Obat HIV AIDS telah Di Jual Bebas di Indonesia?

Berdasarkan data yang diungkapkan oleh P2PL ( Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan)  Kementrian Kesehatan Republik indonesia dari bulan Januari sampai Juni 2012 mencapai 9.883 orang sedangkan untuk AIDS adalah 2.224 orang dan orang positif HIV dan AIDS yang meninggal sebanyak 5.623. Setiap hari selama 2012 lebih dari 54 kasus infeksi HIV baru , 12 orang  memasuki fase AIDS, dan 30 orang ODHA   meninggal dunia. Angka yang cukup fantastis. silahkan baca juga data IBBS 2011  http://www.positiverainbow.com/slide1/.

Pengobatan untuk pasien selama ini dilakukan di Rumah sakit pemerintah terutama di Tingkat propinsi dan beberapa kota kabupaten. Obat di berikan secara gratis ( bersubsidi) dengan persyaratan CD4 dibawah 350 dpl. Ketersedian obat ( ARV /Anti Retro Viral) saat ini merupakan harapan hidup banyak ODHA di Indonesia. Obat di dapat dengan hanya mambayar biaya pendaftaran di Rumah Sakit-rumah Sakit Pemerintah. Di banyak Rumah sakit pelayanan ARV membutuhkan waktu 5-6 jam mulai dari pendaftaran sampai arv bisa dibawah pulang. Hal ini menjadi masalah serius bagi ODHA yang bekerja di sektor formal dengan jam kerja normal. Marc, seorang sahabat positive Rainbow ketakutan dipecat dari kantornya, karena selalu libur sehari  setiap bulan. Beberapa kali ia terpaksa minta bantuan teman lainnya untuk mengambil obat. Belum lagi persyaratan seperti harus melampirkan KTP setiap mengabil obat, pelayanan yang tidak ramah dan lain-lain. Teman lainnya di Positive Rainbow sebut saja Mando berkomentar “ Kadang saya berpikir untuk stop obat saja, karena melihat pandangan jijik dan kata-kata ketus petugas Farmasi , saya merasa diperlakukan seperti sampah”. Mando saat ini berobat di RSUD Duren Sawit Jakarta timur. Pelayanan yang tidak bersahabat membuatnya diri nya malas untuk datang mengambil obat.

Truvada dan Viread, Angin Segar atau malapetaka?

Informasi  tentang disetujuinya Kimia Farma sebagai Distributor lagi  ( KF juga distibutor tunggal utk ARV bersubsidi) untuk obat bermerek dagang VIREAD® (tenofovir disoproxil fumarate) untuk lengkapnya silahkan ku njungi :  www.gilead.com/pdf/viread_pi.pdf dan Truvada (tdf +FTC)( link:www.truvada.com) yang dijual bebas mulai bulan November 2012 . Informasi ini ditanggapi beragam oleh beberapa Komunitas orang positive dan pengiat HIV di Tanah Air   . Seorang pasien sebut saja namanya “Andy” berkomentar ” sepertinya rumah sakit tidak memiliki databased pasien nya,atau mereka menjual KTP ODHA ( pasien HIV)  untuk mendapatkan pendanaan?”, Belum lagi, pengambilan obat harus dilakukan di tanggal yang telah ditetapkan atau sesudah nya. Hal ini tentu saja sangat memberatkan bagi para ODHA, terutama bagi mereka yang bekerja kantoran.

. ” ini sepertinya bagus, saya lebih baik membayar daripada harus bolos sehari dalam sebulan” Marcel ( bukan nama sebenarnya) berkomentar tentang ARV non subsidi .

Tanggapan para aktifis HIV

Para aktivis HIV di Indonesia berkomentar beragam terkait penjualan ARV secara bebas ini, mulai menkuatirkan tentang ARV bersubsidi yang akan segera berkurang karena Kimia Farma sebagai Distributor tunggal berkemungkinan akan mendapatkan margin yang jauh lebih besar dengan ARV non subsidi yang di Jual bebas, bagaimana membedakan ODHA yang miskin dan berhak untuk ARV bersubsidi dengan yang tidak ( Aditya Wardana, Indonesia AIDS Coalition), sampai keraguan tentang pengawasan terhadap kepatuhan terapi yang bisa menyebabkan resistensi ( kekebalan Virus HIV terhadap obat)

Prof. D.N. Wirawan secara bijaksana menghimbau agar semua Community Based Organization dapat memantau hal tersebut, sehingga hal-hal yang tidak sejalan dengan pemenuhan kebutuhan ODHA terkait pengobatan dapat dilaporkan  dan diadvokasi sesegera mungkin.

Semoga.

Advertisements

Saat Sahabat Meninggal Pagi Ini

Dulu

Ku ingat saat kita bersama menyusuri jalanan Ibu kota

Menikmati setiap pandangan yang mencibir

Kita hanya tertawa, kala sepuluh lelaki mengajak ke Peraduan nya

Kau, aku  dan mereka bergumul dalam keringat

Ada kepuasan di Setiap tetes air mani yang melembabkan bumi kita

Kau dan aku, hanya ingin kita mengungkapkan pada dunia

Bahwa kita manusia dari tanah yang sama

Nafsu yang sama

Surga yang sama

Surga Linga-linga tanpa Yoni

Tak peduli, saat pagi mereka terbangun dan meludahi muka kita

Sahabat, Ku ingat kau pernah bercerita

Tentang orang tua yang mengusirmu dari rumah

Tentang keharusan untuk menikah

Aku hanya bisa memeluk tubuh mu

Menangis bersama

Sahabat

Pagi ini saat pagi merah

Bayu bercerita tentang akhir perjalanan mu di Dunia

Kandida, typus, jantung, tuberculosis dan segala macam penyakit lainnya

Mengalahkanmu dalam satu kata

Mati

*****

Pagi yang emosional, 8 November 2012

Ku dedikasikan untuk semua Sahabat yang sedang berjuang untuk lebih sehat dan lebih baik

Teruslah berjuang….

Aku selalu bersama mu

Pasien HIV Telah Berhasil Disembuhkan

Kesembuhan adalah harapan terbesar saat ini dalam diri setiap orang terinfeksi HIV AIDS di Seluruh dunia. Masa penantian lebih dari 30 tahun sejak ditemukannya kasus HIV pertama, sampai saat ini sepertinya tak lama lagi akan berakhir dengan happy ending. Lebih dari 35 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus HIV, dan  25 juta dari jumlah tersebut telah meninggal dunia. Kabar HIV AIDS dapat disembuhkan merupakan sebuah fase baru dan harapan baru dalam epidemi yang menakutkan manusia di Muka Bumi.

Sebuah presentasi hasil penelitian selama bertahun-tahun telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan adalah solusi untuk harapan itu. Hasil penelitian yang disampaikan dalam International AIDS Conference ke-19 di Washington DC mengatakan ada dua orang Pasien HIV yang berhasil di sembuhkan lewat Tranplantasi Sumsum tulang belakang. Untuk lebih lengkap silahkan baca: http://today.msnbc.msn.com/id/48338421/ns/today-today_health/t/two-more-men-hiv-now-virus-free-cure/#.UJcdWVJlzNw .

Harapan ini, sepertinya angin segar  bagi semua orang terinfeksi HIV di Indonesia ( ODHA ), harapan untuk terbebas dari ketakutan atas kematian, ketergantungan akan obat yang harus diminum setiap hari, ketakutan akan resistensi karena pengunaan obat dalam jangka panjang, dan lebih besar lagi ketakutan akan terasing dari keluarga, orang yang di kasihi dan masyarakat umum karena masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Saya berharap harapan ini segera akan nyata di Indonesia, semoga.

Sero Diskordance Couple di Indonesia

Apakah ada pasangan Odhiv gay atau waria yang mau sharing tentang hubungan mereka pada kami, kami sedang ingin membuat tulisan tentang serodiscordance Couple Gay dan waria di Indonesia…. Jika ada silahkan hubungi 02194461642 atau Positive_rainbow@yahoo.com dan atau hermanvarella@yahoo.co.id. Kami menyediakan beberapa kenang-kenangan spesial untuk teman-teman yang bersedia…..

Alamat peLayanan tes HIV dan ODHA di Indonesia

Pusat pelayanan untuk HIV dan AIDS, yang meliputi tes HIV ( Voluntary Counseling Testing ), pusat pelayanan ARV, Rawat inap dan kelompok dukungan untuk orang terinfeksi HIV telah tersebar di banyak kota di Indonesia. Berikut ini beberapa alamat rumah sakit, Lembaga swadaya Masyarakat dan kelompok dukungan sebaya, di antara nya:

DKI JAKARTA

Yayasan Srikandi Sejati (YSS)
Jl. Pisangan Baru III No. 64 RT 003/07, Matraman, Jakarta Timur
Telp/Fax : (021) 8577018
Email : srikandisejati_foundation@yahoo.com
srikandi_war@hotmail.com
Layanan :
– VCT di Klinik PKBI DKI Jakarta
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya Srikandi Urip untuk ODHA waria
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk waria dan pasangan/pelanggan di DKI Jakarta

Positive Rainbow

Jl. Teratai IV blok D5 no. 2o, komplek Duta Indah, Jatimakmur Pondok Gede

telp: 021 94461642, Cp: Edho:021 85383976, 081311114376, Arel 021 94461642

Layanan: manajemen kasus, kelompok dukungan sebaya Untuk Lelaki, Gay dan Biseksual

Sudinkes Jakarta Barat
# Klinik Jelia
Jl. Blustru No. 1, Kel. Mangga Besar, Jakarta Barat
Telp : (021) 5695342
Contact Person : Bisa dengan siapa saja di klinik
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 17.00 WIB

Puskesmas Kecamatan Kramat Jati
Puskesmas Kelurahan Bale Kambang
Jl. Raya Inpres No. 48, Jakarta Timur
Telp : (021) 87791352
Fax : (021) 87793604
Contact Person : dr. Diana
Layanan : IMS, VCT
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta
# Klinik Pisangan
Jl. Pisangan Baru Timur No. 2-A, Jakarta Timur
Telp : (021) 8566535
Fax : (021) 85909885
Email : medispkbi@dnet.net.id
Contact Person : Mbak Oda
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI)
Jl. Baladewa No. 34, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat
Telp/Fax : (021) 4241488
Contact Person : Bebas, bisa langsung dengan siapa saja di tempat.
Layanan : TB (bagi yang kurang mampu), VCT, dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 15.00 WIB
Pendaftaran : 08.00 – 09.30 WIB

Kios Informasi Kesehatan Universitas Atmajaya
Jl. Ampasit VI No. 15, Cideng Barat, Jakarta Pusat
Telp/Fax : (021) 34833134
Email : kios_info@cbn.net.id
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– VCT dan MK :
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WIB
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
# Pokdisus AIDS FKUI
Jl. Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat
Telp/Fax : (021) 3905250
Contact Person : Ibu Dian / bisa juga dengan siapa saja yang ada di klinik
Layanan :
– VCT
Senin – Jumat : 09.00 – 11.00 WIB
– Pengambilan obat untuk resep yang sudah ada dilakukan setiap hari (Senin-Minggu)

