Saat Sahabat Meninggal Pagi Ini

Dulu

Ku ingat saat kita bersama menyusuri jalanan Ibu kota

Menikmati setiap pandangan yang mencibir

Kita hanya tertawa, kala sepuluh lelaki mengajak ke Peraduan nya

Kau, aku  dan mereka bergumul dalam keringat

Ada kepuasan di Setiap tetes air mani yang melembabkan bumi kita

Kau dan aku, hanya ingin kita mengungkapkan pada dunia

Bahwa kita manusia dari tanah yang sama

Nafsu yang sama

Surga yang sama

Surga Linga-linga tanpa Yoni

Tak peduli, saat pagi mereka terbangun dan meludahi muka kita

Sahabat, Ku ingat kau pernah bercerita

Tentang orang tua yang mengusirmu dari rumah

Tentang keharusan untuk menikah

Aku hanya bisa memeluk tubuh mu

Menangis bersama

Sahabat

Pagi ini saat pagi merah

Bayu bercerita tentang akhir perjalanan mu di Dunia

Kandida, typus, jantung, tuberculosis dan segala macam penyakit lainnya

Mengalahkanmu dalam satu kata

Mati

*****

Pagi yang emosional, 8 November 2012

Ku dedikasikan untuk semua Sahabat yang sedang berjuang untuk lebih sehat dan lebih baik

Teruslah berjuang….

Aku selalu bersama mu

Advertisements

Akankah Tuhan Masih disini

ada hati yang terdadah

tidak luka mencabik asa
hanya tanya berkelindan di Dada

akankah Tuhan masih di Sini?

saat tubuh telanjang penuhi ruang jiwa

tak ada lagi semedi dan zikir 33 kali

akan kah Tuhan masih di Sini?

saat korupsi telah hancurkan tubuh dan  jiwa-jiwa anak negeri

tak ada lagi keihklasan dalam mengabdi

akan kah Tuhan masih di Sini

saat semua umpat serapah, caci hina mengusir Nya

mesjid, gereja, pura dan  tempat ibadah jadi objek sejarah

akan kah Tuhan masih di Sini?

saat hanya ada sepi, kering dan jiwa-jiwa  kosong menari dalam siluet hitam, gelap, mati

ku menyepi

sendiri

Pondok gede, 03 November 2012

http://www.hermanvarella.wordpress.com

Puisi tentang Cinta II

Cinta, mengiba, merajuk-rayu, janji, ungkapkan rasa

Kata indah, sanjung, lenakan diri dalam kekang hati

Kisah, mengharu-biru dalam siasat yang hendak pergi

Ku sudah mengenal mu, dalam Jejak seribu pengembara yang pernah menepi di dada

Ku kan hantarkan semua yang terselip di benak mu, janji ku

dalam seribu purnama, sepertinya memang tak kan ada lagi cinta

Jika hanya dua revolusi surya, hati mu sudah tertata

Cinta.

Cinta?

cinta!

Cinta………………………..

Pondok Gede, ujung September 2012

Puisi Galau

Saat rindu ini begitu mendendam,

ingin ku nafikan semua rasa yang terlalu menghujam,

hujan dan gerimis jakarta malam ini,

laksana 9 purnama yang tak terhapus siang,

kadang hati ingin meragu,

bukan telah dimulai tahun yang baru,

mengapa tidak mengengam waktu,

merajut kisah yang tercecer saat gerimis di Meong dong,

Aku masih mengingat mu,

mengikat setiap wangi tubuh dalam buhul hati ku,

aku masih memuja mu,

bercerita pada semua musafir

ku pikir akan menyampaikan setiap tetes rindu ku pada mu,

Aku masih menunggu mu,

menanti janji mu untuk bersama menapaki setiap tangga menuju keuzuran kita,

Aku masih di Sini sayang,

karena percaya jodoh ku, kamu.

Pondok gede, saat gerimis mengengam malam di awal weekend

Lagu tentang cinta

lagu ini ku titip buat mu

si pengelana cinta, yang terjebak di ombak samudera

kau kah,  menelusuri jejak yang tertanda di hati

mengapa malu tuk mengakui

kau kah,  menawar dengan mawar berbalut belati

mengapa takut untuk mengungkap kenyataan diri

Lagu ini kutulis untuk mu wahai kekasih

kunyanyi kan sambil berdansa di tiang kota new delhi

Ku lah puncak yang tinggi hendak kau daki

ku lah samudera yang dalam belum kau selami

ku lah pelangi yang melingkar perbukitan pagi

Jangan pernah ungkapkan tanya nan berkelindan di hati

puaskan saja reguk kopi pahit untuk tenangkan diri

Karena aku tak ingin kau miliki

Lagu ini ku nyanyikan lewat hati

agar terjawab semua gelisah sebelum ku mati

Ku tak ingin ada yang miliki

Lagu ini untuk mu, kekasih-kekasih

Aku terlalu bahagia sendiri

This slideshow requires JavaScript.

