta yang tahu persis cara pencegahan penularan virus secara seksual.

Kurangnya pengetahuan ini menjadi sebuah bom waktu di daerah-daerah seperti Papua. Di sana anak muda mulai aktif secara seksual pada awal masa pubertas. Dengan memberikan pelatihan pada guru-guru sekolah menengah atas di Papua tentang ketrampilan hidup dan HIV/AIDS, UNICEF berharap generasi muda di Papua akan memahami konsekuensi dari seks yang tidak aman.

Menyangkut pendidikan sebagai satu pilar strategi lima tahun HIV/AIDS,  pemerintah Indonesia tetap berjalan di tempat. Karena itu UNICEF mencoba langkah berbeda dengan menyentuh langsung pelajar sekolah menengah atas.

“Saat kita berada di sekolah, kita mengkombinasikan strategi pendidikan ketrampilan hidup dan pendidikan sebaya untuk mencegah penularan HIV dan penyalahgunaan obat-obatan. Strategi itu pada dasarnya dirancang untuk memberikan kaum muda ketrampilan komunikasi antar pribadi, kreatifitas, kepercayaan diri, harga diri dan daya pikir kritis. Ini perlu untuk membantu mereka jika menghadapi kesempatan untuk mencoba obat-obatan atau melakukan seks yang tidak aman,” kata Rachel Odede, kepala unit HIV/AIDS UNICEF Indonesia.

Hambatan utama untuk pendidikan orang Indonesia adalah keyakinan bahwa penyakit ini hanya menjangkiti “orang tidak baik”  dan memang mereka layak mendapatkannya. Orang yang terinfeksi HIV/AIDS pun diberi stigma dan dipaksa pergi dari kampung halaman mereka. Mereka ditolak berobat ke dokter, diancam, dijauhi dan disingkirkan. Ketakutan dan stigma semacam itulah yang membuat para tetangga dan bahkan anggota keluarga Angelina tidak tahu sama sekali penyakitnya.

“Saya anggota aktif di gereja. Saya tidak ingin orang melihat ke saya dan berkata ‘Lihat, orang itu putrinya sakit’”, kata Yakobus, ayahnya. Ia seorang guru sekolah dasar yang mengambil pensiun dini untuk merawat putri bungsunya itu.

Meski orang Indonesia yang sekuler telah mengenal program keluarga berencana dengan slogan ‘dua anak cukup’, pembicaraan mengenai seks masih dianggap tabu oleh sebagian penduduk yang sebagian besar Muslim dan konservatif ini. Saat ini epidemi HIV/AIDS terkonsentrasi pada tingkat penularan HIV yang masih rendah pada penduduk secara umum. Namun pada populasi tertentu, tingkat penularannya cukup tinggi, yaitu di antara para pekerja seks komersil dan pengguna jarum suntik yang kian meningkat.

© UNICEF/IDSA/036/Estey

Seperti halnya Viet Nam dan China, epidemi HIV/AIDS di Indonesia masih digolongkan baru timbul. Para pakar memperkirakan ada sekitar 90.000 sampai 130.000 orang Indonesia yang terjangkit HIV. Tapi UNICEF yakin angka ini akan bertambah jika tidak ada perubahan perilaku populasi yang beresiko dan menjadi perantara.

Tidak sulit melihat gambaran penularan ini di masyarakat umum. Diperkirakan ada 7 sampai 10 juta laki-laki Indonesia mengunjungi pelacuran tiap tahunnya. Mereka biasanya enggan menggunakan kondom. Diperkirakan juga ribuan perempuan telah terinfeksi secara seksual oleh laki-laki yang menyuntikkan obat-obatan.

“Pada tahun-tahun setelah krisis moneter, kami melihat makin banyak orang muda pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Tampak pula terjadi peningkatan jumlah pekerja seks dan pengguna jarum suntik (IDU),” kata Dr Barakbah, kepala unit penyakit menular Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya. “Kita akan melihat lonjakan kasus AIDS dalam beberapa tahun mendatang. Kita juga melihat pertumbuhan eksponensial pada kasus-kasus HIV yang dilaporkan, terutama yang berasal dari tempat pelacuran. Penyebarannya sedang memasuki tahap ketiga, yang mengarah ke AIDS. Kami melihat makin banyak pasien,” tambahnya.

Untuk mengetahui bagaimana skenario ini terkuak, lihatlah kisah pekerja seks berusia 16 tahun, Reena (bukan nama sebenarnya). Ia beroperasi di Surabaya, daerah seks terbesar di Asia. Ia terinfeksi HIV positif  dan ia tidak tahu. Ia pun tetap melayani tamunya sampai 12 orang tiap minggunya. Tak satupun para pelanggannya dan beberapa ‘pacarnya’ itu yang menggunakan kondom.

Orang-orang tersebut adalah di antara 2.000 lebih pelaut yang singgah setiap minggunya di Surabaya, ibu kota Jawa Timur yang juga pusat pengiriman barang antara Jawa, Sulawesi, dan kepulauan bagian timur Indonesia.

Orang dari seluruh penjuru Nusantara menjuluki Surabaya dengan istilah ‘tiga M’ dalam kaitannya dengan penularan HIV/AIDS, yaitu “Men (laki-laki), Money (uang ) dan Mobility (mobilitas)”.

Saat ini instansi-instansi makin menaruh perhatian terhadap cepatnya penularan HIV/AIDS terhadap generasi muda Indonesia yang menggunakan jarum suntik. Sebagian besar dari mereka berumur dua puluhan dan aktif secara seksual.

Di beberapa daerah di Jakarta, diperkirakan 90 persen pengguna terkena HIV positif. Beberapa tahun lalu, demografi para pengguna obat-obatan mulai meningkat karena jatuhnya harga heroin dan para ahli kimia Indonesia mulai membuat shabu-shabu dalam jumlah besar (bahkan cukup untuk menjadi eksporter obat bius).

Seperti halnya di Thailand, penggunaan obat-obatan menarik para orang miskin di kota di Indonesia. Merekalah kelompok yang sulit diberi pengertian mengenai jarum suntik pribadi dan bersih.

Untuk mendorong kaum muda untuk memanfaatkan layanan pengujian dan konseling, UNICEF memberi dukungan teknis dan finansial kepada beberapa lembaga swadaya masyarakat untuk membantu generasi muda putus sekolah yang rentan terhadap penyalahgunaan obat dan eksploitasi seks.

Tapi lembaga-lembaga ini tidak bisa berjuang sendirian. Untuk memberi pemahaman ke masyarakat yang lebih luas, mereka butuh dukungan dan sumber-sumber dari pemerintah pusat dan daerah. Sayangnya, instansi pemerintah enggan untuk memimpin gerakan ini karena penyakit itu dianggap sebagai akibat dari ‘tindakan amoral’.

Beberapa langkah baru telah diambil. Para gubernur dari daerah-daerah yang penularannya parah bersedia menandatangani  perjanjian dan bersumpah untuk memusatkan segala sumber mereka untuk kemajuan penyuluhan mengenai penyakit itu. Tapi rupanya masih terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.

“Tantangan terdekat yang saya lihat adalah menterjemahkan strategi HIV/AIDS menjadi rencana tindak yang operasional dan konkrit,” kata Odede.

http://www.unicef.org/indonesia/id/reallives_3186.html

Saat Sahabat Meninggal Pagi Ini

Dulu

Ku ingat saat kita bersama menyusuri jalanan Ibu kota

Menikmati setiap pandangan yang mencibir

Kita hanya tertawa, kala sepuluh lelaki mengajak ke Peraduan nya

Kau, aku  dan mereka bergumul dalam keringat

Ada kepuasan di Setiap tetes air mani yang melembabkan bumi kita

Kau dan aku, hanya ingin kita mengungkapkan pada dunia

Bahwa kita manusia dari tanah yang sama

Nafsu yang sama

Surga yang sama

Surga Linga-linga tanpa Yoni

Tak peduli, saat pagi mereka terbangun dan meludahi muka kita

Sahabat, Ku ingat kau pernah bercerita

Tentang orang tua yang mengusirmu dari rumah

Tentang keharusan untuk menikah

Aku hanya bisa memeluk tubuh mu

Menangis bersama

Sahabat

Pagi ini saat pagi merah

Bayu bercerita tentang akhir perjalanan mu di Dunia

Kandida, typus, jantung, tuberculosis dan segala macam penyakit lainnya

Mengalahkanmu dalam satu kata

Mati

*****

Pagi yang emosional, 8 November 2012

Ku dedikasikan untuk semua Sahabat yang sedang berjuang untuk lebih sehat dan lebih baik

Teruslah berjuang….