Rumah Sakit Umum Daerah Koja
Jl. Deli No. 4, Tj. Priok, Jakarta Utara
Telp : (021) 43938478 ext. 227
Contact Person : dr. Lukas (HP : 0816.4839886)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Infeksi Pernapasan Prof. Dr. Sulianti Saroso
# Bagian Konseling HIV
Jl. Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Telp : (021) 6506559 ext. 1503/1291/1292
Contact Person : Ibu Sukmawati, Ibu Tinta
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Dharmais
# Poliklinik Khusus HIV/AIDS
Jl. Letjen S. Parman Kav. 84-86, Slipi, Jakarta Barat
Telp : (021) 5681570
Email : dharmais@dharmais.co.id
Contact Person : Prof. Dr. Syamsurizal (Ketua Tim HIV/AIDS), Mbak Yanti (Konselor)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 12.00 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
# Bagian VCT dan Penyakit Dalam (Cempaka)
Jl. Kyai Caringin No. 7, Cideng, Jakarta Pusat, 10150
Telp : (021) 3503003 ext. 307/403
Hotline : (021) 70866133
Contact Person : Suster Nur, Suster Suaidah, Suster Hilda
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB
Sabtu : appointment

Rumah Sakit Duren Sawit
# Poliklinik NAPZA
Jl. Duren Sawit Baru No. 2, Jakarta Timur
Telp : (021) 8617601 / 8628659 ext. 1009
Contact Person : Perawat Irmin, Ibu Endang
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto
# Lt.4, Poliklinik Penyakit Dalam, Unit VCT
Jl. Abdul Rachman Saleh No. 24, Jakarta Pusat, 10410
Telp : (021) 3441008 / 3446463 ext. 2456
Contact Person : Ibu Lauren (koord. Konselor), Ibu Jenny, Elizabeth
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo
Jl. Bendungan Hilir No. 17-A, Jakarta Pusat, 10210
Telp : (021) 5703081 ext. 141 (bag. perawatan)
Fax : (021) 5711997
Contact Person : Tim HIV/AIDS
dr. Titin, dr. Mulya, dr. Abdurrohman, Firgi (Psikolog), Suster Novi
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Kepolisian Pusat Sukanto – Kramat Jati
Kramat Jati, Jakarta Timur
Telp : (021) 8093288 ext. 145
Email : rs_polri@pdpersi.co.id
Contact Person : dr. Rita (konselor)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Persahabatan
Jl. Persahabatan Raya, Jakarta Timur, 13230
Telp : (021) 4891708 / 4711220 ext. 664
Fax : (021) 4711222
Contact Person : Ibu Made Nulastri
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO)

# RSKO Cibubur :
Jl. Lapangan Tembak, Cibubur
Telp : (021) 7695461
Fax : (021) 7504022
Contact Person : Ibu Sarmini (HP : 0812.8016131)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WIB

# RSKO Fatmawati :
Jl. RS. Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan
Rumah Sakit Fatmawati
Jl. RS. Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : (021) 7501524
Contact Person : dr. Endang, Suster Desna
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB
BANTEN

Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang
# Klinik HIV/AIDS (Lt. 2, di atas UGD)
Jl. A. Yani No. 9, Tangerang
Telp : (021) 5523507 / 5526686 ext. 330
Contact Person : Langsung dengan petugas jaganya
Layanan : VCT, ART
Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu : 09.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Qadr Tangerang
Jl. Kompleks Islamic Village, Kelapa Dua, Karawaci, Tangerang
Telp : (021) 5463104 / 5469105 / 5464466
Fax : (021) 5470775
Hotline : (021) 68315758
Contact Person : Bp. Hanafi (Sn & Sls), dr. Yuhendri (Rb & Kms), Bp. Nana Mardiana (Jm & Sbt)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 4.00 – 17.00WIB
Sabtu : 10.00 – 13.00 WIB

JAWA BARAT
Srikandi Pasundan
Jl. Leuwisari VIII No. 3, Bandung
Telp/Fax : (022) 5204592
Contact Person : Riri
Layanan :
– VCT di PKBI Jawa Barat
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukunga Sebaya untuk ODHA waria
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk waria dan pasangan/pelanggan di Bandung

Himpunan Abiasa
Jl. Lengkong Besar No. 88 (belakang), Bandung
Telp : (022) 4235013 / 91231807
Fax : (022) 4235013
Email : himpunan_abiasa@yahoo.com
Layanan :
– VCT di PKBI Jawa Barat
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA LSL
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL di Bandung, Cimahi, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Tasikmalaya, Bekasi, Karawang, dan Subang
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat

# Klinik Teratai Kesehatan Reproduksi
Jl. Sukarno Hatta No. 496, Bandung, 40266
Telp : (022) 70803955
Fax : (022) 7514332
Contact Person : dr. Siti Hanifah
Layanan : IMS, VCT dan MK
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB
# Klinik IMS PKBI Jawa Barat
Jl. Ence Azis No. 58, Bandung, 40181
Telp/Fax : (022) 4263717
Email : klinik_enceazis@yahoo.com
Contact Person : dr. Gunawan Basuki
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 18.00 WIB

Himpunan Konselor HIV/AIDS Jawa Barat (HIKHA)
Perumnas Sarijadi, Jl. Sarimanah II Blok V No. 171, RT 03/03, Sarijadi, Bandung, 40151
Telp/Fax : (022) 2019203
Email : hikhajabar@yahoo.com
Contact Person : Sri Judaningsih (HP : 0811.247072), dr. Sukarno Hendro Wibowo
Layanan : VCT dan MK
Senin – Jumat : 08.00 – 17.00 WIB
HIKHA menempatkan konselornya di 6 tempat, yaitu :
– RS. Hasan Sadikin 􀃎 Budi Widiyanto
– RSU Bungsu 􀃎 dr. Dina Pugar, Dedi Kurniawan
– RSUD Ujung Berung 􀃎 Citra Meilani
– BKPN (TB) 􀃎 dr. Dina Pugar
– Yayasan Bahtera 􀃎 Dedi Kurniawan, Kiki Alimudin
– Yayasan Graphiks 􀃎 Rudianto

Yayasan Bahtera
Jl. Cileutik No. 5, Terusan Buah Batu, Bandung
Telp/Fax : (022) 7508670
Email : ybahtera@indosat.net.id
Contact Person : Lina Marlina
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Sabtu : 10.00 – 17.00 WIB
Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin

# Klinik Teratai
Jl. Pasteur No. 34, Bandung
Telp : (022) 2041843
Contact Person : Bpk. Suherman, Bpk. Rachmat
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 11.30 – 12.30 WIB (untuk CD4)
Senin – Jumat : 08.30 – 13.00 WIB (untuk tes lab)
Senin – Jumat : 08.30 – 14.00 WIB (untuk VCT)
Sabtu : biasanya untuk pengambilan obat saja

Rumah Sakit Boromeus

# Bagian Pastoral Care
Jl. Juanda No. 100, Bandung
Telp : (022) 2552014
Fax : (022) 2504235
Contact Person : Bpk. Punto
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 12.30 WIB

Rumah Sakit Bungsu Bandung
Jl. Veteran No. 6, Bandung
Telp : (022) 4231550 ext. 137
Fax : (022) 4231852
Contact Person : Suster Ros (Penanggung jawab klinik) / HP : 0812.1491023
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB
Rumah Sakit Ujung Berung Bandung
Jl. Rumah Sakit No. 22, Ujung Berung, Bandung, 40612
Telp : (022) 7811794
Fax : (022) 7809580
Contact Person : Bpk. Haris
Layanan : VCT, CST
Pendaftaran Senin – Sabtu : 07.00 – 09.30 WIB
(Pemeriksaan sampai dengan habisnya pasien yang mendaftar)

Rumah Sakit POLRI Bandung
Jl. Moh. Toha No. 369, Bandung
Telp : (022) 5229544 / 5229546
Fax : (022) 5229245
Contact Person : dr. Khairil, Bpk. Aceng (dari bag. Pencatatan)
Layanan : VCT, rawat inap, ART
(karena masih belum ada kasus, jadinya telp dulu untuk membuat perjanjian)

Puskesmas Patokbeusi, Subang
# Klinik Resik
Jl. Raya Pantura, Desa Cibeures, Kecamatan Patokbeusi, Subang, 41262
Telp/Fax : (0260) 710358
Email : pkmpatokbeusi@yahoo.com
Contact Person : Ibu Devi
Layanan : IMS, VCT dan MK
Senin – Sabtu : 13.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Jiwa Dr. Marzoeki Mahdi
# Poliklinik NAPZA
Jl. Dr. Semeru No. 114, Bogor
Telp : (0251) 324025
Fax : (0251) 328129
Hotline : (0251) 343388
Contact Person : dr. Ayi (untuk konseling), Bpk. Maman (untuk bagian obat)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit PMI Bogor
Jl. Raya Pajajaran No. 80 Bogor
Telp : (0251) 324080 ext. 131
Fax : (0251) 324709
Email : rspmibogor@yahoo.com
Contact Person : Bpk. Iwan (Koord.)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 13.00 WIB
Jumat – Sabtu : 08.00 – 12.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi
Jl. Pramuka No. 55, Bekasi
Telp : (021) 8841005 ext. 30 (Bag. Penyakit Dalam)
Contact Person : dr. Sri, Ibu Hamda, Bpk. Erwin
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

JAWA TIMUR

Gaya Nusantara
Jl. Mojo Kidul Blok I No. 11-A, Surabaya
Telp : (031) 5914668
Hotline : (031) 70970121
Email : gayanusantara@indo.net.id
Website : http://www.gayanusantara.org
Contact Person : Ko Budijanto
Layanan :
– VCT bermitra dengan Puskesmas Perak Timur
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA LSL
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi

Persatuan Waria Kota Surabaya (PERWAKOS)
Jl. Banyuurip Kidul Gg. I-A/7, Surabaya
Telp/Fax : (031) 5613127
Email : perwakos2002@yahoo.com
Contact Person : Purwanti Triwahyudi
Layanan :
– VCT bermitra dengan Puskesmas Perak Timur
(konselornya ada di Puskesmas Perak Timur setiap hari Selasa & Rabu pukul 09.00 – 13.00WIB)
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA waria
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk waria dan pasangan/pelanggan di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi, Madiun, Nganjuk, Madura
– Waria Center : untuk pengobatan IMS per 2 minggu 􀃎 Sabtu, pukul 10.00 – selesai

Puskesmas Perak Timur
Jl. Jakarta No. 9, Pabean, Cantian, Surabaya
Telp/Fax : (031) 3524247
Contact Person : dr. Nurul, Ibu Kushartini
Layanan : IMS, VCT dan MK
Senin – Sabtu : 10.00 – 15.00 WIB