Jakarta, 20 juli 2011

INH sebagai Profilaksis TBC untuk Pasien HIV

Sebuah penelitian Yang dilakukan beberapa Ahli di Botswana mengungkapkan bahwa pemberian profikasis INH ( Izoniasid ) bagi pasien HIV yang belum terinfeksi kuman TB/TBC terbukti efektif  dalam upaya pencegahan. Pemberian Profilaksis INH selama lebih dari 6 bulan akan mampu melindungi ODHIV  dari infeksi TB walaupun tinggal di daerah pandemik TB. Ini akan lebih efektif jika dilakukan di CD4 lebih dari 200/ul.

Penelitian merupakan   hal yang sangat mengembirakan bagi Teman-teman yang hidup dengan HIV dan AIDS. Sebuah harapan baru untuk bisa bekerja dan hidup lebih sehat walau mungkin tinggal dan bekerja di daerah yang pandemik TB.

untuk informasi selengkap nya silahkan klik link berikut:

Samandari T, 6-month versus 36-month……Lancet 2011 e-pub ahead of print.pdf

Bulan Sempurna di Langit Pondokgede

Sendiri di teras sepi

menunggu malam menjemput pagi

Bulan sempurna menyisir  saat  terlewati

renungi mimpi menyempurnakan janji

sudahlah, semua tak akan terpenuhi

biarlah semua pergi

pergi

menjauh dari hati

Bulan sempurna Di Langit Pondok Gede malam ini

Kepak gagak melagu di hati, kembali sunyi

Dingin menyesak sampai  jantung, detak lirih

Hampa, hilang semua rasa dalam nyepi

Sepi

Sendiri

Bulan Sempurna Di Langit Malam ini

ingin ku hanya berbagi

seperti bulan menerangi  gulita ini

sendiri

sendiri

sendiri

sampai nafas terhenti

mati

pondok gede, 20 maret 2011

Pangeran Malam

This slideshow requires JavaScript.

Pangeran Malam

Malam larut

Rindu ini ku titip lewat rembulan

Saat begitu banyak tanya  berkelindan

Mungkinkah waktu tak  memihak kita

Atau kamu  tak ingin menyatu

Atau aku yang terlalu gandrung  kebebasan

Aku dan kamu

Kita tetap saling rindu

 

Malam kian larut

Kunang-kunang menghiasi kamar remang gulita

Pangeran,  berdansalah

ini malam  terasa panjang

Ku mengasah langkah di setiap birama

Pangeran, mengelinjang sambil berdendang irama surga

Di kening, telingga, bibir ranum, leher jenjang, buah dada, bahkan  sesuatu membuncah dalam celana

Enyahlah kunang-kunang

Aku ingin melemeskan raga yang mulai gersang

Jangan menatap ku meragu

Ku ingin melepaskan sejuta rindu

Lewat pangeran yang menari telanjang

Yang diantar rembulan tepat di tengah ranjang…..

 

Malam menjelang pagi

Aku terbangun sendiri

 

pondokgede 3 Maret 2010

Jam 01,45 WIB

kau tanya tentang Kenikmatanku

Kenikmatanku
bukan pada raga mu
bukan rupa mu
status mu
uang yang kau selipkan tiap bangkit dari tempat tidurku

Kenikmatanku
saat kau menikmati ku
saat kau berkeringat, dalam perjalanan menuju awan
saat mengelinjang dalam selimut tubuhku

saat kau melepas masalah berat yang kita hadapi lewat belai dan pijatan lembut tanganmu

Kenikmatanku
saat ku yakin aku yang memuaskan dahagamu

jakarta, 25 J uni 2009

Tulisan tentang Cinta

Cinta itu kembali membangunkanku
menghapus mimpi yang mengayun lembut
ku tersadar ketika cinta pergi mengikuti pelangi saat siang panas memanggang bumi.

“Cinta itu harus dengan kesabaran Alf, kesabaran akan menbawanya kembali padamu.”

Kutatap wajah ragu Alf, saat dia bercerita tentang kekasihnya yang mengembara dari satu ranjang ke ranjang lain.

“Butuh waktu untuk mengubahnya menjadi kekasih yang setia. kasih dia waktu dan layani dia dengan cinta mu”. Ku duduk disamping Alf sambilnya menawarkanya segelas teh rosela.