Aku selalu bersama mu

Alamat peLayanan tes HIV dan ODHA di Indonesia

Pusat pelayanan untuk HIV dan AIDS, yang meliputi tes HIV ( Voluntary Counseling Testing ), pusat pelayanan ARV, Rawat inap dan kelompok dukungan untuk orang terinfeksi HIV telah tersebar di banyak kota di Indonesia. Berikut ini beberapa alamat rumah sakit, Lembaga swadaya Masyarakat dan kelompok dukungan sebaya, di antara nya:

DKI JAKARTA

Yayasan Srikandi Sejati (YSS)
Jl. Pisangan Baru III No. 64 RT 003/07, Matraman, Jakarta Timur
Telp/Fax : (021) 8577018
Email : srikandisejati_foundation@yahoo.com
srikandi_war@hotmail.com
Layanan :
– VCT di Klinik PKBI DKI Jakarta
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya Srikandi Urip untuk ODHA waria
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk waria dan pasangan/pelanggan di DKI Jakarta

Positive Rainbow

Jl. Teratai IV blok D5 no. 2o, komplek Duta Indah, Jatimakmur Pondok Gede

telp: 021 94461642, Cp: Edho:021 85383976, 081311114376, Arel 021 94461642

Layanan: manajemen kasus, kelompok dukungan sebaya Untuk Lelaki, Gay dan Biseksual

Sudinkes Jakarta Barat
# Klinik Jelia
Jl. Blustru No. 1, Kel. Mangga Besar, Jakarta Barat
Telp : (021) 5695342
Contact Person : Bisa dengan siapa saja di klinik
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 17.00 WIB

Puskesmas Kecamatan Kramat Jati
Puskesmas Kelurahan Bale Kambang
Jl. Raya Inpres No. 48, Jakarta Timur
Telp : (021) 87791352
Fax : (021) 87793604
Contact Person : dr. Diana
Layanan : IMS, VCT
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta
# Klinik Pisangan
Jl. Pisangan Baru Timur No. 2-A, Jakarta Timur
Telp : (021) 8566535
Fax : (021) 85909885
Email : medispkbi@dnet.net.id
Contact Person : Mbak Oda
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI)
Jl. Baladewa No. 34, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat
Telp/Fax : (021) 4241488
Contact Person : Bebas, bisa langsung dengan siapa saja di tempat.
Layanan : TB (bagi yang kurang mampu), VCT, dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 15.00 WIB
Pendaftaran : 08.00 – 09.30 WIB

Kios Informasi Kesehatan Universitas Atmajaya
Jl. Ampasit VI No. 15, Cideng Barat, Jakarta Pusat
Telp/Fax : (021) 34833134
Email : kios_info@cbn.net.id
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– VCT dan MK :
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WIB
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
# Pokdisus AIDS FKUI
Jl. Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat
Telp/Fax : (021) 3905250
Contact Person : Ibu Dian / bisa juga dengan siapa saja yang ada di klinik
Layanan :
– VCT
Senin – Jumat : 09.00 – 11.00 WIB
– Pengambilan obat untuk resep yang sudah ada dilakukan setiap hari (Senin-Minggu)

Rumah Sakit Umum Daerah Koja
Jl. Deli No. 4, Tj. Priok, Jakarta Utara
Telp : (021) 43938478 ext. 227
Contact Person : dr. Lukas (HP : 0816.4839886)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Infeksi Pernapasan Prof. Dr. Sulianti Saroso
# Bagian Konseling HIV
Jl. Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Telp : (021) 6506559 ext. 1503/1291/1292
Contact Person : Ibu Sukmawati, Ibu Tinta
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Dharmais
# Poliklinik Khusus HIV/AIDS
Jl. Letjen S. Parman Kav. 84-86, Slipi, Jakarta Barat
Telp : (021) 5681570
Email : dharmais@dharmais.co.id
Contact Person : Prof. Dr. Syamsurizal (Ketua Tim HIV/AIDS), Mbak Yanti (Konselor)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 12.00 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
# Bagian VCT dan Penyakit Dalam (Cempaka)
Jl. Kyai Caringin No. 7, Cideng, Jakarta Pusat, 10150
Telp : (021) 3503003 ext. 307/403
Hotline : (021) 70866133
Contact Person : Suster Nur, Suster Suaidah, Suster Hilda
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB
Sabtu : appointment

Rumah Sakit Duren Sawit
# Poliklinik NAPZA
Jl. Duren Sawit Baru No. 2, Jakarta Timur
Telp : (021) 8617601 / 8628659 ext. 1009
Contact Person : Perawat Irmin, Ibu Endang
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto
# Lt.4, Poliklinik Penyakit Dalam, Unit VCT
Jl. Abdul Rachman Saleh No. 24, Jakarta Pusat, 10410
Telp : (021) 3441008 / 3446463 ext. 2456
Contact Person : Ibu Lauren (koord. Konselor), Ibu Jenny, Elizabeth
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo
Jl. Bendungan Hilir No. 17-A, Jakarta Pusat, 10210
Telp : (021) 5703081 ext. 141 (bag. perawatan)
Fax : (021) 5711997
Contact Person : Tim HIV/AIDS
dr. Titin, dr. Mulya, dr. Abdurrohman, Firgi (Psikolog), Suster Novi
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Kepolisian Pusat Sukanto – Kramat Jati
Kramat Jati, Jakarta Timur
Telp : (021) 8093288 ext. 145
Email : rs_polri@pdpersi.co.id
Contact Person : dr. Rita (konselor)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Persahabatan
Jl. Persahabatan Raya, Jakarta Timur, 13230
Telp : (021) 4891708 / 4711220 ext. 664
Fax : (021) 4711222
Contact Person : Ibu Made Nulastri
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO)

# RSKO Cibubur :
Jl. Lapangan Tembak, Cibubur
Telp : (021) 7695461
Fax : (021) 7504022
Contact Person : Ibu Sarmini (HP : 0812.8016131)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WIB

# RSKO Fatmawati :
Jl. RS. Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan
Rumah Sakit Fatmawati
Jl. RS. Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : (021) 7501524
Contact Person : dr. Endang, Suster Desna
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB
BANTEN

Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang
# Klinik HIV/AIDS (Lt. 2, di atas UGD)
Jl. A. Yani No. 9, Tangerang
Telp : (021) 5523507 / 5526686 ext. 330
Contact Person : Langsung dengan petugas jaganya
Layanan : VCT, ART
Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu : 09.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Qadr Tangerang
Jl. Kompleks Islamic Village, Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang
Telp : (021) 5463104 / 5469105 / 5464466
Fax : (021) 5470775
Hotline : (021) 68315758
Contact Person : Bp. Hanafi (Sn & Sls), dr. Yuhendri (Rb & Kms), Bp. Nana Mardiana (Jm & Sbt)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 4.00 – 17.00WIB
Sabtu : 10.00 – 13.00 WIB

JAWA BARAT
Srikandi Pasundan
Jl. Leuwisari VIII No. 3, Bandung
Telp/Fax : (022) 5204592
Contact Person : Riri
Layanan :
– VCT di PKBI Jawa Barat
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukunga Sebaya untuk ODHA waria
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk waria dan pasangan/pelanggan di Bandung

Himpunan Abiasa
Jl. Lengkong Besar No. 88 (belakang), Bandung
Telp : (022) 4235013 / 91231807
Fax : (022) 4235013
Email : himpunan_abiasa@yahoo.com
Layanan :
– VCT di PKBI Jawa Barat
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA LSL
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL di Bandung, Cimahi, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Tasikmalaya, Bekasi, Karawang, dan Subang
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat

# Klinik Teratai Kesehatan Reproduksi
Jl. Sukarno Hatta No. 496, Bandung, 40266
Telp : (022) 70803955
Fax : (022) 7514332
Contact Person : dr. Siti Hanifah
Layanan : IMS, VCT dan MK
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB
# Klinik IMS PKBI Jawa Barat
Jl. Ence Azis No. 58, Bandung, 40181
Telp/Fax : (022) 4263717
Email : klinik_enceazis@yahoo.com
Contact Person : dr. Gunawan Basuki
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 18.00 WIB

Himpunan Konselor HIV/AIDS Jawa Barat (HIKHA)
Perumnas Sarijadi, Jl. Sarimanah II Blok V No. 171, RT 03/03, Sarijadi, Bandung, 40151
Telp/Fax : (022) 2019203
Email : hikhajabar@yahoo.com
Contact Person : Sri Judaningsih (HP : 0811.247072), dr. Sukarno Hendro Wibowo
Layanan : VCT dan MK
Senin – Jumat : 08.00 – 17.00 WIB
HIKHA menempatkan konselornya di 6 tempat, yaitu :
– RS. Hasan Sadikin 􀃎 Budi Widiyanto
– RSU Bungsu 􀃎 dr. Dina Pugar, Dedi Kurniawan
– RSUD Ujung Berung 􀃎 Citra Meilani
– BKPN (TB) 􀃎 dr. Dina Pugar
– Yayasan Bahtera 􀃎 Dedi Kurniawan, Kiki Alimudin
– Yayasan Graphiks 􀃎 Rudianto

Yayasan Bahtera
Jl. Cileutik No. 5, Terusan Buah Batu, Bandung
Telp/Fax : (022) 7508670
Email : ybahtera@indosat.net.id
Contact Person : Lina Marlina
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Sabtu : 10.00 – 17.00 WIB
Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin

# Klinik Teratai
Jl. Pasteur No. 34, Bandung
Telp : (022) 2041843
Contact Person : Bpk. Suherman, Bpk. Rachmat
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 11.30 – 12.30 WIB (untuk CD4)
Senin – Jumat : 08.30 – 13.00 WIB (untuk tes lab)
Senin – Jumat : 08.30 – 14.00 WIB (untuk VCT)
Sabtu : biasanya untuk pengambilan obat saja

Rumah Sakit Boromeus

# Bagian Pastoral Care
Jl. Juanda No. 100, Bandung
Telp : (022) 2552014
Fax : (022) 2504235
Contact Person : Bpk. Punto
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 12.30 WIB

Rumah Sakit Bungsu Bandung
Jl. Veteran No. 6, Bandung
Telp : (022) 4231550 ext. 137
Fax : (022) 4231852
Contact Person : Suster Ros (Penanggung jawab klinik) / HP : 0812.1491023
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB
Rumah Sakit Ujung Berung Bandung
Jl. Rumah Sakit No. 22, Ujung Berung, Bandung, 40612
Telp : (022) 7811794
Fax : (022) 7809580
Contact Person : Bpk. Haris
Layanan : VCT, CST
Pendaftaran Senin – Sabtu : 07.00 – 09.30 WIB
(Pemeriksaan sampai dengan habisnya pasien yang mendaftar)

Rumah Sakit POLRI Bandung
Jl. Moh. Toha No. 369, Bandung
Telp : (022) 5229544 / 5229546
Fax : (022) 5229245
Contact Person : dr. Khairil, Bpk. Aceng (dari bag. Pencatatan)
Layanan : VCT, rawat inap, ART
(karena masih belum ada kasus, jadinya telp dulu untuk membuat perjanjian)