Puskesmas Putat Jaya
Jl. Kupang Gunung Barat VI/25, Surabaya
Telp: 031. 352 4247
Layanan IMS, VCT dan MK
Senin – Jumat : 10.00 – 17.00 WIB

Hotline Surabaya
Gd. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan (P4TK)
Jl. Indrapura No. 17, Surabaya
Telp : (031) 3566232
Fax : (031) 3566233
Hotline : (031) 3526118 / 3526119
Email : did@indo.net.id
Contact Person : Sista Ersanti
Layanan :
VCT dan MK di 3 tempat dengan jadwal sbb :
– Hotline Surabaya 􀃎 Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB
– RS. Dr. Sutomo 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 13.00 WIB
– Klinik Kesehatan Perempuan 􀃎 Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

Klinik Kesehatan Perempuan
Jl. Kalianak Timur Gg. Lebar No. 22, Surabaya
Telp : (031) 70993165
Contact Person : Langsung menghubungi Hotline Surabaya; akan diatur dari Hotline Surabaya
Layanan : VCT, MK, dan Kesehatan Reproduksi
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya
# Bagian Penyakit Dalam (Pav. 3 Khusus)
Jl. Gadung No. 1, Surabaya
Telp : (031) 8438153 ext. 3129 (pav. 3 khusus)
Fax : (031) 8437511
Contact Person : Ibu Etty (bag. Penyakit Dalam/pav 3 khusus)
Layanan : VCT, MK, ART (tidak ada jadwal khusus, mengikuti waktu kerja Rumah Sakit)
Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Soetomo
# Bagian Perawatan Intermedite Penyakit Infeksi
Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No. 6-8, Surabaya
Telp : (031) 5501163 / 5501068 / 5020079
Fax : (031) 5028735
Contact Person : Ibu Ria Rugayah Adam
Layanan : VCT, MK, ART
VCT 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIB
ART 􀃎 Rabu : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Dr. M. Soewandhi
Jl. Tambakrejo No. 45-47, Surabaya
Telp : (031) 3725905
Fax : (031) 3713651
Contact Person : dr. Ita Puspita Dewi, SpKK
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

Ikatan Gaya Malang (IGAMA)
Jl. Hamid Rusdi No. 67, Malang
Telp : (0341) 335770
Fax : (0341) 715340
Email : igamamalang@yahoo.com
Website : http://www.geocities/igama.com
http://www.on.to/igama.com
Contact Person : Wenny
Layanan :
– VCT 􀃎 Senin – Kamis : 09.00 – 13.00 WIB
– Manajemen Kasus HIV/AIDS
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA LSL
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL di Malang

Puskesmas Sumber Pucung, Malang
Jl. TGP No. 2 Desa Sumber Pucung, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang
Telp/Fax : (0341) 385230
Contact Person : Tidak ada, bisa langsung menemui dokter-dokter dari ASA di lokasi
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Kamis : 07.00 – 13.00 WIB (di Puskesmas)
Jumat – Sabtu (mobile clinic / ”jemput bola”)

Puskesmas Gondanglegi
Jl. Diponegoro No. 62, Gondanglegi, Malang
Telp/Fax : (0341) 879223
Contact Person : Ibu Ari
Layanan :
– IMS kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Syaiful Anwar
Jl. Jakgung Suprapto No. 2, Malang
Telp : (0341) 362101
Fax : (0341) 369384
Contact Person : Ibu Endang (koord. Poli Penyakit Dalam)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 07.00 – 12.00 WIB
Jumat – Sabtu : 07.00 – 11.00 WIB

Rumah Sakit Islam Dinoyo
Jl. M.T. Haryono No. 139, Malang
Telp : (0341) 551356 / 580798 / 565448 ext. 119
Fax : (0341) 551257
Contact Person : Dedi Darwanto
Layanan : VCT, MK, ART
Selasa, Rabu, Kamis : 09.00 – 12.00 WIB
Di luar hari-hari tersebut dengan perjanjian
Rumah Sakit Umum Kepanjen, Malang
Jl. Panggungrejo No. 1 Kepanjen, Malang
Telp : (0341) 395041 / 396627 / 397813
Ext. 225 (poliklinik) / 121 (bid. Pelayanan)
Contact Person : dr. Susilowati
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 07.00 – 11.00 WIB
Jumat : 07.00 – 10.00 WIB

Yayasan Sadar Hati
Jl. Kampar No. 9, Malang
Telp/Fax : (0341) 486795
Email : sadarhati@jangkar.net
Contact Person : Ibu Lili, Imam
Layanan :
– IMS dan kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WIB

Klinik Bakti Husada KK Bina Sehat
Jl. Letkol Istiqlah No. 42, Banyuwangi
Telp : (0333) 429303 / 421354
Fax : (0333) 424794
Contact Person : Bpk. Heru, Bpk. Hariyadi (direktur)
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Jumat : 07.30 – 16.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan
Jl. Letkol Istiqlah No. 49, Banyuwangi
Telp : (0333) 421072 / 421118
Contact Person : dr. Purwanto (HP : 0333-7718449)
Layanan : VCT, MK/CST, ART
Senin – Kamis : 07.00 – 14.00 WIB
Jumat : 07.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 07.00 – 14.00 WIB

JAWA TENGAH

Rumah Sakit Dr. Kariyadi
# Bagian Rawat Jalan
Jl. Dr. Sutomo No. 16, Semarang
Telp : (024) 8413476 / 8413764 ext. 6186
Contact Person : Ibu Retno (Psikolog), dr. Muchlis, SpPD (Ketua Tim)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 12.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 12.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Jl. Fatmawati No. 1, Pedurungan, Semarang
Telp : (024) 6711500
Contact Person : dr. Kartika (HP : 0818.291008), Bpk. Budi (HP : 0815.6514327 / 70208844)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Tugurejo
Jl. Raya Tugurejo, Semarang
Telp : (024) 70796200 (VCT) / 7605378
Contact Person : Mbak Wida
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 12.00 WIB
Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Semarang
Jl. KH. Achmad Dahlan No. 39 Semarang
Telp/Fax : (024) 8316758
Contact Person : dr. Nurhayati
Layanan :
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA
– TB, VCT, dan MK 􀃎 Senin – Sabtu : 07.00 – 14.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah
# Klinik Warga Utama
Jl. Jembawan No. 8, Semarang
Telp : (024) 7603503
Fax : (024) 7601989
Layanan : Klinik Kesehatan Keluarga. Untuk layanan VCT merujuk ke Klinik Kesehatan ASA

# Klinik Kesehatan ASA
Jl. Cempolorejo No. 33, Semarang
Telp : (024) 7603560
Contact Person : Satyawanti
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Yayasan Wahana Bhakti Sejahtera
Jl. Raden Patah No. 227-279, Semarang; d/h Klinik Budi Husada (Lt. 3)
Telp/Hotline : (024) 70779010
Fax : (024) 7612156
Contact Person : Teguh Prasetyo, Fauzi (HP : 0815.7710404)
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB

Klinik PKBI Semarang
Jl. Argorejo X/17, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat
Telp : (024) 7612948
Hotline : 0815.6620092
Contact Person : Mbak Niken (konselor)
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 19.00 – 17.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Tegal
Jl. H. Samanhudi, Trayemen, Slawi
Telp : (0283) 491808
# Klinik PKBI Tegal
Jl. Raya Suradadi Km. 12, Tegal
Contact Person : dr. Sokehun, dr. Guntur M. Takwin (Manager Klinik)
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Sabtu : 10.00 – 17.00 WIB

Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi, Solo
# Poliklinik Cendana (Poliklinik VCT)
Jl. Kol. Soetarto No. 132, Solo
Telp : (0271) 634634 / 637412 ext. 200
Contact Person : dr. Tatar (HP : 0811.259034), SpPD, dr. Joko Suwito, Ibu Mulid
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Oen, Surakarta
Jl. Brigjen Katamso No. 55, Surakarta
Telp : (0271) 643139 ext. 212 / 401 (UGD)
Fax : (0271) 660935 / 642026
Hotline : 0816.677407
Contact Person : B.M. Susilowati
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
Jl. Rumah Sakit No. 1, Banyumas
Telp : (0281) 796031 / 796511 / 7621111 ext. 122
Fax : (0281) 796182 (sekretariat)
Hotline : 0813.28800461
Contact Person : dr. Istanto (Penanggung Jawab Klinik)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Umum Prof. Dr. Margono Soekardjo
Jl. Dr. Gumbreg No. 1, Purwokerto
Telp/Fax : (0281) 632708 􀃎 minta disambungkan ke klinik VCT
Hotline : 0812.2512497
Contact Person : dr. Achmad Wiryawan, Dewi Nilam Sari
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 13.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

D.I. YOGYAKARTA

Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) DIY
# Klinik Kesehatan Reproduksi
Jl. Tentara Rakyat Mataram, Gg. Kapas JT-I/705, Badran, Yogyakarta, 55231
Telp : (0274) 586767
Fax : (0274) 513566
Email : pkbi-diy@yogya.wasantara.net.id
Layanan : IMS, VCT
Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

Lentera Sahaja
Jl. Taman Siswa, Gg. Basuki, Surokarsan MG-II No. 560, Yogyakarta, 55151
Telp : (0274) 419709
Fax : (0274) 513566
Email : lentpkbi@indosat.net.id
Contact Person : Jamaludin Alwi (Koord. Klinik)
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria di Yogyakarta
– Klinik IMS di Griya Lentera 􀃎 Selasa & Jumat : 16.00 – 18.00 WIB

Griya Lentera
Jl. Sosrowijayan Kulon GT-I/190 Yogyakarta
Telp : (0274) 586767
Hotline : 0812.2708753
Email : pkbi-diy@yogya.wasantara.net.id
Contact Person : Ibu Dwi
Layanan : IMS dan VCT
Senin – Sabtu : 09.00 – 15.00 WIB

Rumah Sakit Bethesda
# Klinik Philia
Jl. Sudirman No. 70, Yogyakarta
Telp : (0274) 586688 ext. 1234
Fax : (0274) 563312
Contact Person : Bpk. Sarwinandyo
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
# Klinik Gempita
Jl. K.H. Achmad Dahlan No. 20, Yogyakarta
Telp : (0274) 512653 ext. 180
Contact Person : Zainuri, dr. Tuti Wardhani
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Dr. Sardjito
# Poliklinik Edelweis
Jl. Kesehatan No. 1, Yogyakarta
Telp : (0274) 587333 ext. 494
Fax : (0274) 565639 / 520410
Contact Person : Bpk. Suprapto
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.30 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Rumah Sakit Panti Rapih
# Poli Umum (Klinik VCT)
Jl. Cik Di Tiro No. 30, Yogyakarta
Telp : (0274) 563333 ext. 332 / 404
Fax : (0274) 564583
Contact Person : Ibu Suci, Ibu Retno Lestari
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 07.00 – 14.00 WIB (melalui perjanjian)