” iya sih aku mencintai dia secara utuh termasuk virus yang ada di tubuhnya tapi aku tak pernah bisa terima jika ada orang ketiga “.

Alf menatap langit kamar saat semua mimpi indahnya mengembara bersama sang kekasih. Liburan ke kampung, tinggal bersama dan bisa membangun yayasan untuk anak-anak yang siang malam tiduran di pertigaan lampu merah.

” Bagiku dia adalah panglima yang bisa menyemangati hidupku, membuatku mengangkat semua beban hidup dengan mudah. walau dia tiap malam menyakitiku lewat percintaan yang tak sempurna karena kecapekan dari ranjang di kamar sebelah”.

Alf mengangkat bahunya saat meninggalkanku sedang termangu membayangi tulusnya cinta.
Saat itu langit cerah di atas jakarta…. debu menyinkir menyilahkan Alf pulang dengan perasaan lega.

” Raj, bantuin aku ya, she is an angel. Aku mencintainya dan serius ingin menikahinya. Hanya dia yang mampu membuatku nyaman. Alya bisa terima aku dan hanya dia yang selalu ingat jadwalku minum obat keparat ini. Dua kali sehari selama 10 bulan raj, dia membuatku tersadar aku masih layak untuk di cintai”

And begitu bersinar ketika bercerita tentang alya. Baginya Alya bagai Malaikat berjubah putih yang membawa tongkat keberuntungan. Alya telah berhasil menaikan CD4 nya menjadi 204 . Setahun lalu And hanya mampu terbaring mengigau, mengoceh tak karuan atau malah ngomong jorok ke suster-suster rumah sakit. Alya datang membantu memenej kembali hidup And. Alya si manajer kasus berhati lembut itu akhirnya membuatnya jatuh cinta.

” bagusan mana ya?, kalo Arry , chubby banget, tinggi, hitam manis dan senyumnya itu raj, ku mimpiin dia dari sejak mapras di Gajah mada. Tapi ku ragu, dia kan kerja di entertain. secara banyak cewek-cewek cantik tiap hari di sekelilingnya. Arry masih ingat aku ngak sih raj? jangan-jangan dia pangling. ” Tapi raj hari ini dia gabung di Fb ku.. senaaaaaaaang banget.

“Tapi raj, Dady tipeku banget, kebapakan, kalem, lulusan tehnik pula. lo tau kan? aku kan suka yang tipikal orang-orang kampung gitu. …. ordinary people deh pokoknya.”

” Bagusnya aku jatuh cinta ama siapa sih raj?”

Gina terus berceloteh tentang dua cowok gebetannya. Jus alpukat dan sepiring pisang goreng bakar telah berpindah tempat. Melewati bibir sexy gina, masuk lewat lorong sempit kerongkongan dan diaduk dalam lambung mungil gina. Dia tersedak ketika suapan ketiga nyangkut di pertigaan tengorokan. Aku tersenyum. Gina sahabat terbaik ku sedang jatuh cinta.

Siang di halte jalan sudirman
Ku buka Inbok ponsel ku, beberapa sms masuk berbarengan

Alf :” Raj, kamu bener. Guntur memutuskan untuk pindah ke desa dan hidup bersamaku”

Alya :” Raj, bantuin jelasin ke And, hatiku bilang ngak. hubungan kita hanya hubungan Profesional. Tolongin ya Raj aku ngak mau And terluka dan sakaw lagi”

Gina: ” Lo tahu ngak raj, siapa yang mengirimiku bunga hari ini? Itu tuh Ayi teman sekantor ku. Gila ya… ternyata dia menyukaiku. Coba dari dulu. ”

Ku terpaku melihat SMS dari beib, kekasihku.

“Terima kasih untuk semua kebaikanmu selama ini. Kamu membuatku binggung. bener-bener membuatku binggung. kamu seolah-olah hidup di dunia mu sendiri, dengan semua teori-teori dan pekerjaanmu. Aku hanya punya cinta . aku hanya ingin hidup simple, sederhana bersama mu. it’s complicated for me. sorry.”

Ku baca lagi sms dari Beib, pilu, sedih dan marah bercampur aduk.

” Kalo memang itu yang terbaik menurutmu aku cuma bisa bilang makasih untuk dua tahun nan indah bersamamu”

Ku baca sekali lagi dan Ku kirim SMS terakhirku. Kubuang HP di got pinggir jalan. ku pandang mobil, motor dan pejalan kaki yang berlalu lalang. Debu langit jakarta menemani langkah untuk pulang ke rumah. ku ingin tidur, biar bangun pagi dengan sempurna.

By posrainbow Posted in 1 Tagged