Puskesmas Patokbeusi, Subang
# Klinik Resik
Jl. Raya Pantura, Desa Cibeures, Kecamatan Patokbeusi, Subang, 41262
Telp/Fax : (0260) 710358
Email : pkmpatokbeusi@yahoo.com
Contact Person : Ibu Devi
Layanan : IMS, VCT dan MK
Senin – Sabtu : 13.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Jiwa Dr. Marzoeki Mahdi
# Poliklinik NAPZA
Jl. Dr. Semeru No. 114, Bogor
Telp : (0251) 324025
Fax : (0251) 328129
Hotline : (0251) 343388
Contact Person : dr. Ayi (untuk konseling), Bpk. Maman (untuk bagian obat)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit PMI Bogor
Jl. Raya Pajajaran No. 80 Bogor
Telp : (0251) 324080 ext. 131
Fax : (0251) 324709
Email : rspmibogor@yahoo.com
Contact Person : Bpk. Iwan (Koord.)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 13.00 WIB
Jumat – Sabtu : 08.00 – 12.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi
Jl. Pramuka No. 55, Bekasi
Telp : (021) 8841005 ext. 30 (Bag. Penyakit Dalam)
Contact Person : dr. Sri, Ibu Hamda, Bpk. Erwin
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

JAWA TIMUR

Gaya Nusantara
Jl. Mojo Kidul Blok I No. 11-A, Surabaya
Telp : (031) 5914668
Hotline : (031) 70970121
Email : gayanusantara@indo.net.id
Website : http://www.gayanusantara.org
Contact Person : Ko Budijanto
Layanan :
– VCT bermitra dengan Puskesmas Perak Timur
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA LSL
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi

Persatuan Waria Kota Surabaya (PERWAKOS)
Jl. Banyuurip Kidul Gg. I-A/7, Surabaya
Telp/Fax : (031) 5613127
Email : perwakos2002@yahoo.com
Contact Person : Purwanti Triwahyudi
Layanan :
– VCT bermitra dengan Puskesmas Perak Timur
(konselornya ada di Puskesmas Perak Timur setiap hari Selasa & Rabu pukul 09.00 – 13.00WIB)
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA waria
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk waria dan pasangan/pelanggan di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi, Madiun, Nganjuk, Madura
– Waria Center : untuk pengobatan IMS per 2 minggu 􀃎 Sabtu, pukul 10.00 – selesai

Puskesmas Perak Timur
Jl. Jakarta No. 9, Pabean, Cantian, Surabaya
Telp/Fax : (031) 3524247
Contact Person : dr. Nurul, Ibu Kushartini
Layanan : IMS, VCT dan MK
Senin – Sabtu : 10.00 – 15.00 WIB

Puskesmas Putat Jaya
Jl. Kupang Gunung Barat VI/25, Surabaya
Telp: 031. 352 4247
Layanan IMS, VCT dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 17.00 WIB

Hotline Surabaya
Gd. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan (P4TK)
Jl. Indrapura No. 17, Surabaya
Telp : (031) 3566232
Fax : (031) 3566233
Hotline : (031) 3526118 / 3526119
Email : did@indo.net.id
Contact Person : Sista Ersanti
Layanan :
VCT dan MK di 3 tempat dengan jadwal sbb :
– Hotline Surabaya 􀃎 Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB
– RS. Dr. Sutomo 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 13.00 WIB
– Klinik Kesehatan Perempuan 􀃎 Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

Klinik Kesehatan Perempuan
Jl. Kalianak Timur Gg. Lebar No. 22, Surabaya
Telp : (031) 70993165
Contact Person : Langsung menghubungi Hotline Surabaya; akan diatur dari Hotline Surabaya
Layanan : VCT, MK, dan Kesehatan Reproduksi
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya
# Bagian Penyakit Dalam (Pav. 3 Khusus)
Jl. Gadung No. 1, Surabaya
Telp : (031) 8438153 ext. 3129 (pav. 3 khusus)
Fax : (031) 8437511
Contact Person : Ibu Etty (bag. Penyakit Dalam/pav 3 khusus)
Layanan : VCT, MK, ART (tidak ada jadwal khusus, mengikuti waktu kerja Rumah Sakit)
Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Soetomo
# Bagian Perawatan Intermedite Penyakit Infeksi
Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No. 6-8, Surabaya
Telp : (031) 5501163 / 5501068 / 5020079
Fax : (031) 5028735
Contact Person : Ibu Ria Rugayah Adam
Layanan : VCT, MK, ART
VCT 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIB
ART 􀃎 Rabu : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Dr. M. Soewandhi
Jl. Tambakrejo No. 45-47, Surabaya
Telp : (031) 3725905
Fax : (031) 3713651
Contact Person : dr. Ita Puspita Dewi, SpKK
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Ikatan Gaya Malang (IGAMA)
Jl. Hamid Rusdi No. 67, Malang
Telp : (0341) 335770
Fax : (0341) 715340
Email : igamamalang@yahoo.com
Website : http://www.geocities/igama.com
http://www.on.to/igama.com
Contact Person : Wenny
Layanan :
– VCT 􀃎 Senin – Kamis : 09.00 – 13.00 WIB
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA LSL
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL di Malang

Puskesmas Sumber Pucung, Malang
Jl. TGP No. 2 Desa Sumber Pucung, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang
Telp/Fax : (0341) 385230
Contact Person : Tidak ada, bisa langsung menemui dokter-dokter dari ASA di lokasi
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Kamis : 07.00 – 13.00 WIB (di Puskesmas)
Jumat – Sabtu (mobile clinic / ”jemput bola”)

Puskesmas Gondanglegi
Jl. Diponegoro No. 62, Gondanglegi, Malang
Telp/Fax : (0341) 879223
Contact Person : Ibu Ari
Layanan :
– IMS kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Syaiful Anwar
Jl. Jakgung Suprapto No. 2, Malang
Telp : (0341) 362101
Fax : (0341) 369384
Contact Person : Ibu Endang (koord. Poli Penyakit Dalam)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 07.00 – 12.00 WIB
Jumat – Sabtu : 07.00 – 11.00 WIB

Rumah Sakit Islam Dinoyo
Jl. M.T. Haryono No. 139, Malang
Telp : (0341) 551356 / 580798 / 565448 ext. 119
Fax : (0341) 551257
Contact Person : Dedi Darwanto
Layanan : VCT, MK, ART
Selasa, Rabu, Kamis : 09.00 – 12.00 WIB
Di luar hari-hari tersebut dengan perjanjian
Rumah Sakit Umum Kepanjen, Malang
Jl. Panggungrejo No. 1 Kepanjen, Malang
Telp : (0341) 395041 / 396627 / 397813
Ext. 225 (poliklinik) / 121 (bid. Pelayanan)
Contact Person : dr. Susilowati
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 07.00 – 11.00 WIB
Jumat : 07.00 – 10.00 WIB

Yayasan Sadar Hati
Jl. Kampar No. 9, Malang
Telp/Fax : (0341) 486795
Email : sadarhati@jangkar.net
Contact Person : Ibu Lili, Imam
Layanan :
– IMS dan kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WIB

Klinik Bakti Husada KK Bina Sehat
Jl. Letkol Istiqlah No. 42, Banyuwangi
Telp : (0333) 429303 / 421354
Fax : (0333) 424794
Contact Person : Bpk. Heru, Bpk. Hariyadi (direktur)
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Jumat : 07.30 – 16.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan
Jl. Letkol Istiqlah No. 49, Banyuwangi
Telp : (0333) 421072 / 421118
Contact Person : dr. Purwanto (HP : 0333-7718449)
Layanan : VCT, MK/CST, ART
Senin – Kamis : 07.00 – 14.00 WIB
Jumat : 07.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 07.00 – 14.00 WIB

JAWA TENGAH

Rumah Sakit Dr. Kariyadi
# Bagian Rawat Jalan
Jl. Dr. Sutomo No. 16, Semarang
Telp : (024) 8413476 / 8413764 ext. 6186
Contact Person : Ibu Retno (Psikolog), dr. Muchlis, SpPD (Ketua Tim)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 12.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 12.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Jl. Fatmawati No. 1, Pedurungan, Semarang
Telp : (024) 6711500
Contact Person : dr. Kartika (HP : 0818.291008), Bpk. Budi (HP : 0815.6514327 / 70208844)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Tugurejo
Jl. Raya Tugurejo, Semarang
Telp : (024) 70796200 (VCT) / 7605378
Contact Person : Mbak Wida
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 12.00 WIB
Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Semarang
Jl. KH. Achmad Dahlan No. 39 Semarang
Telp/Fax : (024) 8316758
Contact Person : dr. Nurhayati
Layanan :
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA
– TB, VCT, dan MK 􀃎 Senin – Sabtu : 07.00 – 14.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah
# Klinik Warga Utama
Jl. Jembawan No. 8, Semarang
Telp : (024) 7603503
Fax : (024) 7601989
Layanan : Klinik Kesehatan Keluarga. Untuk layanan VCT merujuk ke Klinik Kesehatan ASA

# Klinik Kesehatan ASA
Jl. Cempolorejo No. 33, Semarang
Telp : (024) 7603560
Contact Person : Satyawanti
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Yayasan Wahana Bhakti Sejahtera
Jl. Raden Patah No. 227-279, Semarang; d/h Klinik Budi Husada (Lt. 3)
Telp/Hotline : (024) 70779010
Fax : (024) 7612156
Contact Person : Teguh Prasetyo, Fauzi (HP : 0815.7710404)
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Klinik PKBI Semarang
Jl. Argorejo X/17, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat
Telp : (024) 7612948
Hotline : 0815.6620092
Contact Person : Mbak Niken (konselor)
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 19.00 – 17.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Tegal
Jl. H. Samanhudi, Trayemen, Slawi
Telp : (0283) 491808
# Klinik PKBI Tegal
Jl. Raya Suradadi Km. 12, Tegal
Contact Person : dr. Sokehun, dr. Guntur M. Takwin (Manager Klinik)
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Sabtu : 10.00 – 17.00 WIB

Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi, Solo
# Poliklinik Cendana (Poliklinik VCT)
Jl. Kol. Soetarto No. 132, Solo
Telp : (0271) 634634 / 637412 ext. 200
Contact Person : dr. Tatar (HP : 0811.259034), SpPD, dr. Joko Suwito, Ibu Mulid
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Oen, Surakarta
Jl. Brigjen Katamso No. 55, Surakarta
Telp : (0271) 643139 ext. 212 / 401 (UGD)
Fax : (0271) 660935 / 642026
Hotline : 0816.677407
Contact Person : B.M. Susilowati
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
Jl. Rumah Sakit No. 1, Banyumas
Telp : (0281) 796031 / 796511 / 7621111 ext. 122
Fax : (0281) 796182 (sekretariat)
Hotline : 0813.28800461
Contact Person : dr. Istanto (Penanggung Jawab Klinik)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Umum Prof. Dr. Margono Soekardjo
Jl. Dr. Gumbreg No. 1, Purwokerto
Telp/Fax : (0281) 632708 􀃎 minta disambungkan ke klinik VCT
Hotline : 0812.2512497
Contact Person : dr. Achmad Wiryawan, Dewi Nilam Sari
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 13.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

D.I. YOGYAKARTA

Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) DIY
# Klinik Kesehatan Reproduksi
Jl. Tentara Rakyat Mataram, Gg. Kapas JT-I/705, Badran, Yogyakarta, 55231
Telp : (0274) 586767
Fax : (0274) 513566
Email : pkbi-diy@yogya.wasantara.net.id
Layanan : IMS, VCT
Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

Lentera Sahaja
Jl. Taman Siswa, Gg. Basuki, Surokarsan MG-II No. 560, Yogyakarta, 55151
Telp : (0274) 419709
Fax : (0274) 513566
Email : lentpkbi@indosat.net.id
Contact Person : Jamaludin Alwi (Koord. Klinik)
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria di Yogyakarta
– Klinik IMS di Griya Lentera 􀃎 Selasa & Jumat : 16.00 – 18.00 WIB

Griya Lentera
Jl. Sosrowijayan Kulon GT-I/190 Yogyakarta
Telp : (0274) 586767
Hotline : 0812.2708753
Email : pkbi-diy@yogya.wasantara.net.id
Contact Person : Ibu Dwi
Layanan : IMS dan VCT
Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Bethesda
# Klinik Philia
Jl. Sudirman No. 70, Yogyakarta
Telp : (0274) 586688 ext. 1234
Fax : (0274) 563312
Contact Person : Bpk. Sarwinandyo
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
# Klinik Gempita
Jl. K.H. Achmad Dahlan No. 20, Yogyakarta
Telp : (0274) 512653 ext. 180
Contact Person : Zainuri, dr. Tuti Wardhani
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Sardjito
# Poliklinik Edelweis
Jl. Kesehatan No. 1, Yogyakarta
Telp : (0274) 587333 ext. 494
Fax : (0274) 565639 / 520410
Contact Person : Bpk. Suprapto
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.30 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Panti Rapih
# Poli Umum (Klinik VCT)
Jl. Cik Di Tiro No. 30, Yogyakarta
Telp : (0274) 563333 ext. 332 / 404
Fax : (0274) 564583
Contact Person : Ibu Suci, Ibu Retno Lestari
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 07.00 – 14.00 WIB (melalui perjanjian)

RIAU & KEPULAUAN RIAU

Klinik Puskesmas Lubukbaja
Jl. Baloi Center (Depan DC Mall), Batam
Telp : (0778) 7028596 / 7058982
Contact Person : Mbak Suryani (konselor)
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Kamis : 09.00 – 15.00 WIB
Jumat : 09.00 – 11.30 WIB
Sabtu : 09.00 – 13.00 WIB

Klinik IMS Budi Kemuliaan
Kompleks Nagoya Garden, Blok F/58, Batam
Telp : (0778) 454044 / 451281
Contact Person : Ibu Anna (bidan)
Layanan :
– Balai pengobatan IMS untuk Pekerja Seks karaoke dan diskotik, dengan waktu layanan :
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB
Sabtu : 09.00 – 12.00 WIB

Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB)
Jl. R.E. Martadinata, Sekupang, Batam
Telp : (0778) 322347
Fax : (0778) 322684
Email : franciscatanzil@yahoo.com
Contact Person : dr. Sisca (HP : 0812.7003080)
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria di Batam
– VCT dirujuk ke RS. Budi Kemuliaan.
Pendaftaran 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB
Sabtu : 09.00 – 11.00

Rumah Sakit Budi Kemuliaan
# Drop In Center YPAB ”CASPER”
# Klinik Konseling dan Tes HIV Sukarela
Jl. Budi Kemuliaan No. 1, Seraya, Batam
Telp : (0778) 433246 / 454044 ext. 313
Fax : (0778) 433246
Contact Person : Ibu Fransisca, Ibu Detty
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB
Sabtu : 09.00 – 11.00 WIB

Dinas Kesehatan Kota Tanjung Pinang
Jl. Nila No. 1, Tanjung Pinang, 29112
Telp : (0771) 317847
# Klinik IMS Puskesmas Tanjung Pinang
Jl. Juanda No. 1, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Telp : (0771) 318497
Contact Person : Ibu Ika
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Selasa : 11.00 – 15.00 WIB
# Klinik IMS Batu 15
Lokalisasi Batu 15, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Contact Person : Ibu Ika
Layanan : IMS, VCT dan MK
Rabu – Sabtu : 11.00 – 15.00 WIB
Keterangan : Di Klinik Batu 15 ini hanya pelayanan medis-nya saja, sedangkan untuk semua informasi, administrasi, dsb, ditangani oleh Puskesmas Tanjung Pinang

Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pinang
# Klinik VCT Kemuning
Jl. Kesehatan No.1, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Telp : (0771) 318374
Contact Person : dr. Eddy Sobri, SpPD (Penanggung Jawab VCT), dr. Anawati, dr. Melly,
dr. Rollwyn, Fajria Rahma (administrasi)
Layanan : VCT dan MK
Senin – Sabtu : 09.00 – 14.00

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Riau (KEPRI)
Jl. Ir. Sutami Km. 5, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
# Klinik IMS Batu 24, Puskesmas Tuapaya
Lokalisasi Batu 24, Desa Tuapaya, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan
Telp : (0771) 21876 / 26873
Contact Person : dr. Yossie (HP : 0815.6862833)
Layanan : IMS
4x Seminggu (Senin – Kamis) : 11.00 – 14.00 WIB
# Klinik IMS Bukit Senyum, Puskesmas Tanjunguban
Lokalisasi Bukit Senyum Km. 80, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan
Telp : (0771) 81500
Fax : (0771) 82200
Contact Person : dr. Ratih, Ibu Latifah (bag. Lab)
Layanan : IMS 􀃎 2x Seminggu (Selasa & Kamis) : 11.00 – 14.00 WIB

Puskesmas Tanjungbatu
# Klinik IMS Batu 7
KETERANGAN : Tidak ada nomor teleponnya untuk mengecek data. Telkom 108 juga tidak bisa dihubungi (untuk menanyakan nomor teleponnya).
Rumah Sakit Umum Daerah Karimun
# Klinik Sehati Blok D
Jl. Soekarno – Hatta (Jl. Poros) No. 1, Tj. Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau
Telp : (0777) 327808
Contact Person : Siti Ba’diyah
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB

SUMATERA UTARA

Yayasan Galatea
# Kantor 1 :
Jl. Laboratorium III No. 5, Medan, 20111
Telp/Fax : (061) 4512702
Contact Person : Irna Ningsih (bag. Lab.)
# Kantor 2 :
Jl. Setia Budi No. 226, Medan
Telp : (061) 8213103
Email : galatea_mdn@yahoo.com
Contact Person : Amri Yahya
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Sabtu : 09.00 – 17.00 WIB

Rumah Sakit Umum Haji Medan
Jl. RS. Haji, Medan Estate, Medan
Telp : (061) 6619520 ext. 189 (ruangan dr. JAMAL & Ibu Suryani) /
(061) 77211870 (langsung ke bag. VCT)
Contact Person : dr. Jamal, Ibu Suryani
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB
Rumah Sakit Umum Adam Malik
Jl. Bunga Lau No 17. Medan
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB

SUMATERA BARAT

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat
# Cemara
Jl. Sutan Syahrir No. 50, Madang
Telp/Fax : (0751) 39630
Email : pkbisumbar@netpadang.wasantara.net.id
Contact Person : Arven Reinata
Layanan :
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk remaja, bersahabat dengan remaja LSL
– VCT 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB
SUMATERA SELATAN

Rumah Sakit Umum M. Hoesin
# Bag. VCT Klinik Melati
Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5 Palembang
Telp : (0711) 354088
Contact Person : Ibu Novi (HP : 0816.381016)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.30 WIB
Sabtu : 08.00 – 12.30 WIB

Rumah Sakit Jiwa Palembang
Jl. Kol. H. Barlian Km. 6, Palembang
Telp : (0711) 410354 􀃎 minta disambungkan langsung dengan Bpk. Edy
Contact Person : Edy Radiyanto (Ka.Bag. Sekretariat)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan
Jl. Kol. H. Burlian / Mahkamah Militer Km. 6, Palembang
Telp/Fax ; (0711) 420786
Email : pkbi@palembang.wasantara.net.id
Contact Person : Bpk. Amirul Husni
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria
– IMS, VCT, MK 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

BENGKULU

Rumah Sakit Umum Dr. M. Junus
Jl. Bhayangkara, Sidomulyo, Bengkulu
Telp : (0736) 52004 ext. 314
Contact Person : Ibu Wahyu, Prima (HP : 0815.7936829)
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

LAMPUNG

Rumah Sakit Umum Dr. H. Abdoel Moeloek
# Pokja HIV/AIDS Lampung (di Bag. Penyakit Dalam)
Jl. Dr. Rivai No. 6, Penengahan, Bandar Lampung
Telp : (0721) 703312 / 703952 / 7462256
Contact Person : Ibu Sumarni (HP : 0812.7941150), dr. Fermizet Rudi, SpPD
Layanan : VCT, ART
Selasa, Kamis, Sabtu : 09.00 – 11.00 WIB