RIAU & KEPULAUAN RIAU

Klinik Puskesmas Lubukbaja
Jl. Baloi Center (Depan DC Mall), Batam
Telp : (0778) 7028596 / 7058982
Contact Person : Mbak Suryani (konselor)
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Kamis : 09.00 – 15.00 WIB
Jumat : 09.00 – 11.30 WIB
Sabtu : 09.00 – 13.00 WIB

Klinik IMS Budi Kemuliaan
Kompleks Nagoya Garden, Blok F/58, Batam
Telp : (0778) 454044 / 451281
Contact Person : Ibu Anna (bidan)
Layanan :
– Balai pengobatan IMS untuk Pekerja Seks karaoke dan diskotik, dengan waktu layanan :
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB
Sabtu : 09.00 – 12.00 WIB

Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB)
Jl. R.E. Martadinata, Sekupang, Batam
Telp : (0778) 322347
Fax : (0778) 322684
Email : franciscatanzil@yahoo.com
Contact Person : dr. Sisca (HP : 0812.7003080)
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria di Batam
– VCT dirujuk ke RS. Budi Kemuliaan.
Pendaftaran 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB
Sabtu : 09.00 – 11.00

Rumah Sakit Budi Kemuliaan
# Drop In Center YPAB ”CASPER”
# Klinik Konseling dan Tes HIV Sukarela
Jl. Budi Kemuliaan No. 1, Seraya, Batam
Telp : (0778) 433246 / 454044 ext. 313
Fax : (0778) 433246
Contact Person : Ibu Fransisca, Ibu Detty
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WIB
Sabtu : 09.00 – 11.00 WIB

Dinas Kesehatan Kota Tanjung Pinang
Jl. Nila No. 1, Tanjung Pinang, 29112
Telp : (0771) 317847
# Klinik IMS Puskesmas Tanjung Pinang
Jl. Juanda No. 1, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Telp : (0771) 318497
Contact Person : Ibu Ika
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Selasa : 11.00 – 15.00 WIB
# Klinik IMS Batu 15
Lokalisasi Batu 15, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Contact Person : Ibu Ika
Layanan : IMS, VCT dan MK
Rabu – Sabtu : 11.00 – 15.00 WIB
Keterangan : Di Klinik Batu 15 ini hanya pelayanan medis-nya saja, sedangkan untuk semua informasi, administrasi, dsb, ditangani oleh Puskesmas Tanjung Pinang

Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pinang
# Klinik VCT Kemuning
Jl. Kesehatan No.1, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Telp : (0771) 318374
Contact Person : dr. Eddy Sobri, SpPD (Penanggung Jawab VCT), dr. Anawati, dr. Melly,
dr. Rollwyn, Fajria Rahma (administrasi)
Layanan : VCT dan MK
Senin – Sabtu : 09.00 – 14.00

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Riau (KEPRI)
Jl. Ir. Sutami Km. 5, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
# Klinik IMS Batu 24, Puskesmas Tuapaya
Lokalisasi Batu 24, Desa Tuapaya, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan
Telp : (0771) 21876 / 26873
Contact Person : dr. Yossie (HP : 0815.6862833)
Layanan : IMS
4x Seminggu (Senin – Kamis) : 11.00 – 14.00 WIB
# Klinik IMS Bukit Senyum, Puskesmas Tanjunguban
Lokalisasi Bukit Senyum Km. 80, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan
Telp : (0771) 81500
Fax : (0771) 82200
Contact Person : dr. Ratih, Ibu Latifah (bag. Lab)
Layanan : IMS 􀃎 2x Seminggu (Selasa & Kamis) : 11.00 – 14.00 WIB

Puskesmas Tanjungbatu
# Klinik IMS Batu 7
KETERANGAN : Tidak ada nomor teleponnya untuk mengecek data. Telkom 108 juga tidak bisa dihubungi (untuk menanyakan nomor teleponnya).
Rumah Sakit Umum Daerah Karimun
# Klinik Sehati Blok D
Jl. Soekarno – Hatta (Jl. Poros) No. 1, Tj. Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau
Telp : (0777) 327808
Contact Person : Siti Ba’diyah
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB

SUMATERA UTARA

Yayasan Galatea
# Kantor 1 :
Jl. Laboratorium III No. 5, Medan, 20111
Telp/Fax : (061) 4512702
Contact Person : Irna Ningsih (bag. Lab.)
# Kantor 2 :
Jl. Setia Budi No. 226, Medan
Telp : (061) 8213103
Email : galatea_mdn@yahoo.com
Contact Person : Amri Yahya
Layanan :
– Kesehatan dasar untuk pengguna NAPZA suntik (IDU / Injecting Drug User)
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA pengguna NAPZA suntik
– VCT dan MK 􀃎 Senin – Sabtu : 09.00 – 17.00 WIB

Rumah Sakit Umum Haji Medan
Jl. RS. Haji, Medan Estate, Medan
Telp : (061) 6619520 ext. 189 (ruangan dr. JAMAL & Ibu Suryani) /
(061) 77211870 (langsung ke bag. VCT)
Contact Person : dr. Jamal, Ibu Suryani
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB
Rumah Sakit Umum Adam Malik
Jl. Bunga Lau No 17. Medan
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.30 WIB

SUMATERA BARAT

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat
# Cemara
Jl. Sutan Syahrir No. 50, Madang
Telp/Fax : (0751) 39630
Email : pkbisumbar@netpadang.wasantara.net.id
Contact Person : Arven Reinata
Layanan :
– Program Pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk remaja, bersahabat dengan remaja LSL
– VCT 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WIB
SUMATERA SELATAN

Rumah Sakit Umum M. Hoesin
# Bag. VCT Klinik Melati
Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5 Palembang
Telp : (0711) 354088
Contact Person : Ibu Novi (HP : 0816.381016)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.30 WIB
Sabtu : 08.00 – 12.30 WIB

Rumah Sakit Jiwa Palembang
Jl. Kol. H. Barlian Km. 6, Palembang
Telp : (0711) 410354 􀃎 minta disambungkan langsung dengan Bpk. Edy
Contact Person : Edy Radiyanto (Ka.Bag. Sekretariat)
Layanan : VCT, ART
Senin – Kamis : 08.00 – 14.00 WIB
Jumat : 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan
Jl. Kol. H. Burlian / Mahkamah Militer Km. 6, Palembang
Telp/Fax ; (0711) 420786
Email : pkbi@palembang.wasantara.net.id
Contact Person : Bpk. Amirul Husni
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria
– IMS, VCT, MK 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WIB

BENGKULU

Rumah Sakit Umum Dr. M. Junus
Jl. Bhayangkara, Sidomulyo, Bengkulu
Telp : (0736) 52004 ext. 314
Contact Person : Ibu Wahyu, Prima (HP : 0815.7936829)
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

LAMPUNG

Rumah Sakit Umum Dr. H. Abdoel Moeloek
# Pokja HIV/AIDS Lampung (di Bag. Penyakit Dalam)
Jl. Dr. Rivai No. 6, Penengahan, Bandar Lampung
Telp : (0721) 703312 / 703952 / 7462256
Contact Person : Ibu Sumarni (HP : 0812.7941150), dr. Fermizet Rudi, SpPD
Layanan : VCT, ART
Selasa, Kamis, Sabtu : 09.00 – 11.00 WIB

JAMBI

Rumah Sakit Umum Jambi
Jl. Letjen Suprapto, Jambi
Telp : (0741) 62364 / 668794
Contact Person :
– dr. Enny (bag. Pelayanan)
– Etty (bag. Perawatan)
– Metty (bag. Penyakit Dalam)
– Mira Diany (bag. Poli Jiwa)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 12.00 WIB

BALI

Yayasan Gaya Dewata
Jl. Suli No. 132, Denpasar
Telp/Fax : (0361) 234525
Email : gayadewata@indo.net.id
Contact Person : Didi Yudianto
Layanan :
– Kelompok Dukungan Sebaya Waria Cantik (Warcan) Plus untuk ODHA waria
– IMS, VCT (tes HIV dirujuk), MK/CST 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA
Yayasan Kerti Praja
Gedung WM, Jl. Raya Sesetan No. 270, Banjar Pegok, Sesetan, Denpasar, Bali, 80223
Telp : (0361) 728916 / 728917
Fax : (0361) 728504
Email : ykpdps@dps.wasantara.net.id
Contact Person : dr. Satriyani
Layanan : VCT, MK/CST
Senin – Jumat : 09.00 – 15.00 WITA
Sabtu : 09.00 – 13.00 WITA

Yayasan Citra Usadha Indonesia
Jl. Sari Gading Timar No. 1, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 263850
Fax : (0361) 229487
Hotline : (0361) 246788
Email : ycui@denpasar.wasantara.net.id
Contact Person :
– Denpasar 􀃎 Novita E. Wuntu dan Ari Erawati
– Singaraja 􀃎 Carnawirata dan Sukiarta Made W.
– Negare 􀃎 Nenga S. Wardhana
Layanan : VCT dirujuk ke RS. Sanglah (disesuaikan dengan waktu layanan RS)

Yayasan Mata Hati
Jl. Pasekan No. 5, Batu Bulan, Gianyar, Bali
Telp/Fax : (0361) 299711
Email : yayasanmatahati@telkom.net
Yayasan-matahati@telkom.net
Contact Person : Alfrendo, Nitta
Layanan : VCT dan MK/CST (tes HIV dirujuk)
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA

Yayasan Kesehatan Bali (YAKEBA)
Jl. Merthasari No. 36-A, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 724699 / 724159
Fax : (0361) 724699
Email : bob@yakeba.com
Contact Person : Mr. Bob Monkhouse, I Gusti Ngurah Wahyunda
Layanan :
– Kelompok Dukungan Sebaya Klub Hidup+ untuk ODHA
– VCT 􀃎 Senin, Rabu, Jumat : 08.00 – 17.00 WITA
– MK/CST 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 17.00 WITA

Yayasan Hati-hati
Jl. Dewata I-A/8 Sidakarya, Denpasar, Bali, 80224
Telp/Fax : (0361) 722979
Email : hatihati@dps.centrin.net.id
Contact Person : Noddy, Putri
Layanan : VCT (tes HIV dirujuk) 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali
Jl. Gatot Subroto IV No. 6, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 430214 / 430133
Fax : (0361) 430214
Email : pkbibali@dps.centrin.net.id
Contact Person : Bpk. Ketut Sukanata, SH
Layanan : Klinik IMS 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 14.00 WITA

Rumah Sakit Sanglah
# Klinik Paviliun Nusa Indah
Jl. Kesehatan No. 1, Denpasar, Bali
Telp/Fax : (0361) 7416791
Contact Person : Agung Anom Suryani
Layanan : IMS, VCT, MK/CST, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WITA