JAMBI

Rumah Sakit Umum Jambi
Jl. Letjen Suprapto, Jambi
Telp : (0741) 62364 / 668794
Contact Person :
– dr. Enny (bag. Pelayanan)
– Etty (bag. Perawatan)
– Metty (bag. Penyakit Dalam)
– Mira Diany (bag. Poli Jiwa)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 12.00 WIB

BALI

Yayasan Gaya Dewata
Jl. Suli No. 132, Denpasar
Telp/Fax : (0361) 234525
Email : gayadewata@indo.net.id
Contact Person : Didi Yudianto
Layanan :
– Kelompok Dukungan Sebaya Waria Cantik (Warcan) Plus untuk ODHA waria
– IMS, VCT (tes HIV dirujuk), MK/CST 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA
Yayasan Kerti Praja
Gedung WM, Jl. Raya Sesetan No. 270, Banjar Pegok, Sesetan, Denpasar, Bali, 80223
Telp : (0361) 728916 / 728917
Fax : (0361) 728504
Email : ykpdps@dps.wasantara.net.id
Contact Person : dr. Satriyani
Layanan : VCT, MK/CST
Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WITA
Sabtu : 09.00 – 13.00 WITA

Yayasan Citra Usadha Indonesia
Jl. Sari Gading Timar No. 1, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 263850
Fax : (0361) 229487
Hotline : (0361) 246788
Email : ycui@denpasar.wasantara.net.id
Contact Person :
– Denpasar 􀃎 Novita E. Wuntu dan Ari Erawati
– Singaraja 􀃎 Carnawirata dan Sukiarta Made W.
– Negare 􀃎 Nenga S. Wardhana
Layanan : VCT dirujuk ke RS. Sanglah (disesuaikan dengan waktu layanan RS)

Yayasan Mata Hati
Jl. Pasekan No. 5, Batu Bulan, Gianyar, Bali
Telp/Fax : (0361) 299711
Email : yayasanmatahati@telkom.net
Yayasan-matahati@telkom.net
Contact Person : Alfrendo, Nitta
Layanan : VCT dan MK/CST (tes HIV dirujuk)
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA

Yayasan Kesehatan Bali (YAKEBA)
Jl. Merthasari No. 36-A, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 724699 / 724159
Fax : (0361) 724699
Email : bob@yakeba.com
Contact Person : Mr. Bob Monkhouse, I Gusti Ngurah Wahyunda
Layanan :
– Kelompok Dukungan Sebaya Klub Hidup+ untuk ODHA
– VCT 􀃎 Senin, Rabu, Jumat : 08.00 – 17.00 WITA
– MK/CST 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 17.00 WITA

Yayasan Hati-hati
Jl. Dewata I-A/8 Sidakarya, Denpasar, Bali, 80224
Telp/Fax : (0361) 722979
Email : hatihati@dps.centrin.net.id
Contact Person : Noddy, Putri
Layanan : VCT (tes HIV dirujuk) 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali
Jl. Gatot Subroto IV No. 6, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 430214 / 430133
Fax : (0361) 430214
Email : pkbibali@dps.centrin.net.id
Contact Person : Bpk. Ketut Sukanata, SH
Layanan : Klinik IMS 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WITA

Rumah Sakit Sanglah
# Klinik Paviliun Nusa Indah
Jl. Kesehatan No. 1, Denpasar, Bali
Telp/Fax : (0361) 7416791
Contact Person : Agung Anom Suryani
Layanan : IMS, VCT, MK/CST, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WITA

Yayasan Bali Nurani
Jl. Gunung Sari III/7, Banjar Sari Buana, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 486009 / 7435725
Fax : (0361) 486009
Email : info@balinurani.org
Contact Person : Bpk. Yarianto
Layanan :
– Rehabilitasi Narkoba
– VCT dan MK/CST 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA

Wargas Singaraja
Jl. Gajah Mada, Lingkungan Tegal Mawar RT 04, Singaraja, Bali
Telp : (0361) 28289
Email : siskalove@hotmail.com
Contact Person : Siska (HP : 0813.38675794)
Layanan :
– Organisasi LSL
– IMS dirujuk ke Klinik Puskesmas Sawan dan Crisis Care (pengobatan gratis di Lovina)
– VCT dirujuk ke RSUD Buleleng (Klinik Edelweis) dan Yayasan Kerti Praja Denpasar
􀃎 disesuaikan dengan waktu layanan RS dan Yayasan Kerti Praja

KALIMANTAN BARAT

Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Kalimantan Barat
Jl. Letjen Sutoyo No. 17-A, Pontianak, Kalimantan Barat
Telp : (0561) 743446
Fax : (0561) 748384
Email : pkbi@pontianak.wasantara.net.id
Contact Person : Bpk. Mulyadi (direktur PKBI Kal-Bar), dr. Rizka
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria
– IMS 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WITA
– VCT 􀃎 Jejaring dengan RSU Dr. Soedarso, RSJ Pontianak, RSU St. Antonius
(disesuaikan dengan waktu pelayanan di RS)

Rumah Sakit Umum Dr. Soedarso
Jl. Dr. Soedarso No. 1, Pontianak
Telp : (0561) 737701 / 7069067 (langsung ke bag. VCT)
Fax : (0561) 732077
Contact Person : dr. Wiwi Endang Susanti (HP : 0813.45141100)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Jiwa Pontianak
Jl. Ali Anyang No. 1, Pontianak
Telp : (0561) 767525 / 764004 (langsung ke bag. VCT)
Fax : (0561) 732420 / 764004
Contact Person : Darmansyah, Junnaedi
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 07.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Umum St. Antonius
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 249, Pontianak
Telp : (0561) 732101
Contact Person : Bpk. Zidai
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WITA

Rumah Sakit Umum Dr. Rubini, Mempawah
# Klinik VCT Sahabat
Jl. Dr. Rubini No. 1, Mempawah
Telp : (0561) 691026
Hotline (24 jam) : (0561) 7086612
Contact Person : dr. Wahyu, Ican (HP : 0813.45288151), Pri, Evita
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WITA

Rumah Sakit Umum Dr. Abdul Aziz, Singkawang
Jl. Dr. Soetomo No. 28, Singkawang
Telp : (0562) 631798 / 636319
Contact Person : Ibu Neni Yusmaniarni
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 07.00 – 15.00 WITA (jika mendesak, malam masih bisa dilayani)
Minggu : Appointment (tergantung konselor dan kliennya)

KALIMANTAN TIMUR

Rumah Sakit Dirgahayu
Jl. Merbabu No. 62, Samarinda
Telp : (0541) 742161 / 742116
Contact Person : dr. Budi (Poliklinik Umum)
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WITA

Rumah Sakit TNI Dr. R. Hardjanto
Jl. Tanjungpura I, Balikpapan
Telp : (0542) 414333 / 423409
Contact Person : Bpk. Nyoman, Bpk. Fajar (0815.20319808)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.30 WITA

KALIMANTAN TENGAH

Rumah Sakit Umum Dr. Dorys Sylvanus
Jl. Tambun Bungai No. 4, Palangkaraya
Telp : (0536) 3221717 / 3229194
Fax : (0536) 3229194
Contact Person : dr. Nyoman (bag. Pelayanan Medis) / HP : 0812.5080763
Layanan :
– IMS 􀃎 Senin – Sabtu : 08.00 – 11.00 WITA
– VCT (sudah disiapkan, tapi belum berjalan)
􀃎 rencananya buka Senin – Jumat : 11.00 – 12.00 WITA

SULAWESI UTARA

Rumah Sakit Teling Manado
Jl. 14 Februari, Teling Atas, Manado
Telp : (0431) 852250 (UGD)
Contact Person : Sherly, Femmy Kilikili
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WITA

Yayasan Mitra Masyarakat

Jl. Teling Atas Lingkungan I No. 68, Manado
Telp/Fax : (0431) 843606 / 875955
Email : ymm_mdc@yahoo.com
Contact Person : Umar Manto
Layanan : VCT dirujuk ke RSU Prof. Dr. R.D. Kandou dan RS Teling Manado
􀃎 disesuaikan dengan wakt layanan di RS

Yayasan Bahagia Harapan Kita (YBHK)
# Klinik Pinaesaan
Jl. Panjaitan No. 74, Manado
Telp/Fax : (0431) 855949 / 864303
Contact Person : dr. Lenny Sendo
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WITA
Sabtu : 08.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Ratumbuisang
Jl. Bethesda No. 77, Manado
Telp/Fax : (0431) 823661
Contact Person : dr. Frida (Konsulen)
Layanan : VCT
Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WITA

SULAWESI TENGAH

Rumah Sakit Umum Undata, Palu
Jl. Suharso, No. 14, Palu, Sulawesi Tengah
Telp : (0451) 421270 / 421470
Fax : (0451) 421370
Contact Person : dr. Rustam (bag. Penyakit Dalam)
Layanan : VCT, ART
􀃎 Dilakukan oleh dokter jiwa 3x seminggu
􀃎 Senin, Rabu, Jumat : 09.00 – 15.00 WITA

SULAWESI SELATAN

Rumah Sakit Wahidin Sudirohusoso
Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 11, Makasar
Telp : (0411) 585079 / 584677 / 591422 (langsung ke bag. VCT)
Fax : (0411) 591422
Contact Person : dr. Yohana
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WITA

Rumah Sakit Djumpandang Baru
# Klinik VCT
Jl. Ir. Juanda No. 1, Makasar
Telp : (0411) 448359
Contact Person : Ratna, dr. Hadarate Razak
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 15.00 WITA