Yayasan Bali Nurani
Jl. Gunung Sari III/7, Banjar Sari Buana, Denpasar, Bali
Telp : (0361) 486009 / 7435725
Fax : (0361) 486009
Email : info@balinurani.org
Contact Person : Bpk. Yarianto
Layanan :
– Rehabilitasi Narkoba
– VCT dan MK/CST 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WITA

Wargas Singaraja
Jl. Gajah Mada, Lingkungan Tegal Mawar RT 04, Singaraja, Bali
Telp : (0361) 28289
Email : siskalove@hotmail.com
Contact Person : Siska (HP : 0813.38675794)
Layanan :
– Organisasi LSL
– IMS dirujuk ke Klinik Puskesmas Sawan dan Crisis Care (pengobatan gratis di Lovina)
– VCT dirujuk ke RSUD Buleleng (Klinik Edelweis) dan Yayasan Kerti Praja Denpasar
􀃎 disesuaikan dengan waktu layanan RS dan Yayasan Kerti Praja

KALIMANTAN BARAT

Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Kalimantan Barat
Jl. Letjen Sutoyo No. 17-A, Pontianak, Kalimantan Barat
Telp : (0561) 743446
Fax : (0561) 748384
Email : pkbi@pontianak.wasantara.net.id
Contact Person : Bpk. Mulyadi (direktur PKBI Kal-Bar), dr. Rizka
Layanan :
– Program pencegahan IMS dan HIV/AIDS untuk LSL termasuk waria
– IMS 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WITA
– VCT 􀃎 Jejaring dengan RSU Dr. Soedarso, RSJ Pontianak, RSU St. Antonius
(disesuaikan dengan waktu pelayanan di RS)

Rumah Sakit Umum Dr. Soedarso
Jl. Dr. Soedarso No. 1, Pontianak
Telp : (0561) 737701 / 7069067 (langsung ke bag. VCT)
Fax : (0561) 732077
Contact Person : dr. Wiwi Endang Susanti (HP : 0813.45141100)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Jiwa Pontianak
Jl. Ali Anyang No. 1, Pontianak
Telp : (0561) 767525 / 764004 (langsung ke bag. VCT)
Fax : (0561) 732420 / 764004
Contact Person : Darmansyah, Junnaedi
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 07.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Umum St. Antonius
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 249, Pontianak
Telp : (0561) 732101
Contact Person : Bpk. Zidai
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 13.00 WITA

Rumah Sakit Umum Dr. Rubini, Mempawah
# Klinik VCT Sahabat
Jl. Dr. Rubini No. 1, Mempawah
Telp : (0561) 691026
Hotline (24 jam) : (0561) 7086612
Contact Person : dr. Wahyu, Ican (HP : 0813.45288151), Pri, Evita
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WITA

Rumah Sakit Umum Dr. Abdul Aziz, Singkawang
Jl. Dr. Soetomo No. 28, Singkawang
Telp : (0562) 631798 / 636319
Contact Person : Ibu Neni Yusmaniarni
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 07.00 – 15.00 WITA (jika mendesak, malam masih bisa dilayani)
Minggu : Appointment (tergantung konselor dan kliennya)

KALIMANTAN TIMUR

Rumah Sakit Dirgahayu
Jl. Merbabu No. 62, Samarinda
Telp : (0541) 742161 / 742116
Contact Person : dr. Budi (Poliklinik Umum)
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WITA

Rumah Sakit TNI Dr. R. Hardjanto
Jl. Tanjungpura I, Balikpapan
Telp : (0542) 414333 / 423409
Contact Person : Bpk. Nyoman, Bpk. Fajar (0815.20319808)
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 14.30 WITA

KALIMANTAN TENGAH

Rumah Sakit Umum Dr. Dorys Sylvanus
Jl. Tambun Bungai No. 4, Palangkaraya
Telp : (0536) 3221717 / 3229194
Fax : (0536) 3229194
Contact Person : dr. Nyoman (bag. Pelayanan Medis) / HP : 0812.5080763
Layanan :
– IMS 􀃎 Senin – Sabtu : 08.00 – 11.00 WITA
– VCT (sudah disiapkan, tapi belum berjalan)
􀃎 rencananya buka Senin – Jumat : 11.00 – 12.00 WITA

SULAWESI UTARA

Rumah Sakit Teling Manado
Jl. 14 Februari, Teling Atas, Manado
Telp : (0431) 852250 (UGD)
Contact Person : Sherly, Femmy Kilikili
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WITA

Yayasan Mitra Masyarakat

Jl. Teling Atas Lingkungan I No. 68, Manado
Telp/Fax : (0431) 843606 / 875955
Email : ymm_mdc@yahoo.com
Contact Person : Umar Manto
Layanan : VCT dirujuk ke RSU Prof. Dr. R.D. Kandou dan RS Teling Manado
􀃎 disesuaikan dengan wakt layanan di RS

Yayasan Bahagia Harapan Kita (YBHK)
# Klinik Pinaesaan
Jl. Panjaitan No. 74, Manado
Telp/Fax : (0431) 855949 / 864303
Contact Person : dr. Lenny Sendo
Layanan : IMS, VCT, dan MK
Senin – Jumat : 08.00 – 14.00 WITA
Sabtu : 08.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Ratumbuisang
Jl. Bethesda No. 77, Manado
Telp/Fax : (0431) 823661
Contact Person : dr. Frida (Konsulen)
Layanan : VCT
Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WITA

SULAWESI TENGAH

Rumah Sakit Umum Undata, Palu
Jl. Suharso, No. 14, Palu, Sulawesi Tengah
Telp : (0451) 421270 / 421470
Fax : (0451) 421370
Contact Person : dr. Rustam (bag. Penyakit Dalam)
Layanan : VCT, ART
􀃎 Dilakukan oleh dokter jiwa 3x seminggu
􀃎 Senin, Rabu, Jumat : 09.00 – 15.00 WITA

SULAWESI SELATAN

Rumah Sakit Wahidin Sudirohusoso
Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 11, Makasar
Telp : (0411) 585079 / 584677 / 591422 (langsung ke bag. VCT)
Fax : (0411) 591422
Contact Person : dr. Yohana
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 09.00 – 16.00 WITA

Rumah Sakit Djumpandang Baru
# Klinik VCT
Jl. Ir. Juanda No. 1, Makasar
Telp : (0411) 448359
Contact Person : Ratna, dr. Hadarate Razak
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 15.00 WITA

Rumah Sakit Jiwa Dadi
Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 34, Makasar
Telp : (0411) 873120 / 873167
Fax : (0411) 872167
Contact Person : dr. Hawaida
Layanan : VCT, ART
Senin – Jumat : 08.00 – 13.00 WITA
Sabtu : 08.00 – 12.00 WITA

Rumah Sakit Pelamonia, Makasar
Jl. Jend. Sudirman No. 27, Makasar
Telp : (0411) 319393 / 5054862
KETERANGAN : Layanan IMS dan VCT belum ada. Masih konsep.
Rumah Sakit Kepolisian Bhayangkara
Jl. Letjen Pol. Mappaodang No. 63, Makasar
Telp : (0411) 872514 ext. 132
Contact Person : Achmad Susanto (HP : 0813.42595960)
Layanan : VCT, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WITA

JAYAPURA

Rumah Sakit Umum Daerah Dok II
# VCT Center
Jl. Kesehatan No.1, Jayapura, 99117
Telp/Fax : (0967) 533616 ext. 7011 / 537881 (VCT center)
Contact Person : dr. Jovita, dr. Samuel, Suster Adriana (di ruang VCT), Suster Siti Soltis (MK)
Layanan : VCT, MK, ART
Senin – Jumat : 07.00 – 14.00 WIT
Sabtu : tergantung situasi dan kondisi

Rumah Sakit Dian Harapan, Jayapura
Jl. Kompleks SPG Taruna Bhakti, Waena, Jayapura
Telp : (0967) 572123 / 573479
Fax : (0967) 573362
Contact Person : dr. Royke Lumendek
Layanan :
– IMS, VCT, MK
􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIT
􀃎 Selasa, Rabu, Jumat : 16.00 – 19.00 WIT
– Mobile clinic 2x seminggu di BKKBN Kotaraja dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura
– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA

MERAUKE

Yayasan Sosial Santo Agustinus (YASANTO)
Jl. Martadinata, PO BOX 214 Merauke
Telp/Fax : (0971) 325371
Contact Person : Ir. Leo Mahuze
Layanan :
– IMS dirujuk ke PKR 􀃎 Senin – Jumat : 08.00 – 15.00 WIT
– VCT dirujuk ke PKR 􀃎 Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WIT

– Kelompok Dukungan Sebaya Arkanita Support Group untuk ODHA
Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR)
Jl. Sulawesi No. 1 (samping Bank Mandiri), Merauke
Telp/Fax : (0971) 321484
Contact Person : dr. Inge Silvia
Layanan :
# IMS, VCT, MK di PKR dan 5 Puskesmas berikut :
1. Puskesmas Mopah 􀃎 Jl. Brawijaya, Merauke (telp : 0971-321145)
2. Puskesmas Rimba Jaya 􀃎 Jl. Garuda, Mopah Lama, Merauke
3. Puskesmas Kuprik 􀃎 Kampung Kuprik, Distrik Tanah Miring, Merauke
4. Puskesmas Kurik 􀃎 Kampung Candrajaya, Distrik Kurik, Merauke
5. Puskesmas Jagebob 􀃎 Kampung Angger Permedi, Distrik Jagebob, Merauke
# Hari dan Jam Buka Layanan :
Senin – Kamis : 08.00 – 13.00 WIT
Jumat : 08.00 – 11.00 WIT
Sabtu : 08.00 – 13.00 WIT

Rumah Sakit Umum Merauke
# Pokja HIV/AIDS
Jl. Sukaryo Wiryopranoto, Merauke
Telp/Fax : (0971) 321124 / 321125 ext. 809 / 326443 (langsung ke Pokja HIV/AIDS)
Layanan : IMS, VCT, MK, ART
Senin – Sabtu : 08.00 – 14.00 WIT

SORONG

Rumah Sakit Umum Daerah Sele Be Solu, Sorong
# Klinik VCT
Jl. Basuki Rahmat Km. 12, Sorong
Telp/Fax : (0951) 335811
Layanan :
– VCT 􀃎 Senin – Sabtu : 08.00 – 15.00 WIT
– MK

– Kelompok Dukungan Sebaya untuk ODHA
Yayasan Sosial Agustinus (YSA)
# Klinik Bintang Timur
Jl. R.A. Kartini No. 2, Sorong
Telp/Fax : (0951) 322020
Contact Person : dr. Rizwan (IMS), Joko Irianto (VCT)
Layanan : IMS, VCT, MK
Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WIT
Sabtu : Appointment

MANOKWARI

Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari
Jl. Bhayangkari No. 1, Manokwari, Irian Jaya Barat
Telp : (0986) 211440 / 211441 / 215950 (klinik IMS dan VCT)
Fax : (0986) 213189
Contact Person : dr. Siti (IMS di Puskesmas Mariti), Suster Paulin (VCT, MK)
Layanan :
– IMS di Puskesmas Mariti (di lokalisasi) 􀃎 Selasa & Kamis : 10.00 – 13.00 WIT
– VCT, MK, ART di RS 􀃎 Senin – Jumat : 09.00 – 12.00 WIT

Kanker Anus: Informasi dan pengobatan

Kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:
* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Berikut tes dan prosedur yang dapat digunakan:
Pemeriksaan fisik dan sejarah: Sebuah pengujian pada tubuh untuk memeriksa tanda-tanda kesehatan umum, termasuk untuk memeriksa tanda-tanda penyakit, seperti gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa. Sebuah sejarah kesehatan pasien dan kebiasaan terakhir penyakit dan juga perawatannya.