Rumah Sakit Jiwa Dadi
Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 34, Makasar
Telp : (0411) 873120 / 873167
Fax : (0411) 872167
Contact Person : dr. Hawaida
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WITA
Sabtu : 08.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Pelamonia, Makasar
Jl. Jend. Sudirman No. 27, Makasar
Telp : (0411) 319393 / 5054862
KETERANGAN : Layanan IMS dan VCT belum ada. Masih konsep.
Rumah Sakit Kepolisian Bhayangkara
Jl. Letjen Pol. Mappaodang No. 63, Makasar
Telp : (0411) 872514 ext. 132
Contact Person : Achmad Susanto (HP : 0813.42595960)
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WITA

JAYAPURA

Rumah Sakit Umum Daerah Dok II
# VCT Center
Jl. Kesehatan No.1, Jayapura, 99117
Telp/Fax : (0967) 533616 ext. 7011 / 537881 (VCT center)
Contact Person : dr. Jovita, dr. Samuel, Suster Adriana (di ruang VCT), Suster Siti Soltis (MK)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 07.00 – 14.00 WIT
Sabtu : tergantung situasi dan kondisi

Rumah Sakit Dian Harapan, Jayapura
Jl. Kompleks SPG Taruna Bhakti, Waena, Jayapura
Telp : (0967) 572123 / 573479
Fax : (0967) 573362
Contact Person : dr. Royke Lumendek
Layanan :
– IMS, VCT, MK
􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIT
􀃎 Selasa, Rabu, Jumat : 16.00 – 19.00 WIT
– Mobile clinic 2x seminggu di BKKBN Kotaraja dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA

MERAUKE

Yayasan Sosial Santo Agustinus (YASANTO)
Jl. Martadinata, PO BOX 214 Merauke
Telp/Fax : (0971) 325371
Contact Person : Ir. Leo Mahuze
Layanan :
– IMS dirujuk ke PKR 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIT
– VCT dirujuk ke PKR 􀃎 Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WIT

– Kelompok Dukungan Sebaya Arkanita Support Group untuk ODHA
Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR)
Jl. Sulawesi No. 1 (samping Bank Mandiri), Merauke
Telp/Fax : (0971) 321484
Contact Person : dr. Inge Silvia
Layanan :
# IMS, VCT, MK di PKR dan 5 Puskesmas berikut :
1. Puskesmas Mopah 􀃎 Jl. Brawijaya, Merauke (telp : 0971-321145)
2. Puskesmas Rimba Jaya 􀃎 Jl. Garuda, Mopah Lama, Merauke
3. Puskesmas Kuprik 􀃎 Kampung Kuprik, Distrik Tanah Miring, Merauke
4. Puskesmas Kurik 􀃎 Kampung Candrajaya, Distrik Kurik, Merauke
5. Puskesmas Jagebob 􀃎 Kampung Angger Permedi, Distrik Jagebob, Merauke
# Hari dan Jam Buka Layanan :
Senin – Kamis : 08.00 – 13.00 WIT
Jumat : 08.00 – 11.00 WIT
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIT

Rumah Sakit Umum Merauke
# Pokja HIV/AIDS
Jl. Sukaryo Wiryopranoto, Merauke
Telp/Fax : (0971) 321124 / 321125 ext. 809 / 326443 (langsung ke Pokja HIV/AIDS)
Layanan : IMS, VCT, MK, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WIT

SORONG

Rumah Sakit Umum Daerah Sele Be Solu, Sorong
# Klinik VCT
Jl. Basuki Rahmat Km. 12, Sorong
Telp/Fax : (0951) 335811
Layanan :
– VCT 􀃎 Senin – Sabtu : 08.00 – 15.00 WIT
– MK

– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA
Yayasan Sosial Agustinus (YSA)
# Klinik Bintang Timur
Jl. R.A. Kartini No. 2, Sorong
Telp/Fax : (0951) 322020
Contact Person : dr. Rizwan (IMS), Joko Irianto (VCT)
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WIT
Sabtu : Appointment

MANOKWARI

Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari
Jl. Bhayangkari No. 1, Manokwari, Irian Jaya Barat
Telp : (0986) 211440 / 211441 / 215950 (klinik IMS dan VCT)
Fax : (0986) 213189
Contact Person : dr. Siti (IMS di Puskesmas Mariti), Suster Paulin (VCT, MK)
Layanan :
– IMS di Puskesmas Mariti (di lokalisasi) 􀃎 Selasa & Kamis : 10.00 – 13.00 WIT
– VCT, MK, ART di RS 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 12.00 WIT

Image

Data IBBS 2011 ( STBP 2011)

Lesbian dalam Pandangan Psikiatrik, Sebuah Tanggapan

Lesbian dalam Pandangan Psikiatrik,
Sebuah Tanggapan
Soe Tjen Marching ;  Komponis
Sumber :  KORAN TEMPO, 21 Juni 2012
Sangat mengejutkan membaca artikel “Lesbian dalam Pandangan Psikiatrik” di Koran Tempo, Kamis, 14 Juni 2012. Sang penulis, H. Soewadi, mengajukan argumen bahwa lesbian adalah penyimpangan dan gangguan seksual yang perlu disembuhkan. Padahal, sejak 1973, the American Psychiatric Association sudah menetapkan bahwa homoseksualitas tidak lagi digolongkan sebagai gangguan mental. Lalu, pada 17 Mei 1990, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) secara resmi menyatakan homoseksualitas bukanlah penyakit atau gangguan jiwa. Di Indonesia, Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa III juga mencabut homoseksualitas sebagai gangguan, pada 1993.
Yang tidak kalah mengejutkan, penulis menyetujui pendapat bahwa homoseksual terjadi karena berbagai faktor, antara lain: (1) Faktor biologi berupa terganggunya struktur otak kanan dan kiri serta adanya ketidakseimbangan hormonal; (2) Faktor psikologis, kurangnya kasih ibu, dan tidak adanya peran seorang ayah; (3) Pengaruh lingkungan yang tidak baik bagi perkembangan kematangan seksual yang normal; (4) Faktor pola asuh, kurangnya ketaatan agama.
Saya ingin membahas satu per satu faktor yang telah disebut oleh penulis artikel sebagai penyebab homoseksualitas. Pertama, kalau homoseksualitas memang manusia yang terganggu struktur otak dan hormonnya, artinya mereka akan mengalami rasa letih, pening, stres, insomnia, dan terkadang disertai dengan kejang. Apakah para homoseksual mempunyai gejala demikian? Mungkin benar, banyak homoseksual di Indonesia yang mengalami stres berat, pening, dan insomnia. Tapi bukan lantaran gangguan otak, melainkan karena banyak dari mereka mendapat tekanan dan stigma dari masyarakat!
Sekarang sudah tersedia berbagai terapi dan pengobatan bagi mereka yang struktur otak atau hormonnya terganggu. Saya telah menjumpai beberapa pasien, baik yang heteroseksual maupun homoseksual, dengan gangguan otak atau hormon. Dan setelah gangguan otak pasien homoseksual disembuhkan, ia tidak lalu menjelma menjadi heteroseksual. Para homoseksual yang masuk rumah sakit dengan gangguan otak biasanya akan keluar dari rumah sakit sebagai homoseksual juga-–mereka tetap setia pada orientasi seksual masing-masing. Jadi tidak ada hubungannya struktur otak dan gangguan hormon dengan orientasi seksual manusia. Dan gangguan otak macam apa yang dialami petenis lesbian Martina Navratilova, sehingga dia bisa bermain dengan dahsyat-–memenangi 18 grand slam. Navratilova bahkan masih bertarung di Wimbledon pada usianya yang ke-50.
Faktor kedua yang disebut oleh H. Soewadi adalah kurangnya kasih ibu dan tiadanya peran seorang ayah. Namun saya mengenal banyak sekali homoseksual yang tumbuh dengan kasih sayang kedua orang tua mereka, dan banyak juga heteroseksual yang tidak mempunyai ayah dan ditelantarkan oleh ibu mereka. Ilmuwan Dede Oetomo (juga homoseksual) bahkan sempat menceritakan bahwa ayahnya sangat memperhatikan dirinya, dan betapa ibunya begitu mendukung ide-ide dan aktivitasnya dalam memperjuangkan hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia. Yang sering terjadi di Indonesia bukannya anak menjadi homoseksual karena kurangnya kasih sayang orang tua, tapi orang tua (konservatif) berkurang kasih sayangnya setelah mengetahui anak mereka homoseksual.
Faktor ketiga yang disebut oleh penulis ini: pengaruh lingkungan yang tidak baik. Mungkin banyak dari kita yang telah mendengar nama Socrates, Plato, Aristoteles, dan Alexander Agung, para filsuf terpelajar dengan lingkungan para bangsawan. Tapi apakah kita semua sadar bahwa para lelaki ini mempunyai kekasih lelaki? Apakah ini karena lingkungan mereka yang tidak baik?
Sekali lagi, saya akan menyebut Dede Oetomo, yang saya kenal cukup dekat. Dia mempunyai orang tua dan saudara heteroseksual, dan teman-teman heteroseksual juga. Tidak ada “lingkungan” yang membentuk dia menjadi homoseksual! Yang lebih tepat mungkin bukan lingkungan yang tidak baik yang membentuk homoseksual, tapi homoseksual di Indonesia sering kali harus menghadapi lingkungan yang “tidak baik” (yang berpikiran sempit dan menyudutkan LGBT).
Faktor keempat, kurangnya ketaatan agama. Dalam artikel ini, sang penulis menyiratkan, dalam agama, heteroseksuallah yang diklaim benar. Tapi agama mana yang dimaksud? Dewa-dewi di Nusantara (yang kebanyakan berasal dari India) tidak mengacu pada dualisme heteroseksual. Salah satunya adalah Ardhanarishvara, yang merupakan persatuan antara Dewi Parwati dan Dewa Syiwa, sehingga ia mempunyai dua tubuh (separuh lelaki dan separuh perempuan). Patungnya masih bisa ditemukan di Bali dan di Museum Trowulan (Mojokerto).
Begitu juga dalam agama Hindu. Beberapa dewa-dewi agama Hindu tidak berpaku pada kemapanan gender. Misalnya, Wishnu, yang pandai menjelma menjadi beberapa makhluk. Suatu ketika ia menjelma menjadi Dewi Mohini, dan saat itu Dewa Syiwa jatuh cinta kepadanya. Akhirnya, bersetubuhlah penjelmaan Dewa Wishnu dengan Dewa Syiwa. Dari persetubuhan ini, lahirlah seorang bayi bernama Ayyapa.
Selain Mohini, tokoh pewayangan Hindu yang kisahnya memuat ambiguitas gender adalah Srikandi, yang merupakan titisan Dewi Amba. Dalam kitab Mahabharata, Srikandi lahir sebagai seorang wanita, tapi karena sabda para dewa, ia diasuh sebagai seorang pria. Srikandi sering kali dianggap mempunyai jenis kelamin waria, dan ia jatuh cinta kepada seorang perempuan juga.
Agama masyarakat Bugis mempunyai pendeta lelaki yang feminin (biasa dikenal sebagai waria di Indonesia), yang disebut bissu. Bissu mempunyai kedudukan yang cukup disegani di masyarakat Bugis-–karena perpaduan karakter feminin dan maskulin dalam satu tubuh inilah, ia dianggap sebagai makhluk yang lebih sempurna daripada mereka yang hanya mempunyai sifat maskulin atau feminin. Masih ada beberapa contoh agama yang tidak menabukan homoseksual atau biseksual, tapi karena keterbatasan tempat, saya tidak bisa menyebut semua.
Sangatlah disayangkan bila stigma yang diberikan kepada LGBT dipertahankan. Inilah yang sering kali tidak disadari: bila LGBT disudutkan, masyarakat itu sendiri juga mengalami kerugian. Berapa banyak waktu dan uang orang tua yang terbuang untuk mengirim anak LGBT mereka ke psikiater dan mencoba menyembuhkan orientasi seksual mereka? Energi yang tersia-sia hanya untuk merendahkan hak manusia. Justru stigma seperti inilah yang bisa menyebabkan stres dan depresi berkepanjangan.
Di negara-negara yang tidak melecehkan LGBT, mereka bisa mengembangkan kemampuan dengan lebih leluasa. Dengan demikian, akhirnya kemampuan para LGBT tidak terhambat dan tersia-sia, atau menjelma menjadi frustrasi berkepanjangan, hanya karena kutukan masyarakat atau stigma.