  • Pemeriksaan dubur digital (DRE): Sebuah penelitian terhadap anus dan rektum. Dokter atau perawat memasukkan pelumas, bersarung tangan dan jari dimasukkan ke dalam dubur untuk merasakan adanya gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa.
  • Anoscopy: Sebuah alat pemeriksaan anus dan yang lebih rendah dari rectum, tabung yang diterangi disebut anoscope.
  • Proctoscopy: Sebuah alat pemeriksaan yang pendek untuk memeriksa rectum, tabung yang diterangi disebut proctoscope.
  • Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.
  • Biopsi: Penyingkiran sel atau tisu sehingga mereka dapat dilihat di bawah mikroskop oleh patolog untuk memeriksa tanda-tanda kanker. Jika yang dilihat adalah daerah yang tidak normal selama anoscopy, yang pernah dilakukan pada waktu itu.

Informasi Umum Tentang kanker

kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:

* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Masa (kesempatan pemulihan) tergantung pada hal berikut:

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

*TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)

Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I

Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:

* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB

Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:

* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV

Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Sekilas tentang perawatan pilihan

Ada berbagai jenis pengobatan untuk pasien kanker anus.

Berbagai jenis perawatan yang tersedia untuk pasien kanker anus. Beberapa perawatan yang standar (yang saat ini digunakan), dan beberapa lagi yang sedang diteliti dalam uji klinis. Sebelum perawatan dimulai, pasien mungkin berpikir tentang mengambil bagian dalam percobaan klinis. Percobaan perawatan klinis adalah penelitian studi dimaksudkan untuk membantu meningkatkan perawatan saat ini atau memperoleh informasi tentang perawatan baru untuk pasien penderita kanker. Ketika uji klinis menunjukkan bahwa perawatan yang baru lebih baik dari perawatan standar, maka pengobatan baru tersebut dapat menjadi standar pengobatan.

Uji klinis ada di banyak negara bagian. Informasi tentang uji klinis tersedia di Situs NCI . Memilih perawatan kanker yang tepat idealnya melibatkan keputusan dari pasien, keluarga, dan tim kesehatan.

Tiga jenis perawatan standar yang digunakan:

Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah perawatan kanker yang menggunakan energi tinggi sinar-x atau jenis lain radiasi untuk membunuh sel kanker. Ada dua jenis terapi radiasi. Eksternal terapi radiasi yang menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengirim radiasi terhadap kanker. Internal terapi radiasi menggunakan zat radioaktif mati dalam jarum, bibit, kawat, atau catheters yang ditempatkan secara langsung ke dalam atau dekat dengan kanker. Cara terapi radiasi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan kanker yang menggunakan obat untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikan pembelahan sel. Bila kemoterapi diambil melalui mulut atau menyuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot, obat memasuki aliran darah dan dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh (sistemik kemoterapi). Bila kemoterapi ditempatkan langsung ke dalam tulang belakang, organ, atau rongga badan seperti bagian perut, obat terutama mempengaruhi sel kanker di tempat-tempat (daerah kemoterapi). Cara kemoterapi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Bedah

* Lokal resection: Sebuah prosedur bedah Tumor yang diangkat dari anus bersama dengan beberapa jaringan yang sehat di sekelilingnya. Lokal resection dapat digunakan jika kanker adalah kecil dan belum tersebar. Prosedur ini mungkin dapat menyimpan otot sphincter sehingga pasien masih dapat mengontrol pergerakan usus. Tumor yang berkembang di bagian bawah anus sering bisa dihapus dengan resection lokal.
* Abdominoperineal resection: Sebuah prosedur bedah anus, pada rektum, dan bagian dari usus sigmoid dibuang melalui torehan yang dibuat di bagian perut. Dokter memotong ujung usus dan menyambungkannya dibagian samping perut, yang disebut stoma, dilakukan di permukaan tubuh bagian perut untuk memudahkan kotoran keluar dan ditampung dalam sebuah kantong di luar tubuh. Hal ini disebut Kolostomi. Kelenjar getah bening yang mengandung kanker juga dapat dihapus selama operasi ini.

Menderita Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat mempengaruhi pengobatan kanker anus.

Terapi kanker selanjutnya dapat merusak atau melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien yang memiliki human immunodeficiency virus (HIV). Untuk alasan ini, pasien yang menderita kanker anus dan HIV biasanya dirawat dengan menurunkan dosis obat anticancer dan radiasi daripada pasien yang tidak terjangkit HIV.

Jenis perawatan lain sedang diuji dalam percobaan klinis, termasuk yang berikut:

Radiosensitizers

Radiosensitizers adalah obat yang membuat sel Tumor lebih sensitif terhadap terapi radiasi. Menggabungkan dengan terapi radiasi radiosensitizers dapat membunuh lebih banyak sel Tumor.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

Pilihan perawatan oleh tahap

Tahap 0 Kanker Anus (kanker bisul di Situ)

Perawatan dari tahap 0 anal anus biasanya adalah lokal resection.

Kanker anus tahap I
Perawatan kanker anus tahap I dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Internal terapi radiasi untuk kanker yang tetap ada setelah perawatan eksternal dengan radiasi sinar-terapi.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap II
Perawatan kanker anus tahap II dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Terapi radiasi internal.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap IIIA
Perawatan kanker anus tahap IIIA dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Radiasi sinar internal
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IIIB
Perawatan kanker anus tahap IIIB dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan kemoterapi.
* Resection lokal atau abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Kelenjar getah bening juga dapat dihapus.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IV

Perawatan kanker anus tahap IV dapat termasuk:

* Bedah sebagai terapi palliative untuk meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
* Terapi radiasi sebagai terapi palliative .
* Kemoterapi dengan terapi radiasi sebagai terapi palliative.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pilihan perawatan untuk kanker anus kambuhan
Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

* TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Tahapan kanker anus

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)
Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I
Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:
* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB
Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:
* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV
Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* online prescriptions Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

disadur dari  http://www.ahliwasir.com

Kanker Anus: Informasi dan Pengobatan

Kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:
* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Berikut tes dan prosedur yang dapat digunakan:
Pemeriksaan fisik dan sejarah: Sebuah pengujian pada tubuh untuk memeriksa tanda-tanda kesehatan umum, termasuk untuk memeriksa tanda-tanda penyakit, seperti gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa. Sebuah sejarah kesehatan pasien dan kebiasaan terakhir penyakit dan juga perawatannya.

  • Pemeriksaan dubur digital (DRE): Sebuah penelitian terhadap anus dan rektum. Dokter atau perawat memasukkan pelumas, bersarung tangan dan jari dimasukkan ke dalam dubur untuk merasakan adanya gumpalan atau hal lain yang tampaknya tidak biasa.
  • Anoscopy: Sebuah alat pemeriksaan anus dan yang lebih rendah dari rectum, tabung yang diterangi disebut anoscope.
  • Proctoscopy: Sebuah alat pemeriksaan yang pendek untuk memeriksa rectum, tabung yang diterangi disebut proctoscope.
  • Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.
  • Biopsi: Penyingkiran sel atau tisu sehingga mereka dapat dilihat di bawah mikroskop oleh patolog untuk memeriksa tanda-tanda kanker. Jika yang dilihat adalah daerah yang tidak normal selama anoscopy, yang pernah dilakukan pada waktu itu.

Informasi Umum Tentang kanker

kanker anus adalah penyakit yang berbahaya (kanker) dalam bentuk sel tisu dalam anus.

Anus adalah bagian akhir dari usus besar, di bawah bagian rektum yang dilalui kotoran (limbah padat) untuk keluar dari tubuh. Anus yang dibentuk adalah sebagian dari luar lapisan kulit dari tubuh dan sebagian dari usus. Dua-ring seperti otot, disebut otot sphincter, berfungsi untuk membuka dan menutup anus, anus membuka agar kotoran keluar dari tubuh. anal kanal, bagian pembukaan antara dubur dan anal panjangnya sekitar 1 ½ inci.

Kulit luar sekitar dubur yang disebut daerah perianal. Tumor di daerah ini adalah Tumor kulit, bukan kanker anus.

Terinfeksi dengan papillomavirus manusia (HPV) dapat mempengaruhi resiko pengembangan kanker anus.

Faktor risiko meliputi:

* Usia lebih dari 50 tahun.
* Terinfeksi dengan human papillomavirus (HPV).
* Memiliki banyak pasangan seks.
* Melakukan hubungan anal seks.
* Anus sering mengalami kemerahan, pembengkakan dan kesakitan.
* Menderita anus fistula (bukaan yang tidak normal).
* Merokok.

Kemungkinan tanda kanker anus termasuk pendarahan dari anus atau dubur atau benjolan di dekat anus.

Ini dan gejala lainnya dapat disebabkan oleh kanker anus. Kondisi lain dapat menyebabkan gejala yang sama. Harus berkonsultasi ke Dokter jika ada masalah yang berikut ini:

* Pendarahan dari anus atau dubur.
* Sakit atau tekanan di daerah sekitar dubur.
* Gatal-gatal atau banyak keluar lendir dari anus.
* Benjolan di dekat anus.
* Perubahan kebiasaan BAB.

Pengujian untuk memeriksa dubur digunakan untuk mendeteksi (menemukan) dan diagnosa kanker anus.

Masa (kesempatan pemulihan) tergantung pada hal berikut:

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

*TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)

Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I

Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:

* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB

Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:

* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV

Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Sekilas tentang perawatan pilihan

Ada berbagai jenis pengobatan untuk pasien kanker anus.

Berbagai jenis perawatan yang tersedia untuk pasien kanker anus. Beberapa perawatan yang standar (yang saat ini digunakan), dan beberapa lagi yang sedang diteliti dalam uji klinis. Sebelum perawatan dimulai, pasien mungkin berpikir tentang mengambil bagian dalam percobaan klinis. Percobaan perawatan klinis adalah penelitian studi dimaksudkan untuk membantu meningkatkan perawatan saat ini atau memperoleh informasi tentang perawatan baru untuk pasien penderita kanker. Ketika uji klinis menunjukkan bahwa perawatan yang baru lebih baik dari perawatan standar, maka pengobatan baru tersebut dapat menjadi standar pengobatan.