Selama kita merendahkan keberadaan LGBT, kita juga telah ikut membunuh kemampuan mereka yang di masa depan bisa menjadi penerus tokoh-tokoh seperti Leonardo da Vinci, Hans Christian Andersen, Jodie Foster, dan Martina Navratilova.

Mitos seputar kesehatan Lelaki

This slideshow requires JavaScript.

Masalah pada kesehatan seksual pria umumnya topik tabu bahkan di antara laki-laki sendiri. Sedangkan perempuan lebih terbuka dalam mendiskusikan hal-hal pribadi dan seksual dengan rekan-rekan mereka dan dengan dokter mereka, laki-laki umumnya segan untuk mencari nasihat dari orang lain bahkan dengan profesional medis mengenai masalah-masalah kesehatan seksual laki-laki. Mungkin saja sifat alami pria untuk menjaga diri mereka sendiri dalam masalah pribadi, apa lagi pada kesehatan seksual pria yang dapat menjadi isu yang sensitif. Sebagai remaja, laki-laki muda mendapatkan informasi tentang seksualitas mereka dari rekan-rekan mereka, dan akhirnya, masalah kesehatan seksual laki-laki menjadi topik yang dibicarakan di balik pintu tertutup.

Meskipun informasi yang telah diperoleh selama tahap ini dapat merangsang atau menarik, hampir sering pria bisa tidak akurat atau tidak benar. Pria cenderung untuk membahas masalah kesehatan seksual mereka dengan pria lain sedangkan wanita memiliki kecenderungan untuk mengungkapkan kekhawatiran tersebut dengan mudah dan terbuka. Akibatnya, pria sering bingung ketika kekhawatiran terhadap kesehatan seksual laki-laki muncul karena mereka merahasiakan itu. Dengan invasi yang luas dari teknologi internet namun, ada penyebaran informasi tentang kesehatan seksual pria. Hal ini sangat menguntungkan bagi laki-laki karena dapat memiliki akses ke informasi tentang kesehatan seksual pria – sebuah anonim pada saat itu – karena banyak situs menawarkan data yang luas tentang masalah tersebut.

Harus dicatat bahwa ada juga situs yang tak terhitung menyampaikan informasi palsu dan luar biasa pada kesehatan seksual pria, karena itu kecerdasan mempertanyakan dan penegasan tajam juga diperlukan untuk mendapatkan fakta-fakta yang akurat dari internet. Ada berbagai topik tentang kesehatan seksual pria.

Seperti misalnya, penggunaan kondom. Penggunaan kondom pada dasarnya dipandang sebagai sarana yang tepat untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS) dan sebagai alat kontrasepsi juga. Namun, sebagian besar pria tidak sesuai dengan tindakan pencegahan terhadap PMS dan kehamilan yang tidak diinginkan untuk wanita.

Sebuah forum kesehatan pria online pada kesehatan seksual pria bisa menjadi sangat membantu dalam hal ini. Risiko, tips dan pengalaman pribadi dapat dibagi dan dibahas dalam modus komunikasi antara manusia.

Disfungsi ereksi atau impotensi juga merupakan salah satu masalah yang paling tertutup pada kesehatan seksual pria. Karena impotensi merupakan isu sensitif maskulinitas, sebagian besar pria merasa malu untuk membahas topik ini dengan teman sebaya mereka atau bahkan dokter mereka. Kemajuan Farmasi telah mencoba untuk mengembangkan sarana untuk memerangi kondisi ini, tapi masih saja masalah impotensi berkonotasi penghinaan pribadi. Dengan mengunjungi sumber-sumber informasi online yang dapat dipercaya, pria dapat menemukan jawaban atas permintaan mereka sehingga mengurangi kecemasan mereka dan membuat mereka mencari pilihan untuk memperbaiki masalah.

Isu lain mengenai kesehatan seksual pria adalah peningkatan libido. Forum online dapat menjadi jalan untuk mengatasi masalah medis yang mendasari gaya hidup dan hal-hal terkait yang dapat mempengaruhi hasrat seksual mereka seperti kebugaran, diet dan manajemen berat badan. Pertanyaan kesehatan seksual pria yang lain bisa sangat spesifik mulai dari ketidakmampuan untuk menarik kembali kulup, penyakit Peyroni, kebocoran vena dan perkembangan abnormal dari uretra. Perhatian terutama pada kesehatan seksual pria adalah PMS. Banyak informasi yang diperoleh pada PMS seperti HIV / AIDS, gonorrhea, herpes dan sifilis kadang-kadang lahir dari misinformasi dan kebodohan belaka. Informasi yang akurat tentang kesehatan seksual pria adalah landasan untuk seksualitas sehat dan dalam menikmati hubungan seksual secara maksimal.

Forum online Kesehatan Pria juga merupakan jalan sangat baik untuk pendidikan dan kesadaran di antara pria dan akan mendorong pria untuk mengambil tindakan dan mencari perawatan medis juga.

Kanker Anus: Informasi dan pengobatan

Kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:
* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Berikut tes dan prosedur yang dapat digunakan:
Pemeriksaan fisik dan sejarah: Sebuah pengujian pada tubuh untuk memeriksa tanda-tanda kesehatan umum, termasuk untuk memeriksa tanda-tanda penyakit, seperti gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa. Sebuah sejarah kesehatan pasien dan kebiasaan terakhir penyakit dan juga perawatannya.

  • Pemeriksaan dubur digital (DRE): Sebuah penelitian terhadap anus dan rektum. Dokter atau perawat memasukkan pelumas, bersarung tangan dan jari dimasukkan ke dalam dubur untuk merasakan adanya gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa.
  • Anoscopy: Sebuah alat pemeriksaan anus dan yang lebih rendah dari rectum, tabung yang diterangi disebut anoscope.
  • Proctoscopy: Sebuah alat pemeriksaan yang pendek untuk memeriksa rectum, tabung yang diterangi disebut proctoscope.
  • Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.
  • Biopsi: Penyingkiran sel atau tisu sehingga mereka dapat dilihat di bawah mikroskop oleh patolog untuk memeriksa tanda-tanda kanker. Jika yang dilihat adalah daerah yang tidak normal selama anoscopy, yang pernah dilakukan pada waktu itu.

Informasi Umum Tentang kanker

kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:

* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Masa (kesempatan pemulihan) tergantung pada hal berikut:

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

*TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)

Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I

Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:

* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB

Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:

* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV

Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Sekilas tentang perawatan pilihan

Ada berbagai jenis pengobatan untuk pasien kanker anus.

Berbagai jenis perawatan yang tersedia untuk pasien kanker anus. Beberapa perawatan yang standar (yang saat ini digunakan), dan beberapa lagi yang sedang diteliti dalam uji klinis. Sebelum perawatan dimulai, pasien mungkin berpikir tentang mengambil bagian dalam percobaan klinis. Percobaan perawatan klinis adalah penelitian studi dimaksudkan untuk membantu meningkatkan perawatan saat ini atau memperoleh informasi tentang perawatan baru untuk pasien penderita kanker. Ketika uji klinis menunjukkan bahwa perawatan yang baru lebih baik dari perawatan standar, maka pengobatan baru tersebut dapat menjadi standar pengobatan.

Uji klinis ada di banyak negara bagian. Informasi tentang uji klinis tersedia di Situs NCI . Memilih perawatan kanker yang tepat idealnya melibatkan keputusan dari pasien, keluarga, dan tim kesehatan.