Uji klinis ada di banyak negara bagian. Informasi tentang uji klinis tersedia di Situs NCI . Memilih perawatan kanker yang tepat idealnya melibatkan keputusan dari pasien, keluarga, dan tim kesehatan.

Tiga jenis perawatan standar yang digunakan:

Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah perawatan kanker yang menggunakan energi tinggi sinar-x atau jenis lain radiasi untuk membunuh sel kanker. Ada dua jenis terapi radiasi. Eksternal terapi radiasi yang menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengirim radiasi terhadap kanker. Internal terapi radiasi menggunakan zat radioaktif mati dalam jarum, bibit, kawat, atau catheters yang ditempatkan secara langsung ke dalam atau dekat dengan kanker. Cara terapi radiasi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan kanker yang menggunakan obat untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikan pembelahan sel. Bila kemoterapi diambil melalui mulut atau menyuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot, obat memasuki aliran darah dan dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh (sistemik kemoterapi). Bila kemoterapi ditempatkan langsung ke dalam tulang belakang, organ, atau rongga badan seperti bagian perut, obat terutama mempengaruhi sel kanker di tempat-tempat (daerah kemoterapi). Cara kemoterapi diberikan tergantung pada jenis dan tahap kanker yang sedang dirawat.

Bedah

* Lokal resection: Sebuah prosedur bedah Tumor yang diangkat dari anus bersama dengan beberapa jaringan yang sehat di sekelilingnya. Lokal resection dapat digunakan jika kanker adalah kecil dan belum tersebar. Prosedur ini mungkin dapat menyimpan otot sphincter sehingga pasien masih dapat mengontrol pergerakan usus. Tumor yang berkembang di bagian bawah anus sering bisa dihapus dengan resection lokal.
* Abdominoperineal resection: Sebuah prosedur bedah anus, pada rektum, dan bagian dari usus sigmoid dibuang melalui torehan yang dibuat di bagian perut. Dokter memotong ujung usus dan menyambungkannya dibagian samping perut, yang disebut stoma, dilakukan di permukaan tubuh bagian perut untuk memudahkan kotoran keluar dan ditampung dalam sebuah kantong di luar tubuh. Hal ini disebut Kolostomi. Kelenjar getah bening yang mengandung kanker juga dapat dihapus selama operasi ini.

Menderita Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat mempengaruhi pengobatan kanker anus.

Terapi kanker selanjutnya dapat merusak atau melemahkan sistem kekebalan tubuh pasien yang memiliki human immunodeficiency virus (HIV). Untuk alasan ini, pasien yang menderita kanker anus dan HIV biasanya dirawat dengan menurunkan dosis obat anticancer dan radiasi daripada pasien yang tidak terjangkit HIV.

Jenis perawatan lain sedang diuji dalam percobaan klinis, termasuk yang berikut:

Radiosensitizers

Radiosensitizers adalah obat yang membuat sel Tumor lebih sensitif terhadap terapi radiasi. Menggabungkan dengan terapi radiasi radiosensitizers dapat membunuh lebih banyak sel Tumor.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

Pilihan perawatan oleh tahap

Tahap 0 Kanker Anus (kanker bisul di Situ)

Perawatan dari tahap 0 anal anus biasanya adalah lokal resection.

Kanker anus tahap I
Perawatan kanker anus tahap I dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Internal terapi radiasi untuk kanker yang tetap ada setelah perawatan eksternal dengan radiasi sinar-terapi.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap II
Perawatan kanker anus tahap II dapat termasuk :

* Resection lokal.
* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Terapi radiasi internal.
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pasien yang telah melakukan perawatan dan berhasil menyisakan otot sphincter mungkin menerima kajian tindak lanjut setiap 3 bulan untuk 2 tahun pertama, termasuk memeriksa rektum dengan endoscopy dan biopsi, sesuai kebutuhan.

Kanker anus tahap IIIA
Perawatan kanker anus tahap IIIA dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan atau tanpa kemoterapi. Jika kanker tetap ada setelah perawatan, tambahan kemoterapi dan terapi radiasi dapat diberikan untuk menghindari dilakukannya Kolostomi.
* Radiasi sinar internal
* Abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IIIB
Perawatan kanker anus tahap IIIB dapat termasuk:

* Terapi radiasi sinar eksternal dengan kemoterapi.
* Resection lokal atau abdominoperineal resection, jika kanker tetap ada atau datang kembali setelah perawatan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Kelenjar getah bening juga dapat dihapus.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Kanker anus tahap IV

Perawatan kanker anus tahap IV dapat termasuk:

* Bedah sebagai terapi palliative untuk meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
* Terapi radiasi sebagai terapi palliative .
* Kemoterapi dengan terapi radiasi sebagai terapi palliative.
* Pengobatan baru uji coba klinis sebagai pilihan.

Pilihan perawatan untuk kanker anus kambuhan
Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

* Ukuran Tumor.
* Dibagian mana Tumor berada didalam anus.
* Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Pengobatan tergantung dari pilihan berikut:

* TTahapan dari kanker.
* Dimana Tumor tersebut berada didalam anus.
* Apakah pasien telah menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV).
* Apakah kanker tetap ada setelah perawatan atau kambuh.

Tahapan kanker anus

Setelah kanker anus didiagnosa, tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sel kanker sudah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain.

Proses yang digunakan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar didalam anus atau ke bagian tubuh yang lain disebut staging. Informasi yang dikumpulkan dari proses pementasan menentukan tahap penyakit. Adalah penting untuk mengetahui tahap untuk rencana perawatan. Berikut tes dapat digunakan dalam proses pementasan:

* CT scan : Sebuah prosedur yang membuat serangkaian gambar detail dari bagian dalam tubuh, diambil dari berbagai sudut pandang. Gambar yang dibuat oleh komputer yang terhubung ke sebuah mesin x-ray. Dye mungkin disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau ditelan untuk membantu organ atau tisu muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut Computed Tomography, komputerisasi tomografi, atau komputerisasi tomografi aksial. Untuk kanker anus, yang di CT scan dari panggul dan perut dapat dilakukan.
* X-ray dada : Sebuah x-ray ke organ dan tulang di dalam dada. Sebuah x-ray adalah jenis energi sinar yang dapat tembus kedalam tubuh dan diabadikan kebentuk film, membuat gambar dari bagian dalam tubuh.
* Endo-anal atau endorectal ultrasound: Sebuah prosedur yang di mana menggunakan ultrasound transducer (penyelidikan) dimasukkan ke dalam anus atau dubur dan digunakan untuk memancarkan energi gelombang suara tinggi (ultrasound) pada organ internal dan membuat Gema. Gema yang berupa gambar tisu tubuh disebut sonogram.

Tahapan-tahapan yang digunakan untuk kanker anus:

Tahap 0 (kanker bisul di Situ)
Pada tahap 0, kanker hanya ditemukan di lapisan terjauh dari anus. Tahap 0 kanker juga disebut kanker bisul di situ.

Tahap I
Pada tahap I, Tumor adalah 2 sentimeter atau lebih kecil.

Tahap II

Pada tahap II, Tumor adalah lebih besar daripada 2 sentimeter.

Tahap IIIA

Pada tahap IIIA, Tumor dapat berukuran apapun dan telah menyebar ke salah satu:
* Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* dekat organ, seperti vagina, saluran kencing, dan kandung kemih.

Tahap IIIB
Pada tahap IIIB, Tumor seukuran apapun dan telah tersebar:
* ke tempat-tempat organ dan untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur; atau
* untuk Kelenjar getah bening di satu sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ di dekatnya; atau
* untuk Kelenjar getah bening di dekat dubur dan di kunci paha, dan / atau ke Kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul dan / atau kunci paha, dan mungkin telah menyebar ke organ didekatnya.

Tahap IV
Pada tahap IV, yang mungkin Tumor seukuran apapun dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening atau organ dekat dan jauh telah menyebar ke bagian tubuh.

Kanker anus kambuhan

Kanker anus kambuhan adalah kanker yang telah recurred (kembali) setelah dirawat. Kanker dapat datang kembali didalam anus atau di bagian tubuh yang lain.

Perawatan untuk kanker anus kambuhan dapat termasuk :

* online prescriptions Terapi radiasi dan kemoterapi, untuk kambuh setelah operasi.
* Bedah, untuk kambuh setelah terapi radiasi dan / atau kemoterapi.
* Sebuah uji coba klinis terapi radiasi dengan kemoterapi dan / atau radiosensitizers.

Ringkasan ini merujuk pada perawatan spesifik di bawah studi percobaan klinis, tetapi mungkin tidak menyebutkan setiap pegujian pengobatan baru. Informasi tentang uji klinis berlangsung tersedia di situs NCI.

disadur dari  http://www.ahliwasir.com

Mengenal Kelompok Dukungan Sebaya

Dukungan sebaya adalah dukungan untuk dan oleh orang dalam situasi yang sama.

• Dukungan sebaya meliputi orang yang menghadapi tantangan yang sama seperti pasien dengan infeksi tertentu, komunitas tertentu, orang-orang dengan permasalahn yang sama misalnya: Dapat juga perempuan dengan  HIV dan atau TB MDR, pasangan Pasien, orang yang baru didiagnosa  HIV dan atau TB MDR dan lain-lain

• Dukungan sebaya bisa diantara seseorang yang menghadapi tantangan untuk pertama kalinya dengan seseorang yang telah mampu mengelolanya. Ini dapat berarti mengkaitkan seseorang yang baru memulai pengobatan dengan seseorang yang sudah mengelola pengobatan dan efek samping dengan baik.

Keuntungan Dukungan Sebaya

Mengurangi isolasi

Meningkatkan dukungan sosial

Mengurangi stigma

Mengurangi sumber intimidasi dari dukungan

Membantu berbagi pengalaman

Membantu orang untuk melihat bahwa hidup dengan HIV dan atau TB MDR dan efek samping adalah mungkin

Mengurangi ketergantungan pada petugas kesehatan

Mengurangi beban kerja petugas kesehatan

Meningkatkan kualitas hidup bagi Pasien HIV dan atau TB MDR

Meskipun pasien belajar banyak dari petugas kesehatan, ada beberapa hal lebih baik dipelajari dari orang yang mengalami permasalahan dan hambatan yang sama. Baik di RS, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) , dukungan sebaya menjadi bagian penting dari penyediaan perawatan yang didapatkan pasien.

Memperkenalkan Dukungan Sebaya :

dengan membicarakan secara teratur tentang dukungan sebaya pada pasien dukung mereka untuk mengaksesnya.

Menegaskan keuntungan-keuntungan dari dukungan sebaya.

Memahami ketakutan-ketakutan mereka.

Mencari tahu apa saja sumber lokal yang tersedia dan mengetahui dengan rinci tentang kelompok-kelompok dalam wilayah itu.

Membangun KDS untuk:

Pasien Baru baru menerima Diagnosis HIV dan Atau TB MDR, pasien mulai terapi ARV, pasien Konversi, non konversi, pasangan Pasien, orang dalam pengobatan.

Membangun kelompok-kelompok pasca tes.

Menjalankan sesi-sesi kelompok edukasi.

Mengidentifikasi idividu yang disiapkan bertindak sebagai pendukung sebaya Memahami Mengapa orang berhenti menggunakan dukungan sebaya: Takut kerahasiaan terbongkar. Takut bertemu orang baru. Tidak mengetahui keberadaan dukungan sebaya. Terlalu sibuk untuk memperoleh dukungan sebaya. Tidak bisa mengikuti pertemuan dukungan sebaya. Tidak punya uang transportasi. Perlu menjaga anak. Tidak mendapat dukungan dari pasangan untuk hadir. Harus menjelaskan kemana mereka pergi kepada orang lain. Mempunyai komitmen lain.

Cara Menawarkan Dukungan Sebaya:

Dukungan sebaya Individual: Jika seseorang baru saja didiagnosa HIV dan ata TB MDR atau baru memulai pengobatan, akan sangat membantu mengkaitkan mereka kepada seseorang yang sudah menerima keadaannya dan dapat membagi pengalaman serta memberi dorongan.

Kelompok Edukasi : Seringkali Pasien TB MDR merasa sendiri dan diisolasi. Bertemu dengan pasien lain dapat mengurangi isolasi dan mendorong mereka untuk hidup lebih baik. Kelompok ini dapat bergaul atau berfokus pada aktifitas-aktifitas peningkatan penghasilan. Kelompok ini biasanya dijalankan untuk dan oleh PasienHIV dan atau  TB MDR dapat juga diadakan lebih dulu oleh petugas kesehatan

Kelompok Dukungan  : Orang yang akan memulai Pengobatan, baru memulai ART, non konversi, konversi, re konversi, dsb) akan merasa terbantu bertemu satu dengan yang lain untuk saling mendukung. Peran petugas kesehatan adalah membentuk terjadi dan memfasilitasi kelompok sampai mereka bisa menjalankannya sendiri

Contoh Cara untuk menawarkan dukungan sebaya:

Klub Pasca-Tes:

Kelompok ini diperuntukkan bagi semua orang yang telah menerima hasil Diagnosis TB MDR.. Mereka sering berfokus pada pemberian informasi dasar TB MDR, aspek kepatuhan dan bagaimana mengakses layanan jika terjadi masalah selama pengobatan . Petugas perlu mendiskusikan situasi yang kondusif bagi anggota untuk saling bertemu dan mendiskusikan semua isu-isu yang relevan. Kelompok edukasi (5 menit) Sesi kelompok edukasi dapat digambarkan sebagai pengembangan/lanjutan dari kunjungan ke pusat kesehatan dimana tidak hanya kebutuhan fisik dan medis ditemukan, tetapi perhatian pada edukasi, aspek sosial dan psikologis yang disepakati dalam pembentukan kelompok. Sesi kelompok edukasi dapat membantu anda untuk tidak menghabiskan waktu di pusat kesehatan.

Pergunakan pertemuan kelompok untuk :

• Mendidik pasien tentang kondisi mereka.

• Membangun dukungan sebaya dan keahlian.

• Memperkenalkan pengelolaan diri.

• Menjalankan tindak lanjut klinis.

• Memusatkan perhatian pada kesulitan-kesulitan.

Dalam membentuk dukungan sebaya di wilayah kita perlu :

• Temukan sumber lokal yang tersedia agar pelayanan tidak tumpang tindih. • Konsultasi dengan Pasien TB MDR dengan menggunakan system pelayanan kesehatan.

• Mengidentifikasi perbedaan strategi dalam dukungan sebaya: baik dukungan satu persatu, dukungan kelompok atau klub pasca test, dan tentukan strategi mana yang ingin anda kembangkan selanjutnya.

• Identifikasi orang yang tertarik mengembangkan sistem dukungan sebaya (baik petugas kesehatan maupun Pasien  HIV dan atau TB MDR).

• Adakan pertemuan dengan petugas kesehatan dan Pasien TB MDR sehingga anda dapat mendiskusikan rencana anda.

• Ketika membentuk KDS, sangatlah penting untuk pertimbangkan: 1 Acara dan waktu. 2 Biaya dan siapa yang membayar. 3 Untuk siapa kelompok dibentuk. 4 Siapa yang akan memimpin kelompok. 5 Bagaimana kerahasiaan akan dijaga. 6 Bagaimana petugas kesehatan akan mendukung para fasilitator. 7 Peran dari petugas kesehatan. 8 Bagaimana memperkenalkan kelompok pada masyarakat luas.

Dalam membentuk kelompok edukasi di pusat kesehatan :

• Konsultasi dengan Pokja HIV dan atau tim ahli klinis anda

• Konsultasi dengan Pasien  HIV dan atau TB MDR yang menggunakan system pelayanan kesehatan

• Identifikasi orang yang tertarik mengembangkan system dukungan sebaya (baik petugas kesehatan maupun )

• Undang mereka untuk mendiskusikan rencana

• Ketika membentuk sesi kelompok edukasi, sangatlah penting untuk pertimbangkan: o Acara dan waktu. o Biaya dan siapa yang membayar. o Untuk siapa sesi kelompok edukasi dibentuk. o Bagaimana memilih orang yang terlibat dalam kelompok o Kegiatan apa yang dilakukan dalam sesi-sesi. o Apa peran anggota kelompok. o Apa peran petugas kesehatan. o Bagaimana memperkenalkan kelompok edukasi pada masyarakat luas.

Contoh Kerangka sesi Kelompok Edukasi  :

Ucapan selamat datang dan Perkenalan Setiap peserta memperkenalkan diri 30 menit Sesi Kelompok Edukasi (hanya sesi pertama) Peserta meluangkan sedikit waktu untuk berbicara tentang:

• Kehidupan mereka, pekerjaan dan keluarganya.

• Harapan peserta dari sesi kelompok edukasi (mis; apa yang ingin mereka peroleh)

• Bagaimana mereka dapat memberi kontribusi pada sesi kelompok edukasi (setiap orang dapat mengkontribusikan sesuatu meskipun hanya pelajaran dari pengalaman pribadi)

• Petugas melanjutkan dengan Pertanyaan-pertanyaan dari kelompok.

• Tata cara kelompok edukasi (aturan-aturan sebagai panduan operasional kelompok). 30 menit Topik hari ini, misalnya: Pencegahan dalam konteks perawatan klinis Petugas kesehatan menyediakan informasi yang berkaitan, berinteraksi dengan peserta bila memungkinkan. Beberapa saran untuk membuat sesi interaktif, termasuk bertanya tentang:

• Apa yang anda ketahui tentang pencegahan infeksi di rumah?

• Bagaimana anda mulai mengenal standar pencegahan dalam hidup anda?

• Adakah seseorang disini yang pernah menemui masalah saat memakai masker di tengah masyarakat? Petugas kesehatan sebaiknya menyatukan informasi dengan apa yang telah diajarkan selama pelatihan dan gunakan Kertas plano Edukasi Pasien.

Bagaimanapun, sangat penting menggabungkan hal ini dengan pandangan dan nilai-nilai kelompok.

15 menit Tanya Jawab Petugas Kesehatan sebaiknya menanyakan kelompok jika ada pertanyaan tentang:

• Topik hari ini

• Kesehatan mereka secara umum, masalah mereka belakangan ini atau perjanian-perjanjian yang akan datang 15 menit Perencanaan dan Penutup Tanyakan jika kelompok ingin mendiskusikan sesuatu secara khusus pada sesi selanjutnya, jika tidak topik akan dikomunikasikan lewat agenda. Ucapkan terima kasih untuk kehadiran peserta.

Gallery

Gay Positif; Stigma, diskriminasi, seksualitas dan gaya hidup

This gallery contains 2 photos.

Menjadi Gay di Indonesia bukanlah pilihan mudah; dijauhi keluarga, dicemooh teman sekantor, dianggap lingkungan sebagai tidak bermoral,  atau di janjikan sebagai penghuni neraka jahanam oleh beberapa kalangan yang merasa yakin surga hanya milik mereka. Seorang sahabat ku berkata “ sejak … Continue reading

Terapi HIV Jangka Panjang Dapat Menimbulkan Masalah Oftalmologik

Studi yang dilakukan oleh Tim peneliti dari University of Texas, Southwestern Medical Centre, Dallas, Menunjukan bahwa ART ( Anti Retro Viral Therapy ) jangka panjang untuk HIV-1, dapat menyebabkan timbulnya Oftalmoplegia eksternal.

Dr, Dolores M. Peterson yang memimpin studi ini menyatakan bahwa bukti bukti menunjukan bahwa ptosis ( Mata belok) cenderung bersifat miogenik ( gangguan fungsi otot), dan bukan bersifat involusional.

Studi ini juga menunjukan bahwa ptosis didahului oleh lipodistrofi ( penumpukan lemak yang tidak beraturan ) berat dengan peribahan mitologi tubuh, termasuk lipodistrofi dan akumulasi lemak pada ke-5 pasien tersebut. baik ART nya terdiri dengan analog timidin atau penghambat protease.

Median usia saat gejala timbul adalah 50 tahun, dengan median waktu saat diagnosis HIV adalah 11,5 tahun, dan median ART adalah 7/8 tahun. Median waktu saat timbulnya lipodistrofi adalah 4,7 tahun, dan sejak timbulnya ptosis adalah 0,4 tahun. Median lamanya pemantauan untuk ptosis adalah 1,8 tahun.

Dua pasien menunjukan Oftalmoplagia eksternal di samping ptosis. Neuropati sensorik Ferifer ( gangguan syaraf tepi) juga mendahului ptosis pada 4 kasus, gangguan konduksi kardiak disertai ptosis pada 3 kasus dan 1 kasus dengan ensepalopati ( gangguan pada otak).

Para Peneliti menganjurkan bahwa dokter perlu waspada terhadap potensi efek samping akibat pengobatan HIV, dan siaga terhadap potensi komplikasi akibat ptosis miopatik lain, seperti kelemahan proksimal, disfagia ( susah menelan), tuli, neuropati ( Syaraf), dan gangguan kondisi kardiak ( Gangguan jantung).

Dikatakan dalam Studi ini tidak memungkinkan para peneliti memperkirakan berapa besar prevalensi kedua efek samping tersebut, atau sub kelompok pasien dengan HIV yang mendapat ART jangka panjang mana yang paling sering terkena.

( Clinical   Infectious Diseases, 47;845-852)