Tiga jenis perawatan standar yang digunakan:

Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah perawatan kanker yang menggunakan energi tinggi sinar-x atau jenis lain radiasi untuk membunuh sel kanker. Ada dua jenis terapi radiasi. Eksternal terapi radiasi yang menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengirim radiasi terhadap kanker. Internal terapi radiasi menggunakan zat radioaktif mati dalam jarum, bibit, kawat, atau catheters yang ditempatkan secara langsung ke dalam atau dekat dengan kanker. Cara terapi radiasi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan kanker yang menggunakan obat untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikan pembelahan sel. Bila kemoterapi diambil melalui mulut atau menyuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot, obat memasuki aliran darah dan dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh (sistemik kemoterapi). Bila kemoterapi ditempatkan langsung ke dalam tulang belakang, organ, atau rongga badan seperti bagian perut, obat terutama mempengaruhi sel kanker di tempat-tempat (daerah kemoterapi). Cara kemoterapi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Bedah

* Lokal resection: Sebuah prosedur bedah Tumor yang diangkat dari anus bersama dengan beberapa jaringan yang sehat di sekelilingnya. Lokal resection dapat digunakan jika kanker adalah kecil dan belum tersebar. Prosedur ini mungkin dapat menyimpan otot sphincter sehingga pasien masih dapat mengontrol pergerakan usus. Tumor yang berkembang di bagian bawah anus sering bisa dihapus dengan resection lokal.
* Abdominoperineal resection: Sebuah prosedur bedah anus, pada rektum, dan bagian dari usus sigmoid dibuang melalui torehan yang dibuat di bagian perut. Dokter memotong ujung usus dan menyambungkannya dibagian samping perut, yang disebut stoma, dilakukan di permukaan tubuh bagian perut untuk memudahkan kotoran keluar dan ditampung dalam sebuah kantong di luar tubuh. Hal ini disebut Kolostomi. Kelenjar getah bening yang mengandung kanker juga dapat dihapus selama operasi ini.

Menderita Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat mempengaruhi pengobatan kanker anus.

Terapi kanker selanjutnya dapat merusak atau melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien yang memiliki human immunodeficiency virus (HIV). Untuk alasan ini, pasien yang menderita kanker anus dan HIV biasanya dirawat dengan menurunkan dosis obat anticancer dan radiasi daripada pasien yang tidak terjangkit HIV.

Jenis perawatan lain sedang diuji dalam percobaan klinis, termasuk yang berikut:

Radiosensitizers

Radiosensitizers adalah obat yang membuat sel Tumor lebih sensitif terhadap terapi radiasi. Menggabungkan dengan terapi radiasi radiosensitizers dapat membunuh lebih banyak sel Tumor.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

Pilihan perawatan oleh tahap

Tahap 0 Kanker Anus (kanker bisul di Situ)

Perawatan dari tahap 0 anal anus biasanya adalah lokal resection.

Kanker anus tahap I
Perawatan kanker anus tahap I dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Internal terapi radiasi untuk kanker yang tetap ada setelah perawatan eksternal dengan radiasi sinar-terapi.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap II
Perawatan kanker anus tahap II dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Terapi radiasi internal.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap IIIA
Perawatan kanker anus tahap IIIA dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Radiasi sinar internal
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IIIB
Perawatan kanker anus tahap IIIB dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan kemoterapi.
* Resection lokal atau abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Kelenjar getah bening juga dapat dihapus.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IV

Perawatan kanker anus tahap IV dapat termasuk:

* Bedah sebagai terapi palliative untuk meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
* Terapi radiasi sebagai terapi palliative .
* Kemoterapi dengan terapi radiasi sebagai terapi palliative.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pilihan perawatan untuk kanker anus kambuhan
Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

* TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Tahapan kanker anus

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)
Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I
Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:
* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB
Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:
* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV
Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* online prescriptions Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

disadur dari  http://www.ahliwasir.com

Kanker Anus: Informasi dan Pengobatan

Kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:
* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Berikut tes dan prosedur yang dapat digunakan:
Pemeriksaan fisik dan sejarah: Sebuah pengujian pada tubuh untuk memeriksa tanda-tanda kesehatan umum, termasuk untuk memeriksa tanda-tanda penyakit, seperti gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa. Sebuah sejarah kesehatan pasien dan kebiasaan terakhir penyakit dan juga perawatannya.

  • Pemeriksaan dubur digital (DRE): Sebuah penelitian terhadap anus dan rektum. Dokter atau perawat memasukkan pelumas, bersarung tangan dan jari dimasukkan ke dalam dubur untuk merasakan adanya gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa.
  • Anoscopy: Sebuah alat pemeriksaan anus dan yang lebih rendah dari rectum, tabung yang diterangi disebut anoscope.
  • Proctoscopy: Sebuah alat pemeriksaan yang pendek untuk memeriksa rectum, tabung yang diterangi disebut proctoscope.
  • Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.
  • Biopsi: Penyingkiran sel atau tisu sehingga mereka dapat dilihat di bawah mikroskop oleh patolog untuk memeriksa tanda-tanda kanker. Jika yang dilihat adalah daerah yang tidak normal selama anoscopy, yang pernah dilakukan pada waktu itu.

Informasi Umum Tentang kanker

kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:

* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Masa (kesempatan pemulihan) tergantung pada hal berikut:

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

*TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)

Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I

Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:

* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB

Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:

* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV

Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Sekilas tentang perawatan pilihan

Ada berbagai jenis pengobatan untuk pasien kanker anus.

Berbagai jenis perawatan yang tersedia untuk pasien kanker anus. Beberapa perawatan yang standar (yang saat ini digunakan), dan beberapa lagi yang sedang diteliti dalam uji klinis. Sebelum perawatan dimulai, pasien mungkin berpikir tentang mengambil bagian dalam percobaan klinis. Percobaan perawatan klinis adalah penelitian studi dimaksudkan untuk membantu meningkatkan perawatan saat ini atau memperoleh informasi tentang perawatan baru untuk pasien penderita kanker. Ketika uji klinis menunjukkan bahwa perawatan yang baru lebih baik dari perawatan standar, maka pengobatan baru tersebut dapat menjadi standar pengobatan.

Uji klinis ada di banyak negara bagian. Informasi tentang uji klinis tersedia di Situs NCI . Memilih perawatan kanker yang tepat idealnya melibatkan keputusan dari pasien, keluarga, dan tim kesehatan.

Tiga jenis perawatan standar yang digunakan:

Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah perawatan kanker yang menggunakan energi tinggi sinar-x atau jenis lain radiasi untuk membunuh sel kanker. Ada dua jenis terapi radiasi. Eksternal terapi radiasi yang menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengirim radiasi terhadap kanker. Internal terapi radiasi menggunakan zat radioaktif mati dalam jarum, bibit, kawat, atau catheters yang ditempatkan secara langsung ke dalam atau dekat dengan kanker. Cara terapi radiasi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan kanker yang menggunakan obat untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikan pembelahan sel. Bila kemoterapi diambil melalui mulut atau menyuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot, obat memasuki aliran darah dan dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh (sistemik kemoterapi). Bila kemoterapi ditempatkan langsung ke dalam tulang belakang, organ, atau rongga badan seperti bagian perut, obat terutama mempengaruhi sel kanker di tempat-tempat (daerah kemoterapi). Cara kemoterapi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Bedah

* Lokal resection: Sebuah prosedur bedah Tumor yang diangkat dari anus bersama dengan beberapa jaringan yang sehat di sekelilingnya. Lokal resection dapat digunakan jika kanker adalah kecil dan belum tersebar. Prosedur ini mungkin dapat menyimpan otot sphincter sehingga pasien masih dapat mengontrol pergerakan usus. Tumor yang berkembang di bagian bawah anus sering bisa dihapus dengan resection lokal.
* Abdominoperineal resection: Sebuah prosedur bedah anus, pada rektum, dan bagian dari usus sigmoid dibuang melalui torehan yang dibuat di bagian perut. Dokter memotong ujung usus dan menyambungkannya dibagian samping perut, yang disebut stoma, dilakukan di permukaan tubuh bagian perut untuk memudahkan kotoran keluar dan ditampung dalam sebuah kantong di luar tubuh. Hal ini disebut Kolostomi. Kelenjar getah bening yang mengandung kanker juga dapat dihapus selama operasi ini.

Menderita Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat mempengaruhi pengobatan kanker anus.

Terapi kanker selanjutnya dapat merusak atau melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien yang memiliki human immunodeficiency virus (HIV). Untuk alasan ini, pasien yang menderita kanker anus dan HIV biasanya dirawat dengan menurunkan dosis obat anticancer dan radiasi daripada pasien yang tidak terjangkit HIV.

Jenis perawatan lain sedang diuji dalam percobaan klinis, termasuk yang berikut:

Radiosensitizers

Radiosensitizers adalah obat yang membuat sel Tumor lebih sensitif terhadap terapi radiasi. Menggabungkan dengan terapi radiasi radiosensitizers dapat membunuh lebih banyak sel Tumor.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

Pilihan perawatan oleh tahap

Tahap 0 Kanker Anus (kanker bisul di Situ)

Perawatan dari tahap 0 anal anus biasanya adalah lokal resection.

Kanker anus tahap I
Perawatan kanker anus tahap I dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Internal terapi radiasi untuk kanker yang tetap ada setelah perawatan eksternal dengan radiasi sinar-terapi.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap II
Perawatan kanker anus tahap II dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Terapi radiasi internal.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap IIIA
Perawatan kanker anus tahap IIIA dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Radiasi sinar internal
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IIIB
Perawatan kanker anus tahap IIIB dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan kemoterapi.
* Resection lokal atau abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Kelenjar getah bening juga dapat dihapus.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IV

Perawatan kanker anus tahap IV dapat termasuk:

* Bedah sebagai terapi palliative untuk meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
* Terapi radiasi sebagai terapi palliative .
* Kemoterapi dengan terapi radiasi sebagai terapi palliative.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pilihan perawatan untuk kanker anus kambuhan
Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

* TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Tahapan kanker anus

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)
Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I
Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:
* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB
Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:
* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV
Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* online prescriptions Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

disadur dari  http://www.ahliwasir.com